Sabtu, 16 Juni 2018

Lebih Murah Mana? Membeli atau Menanam Sayur Sendiri?

Sebelumnya saya mengucapkan

SELAMAT IDUL FITRI 1439H
Mohon maaf lahir batin jika tulisan saya ada salah kata,
 semoga semua pembaca blog ini diberi kesehatan dan rejeki yang lancar


Ini adalah tahun ke 5 sejak saya mulai menanam sayur sendiri

Motivasi pertama saya menanam sayur dahulu adalah supaya keluarga kami lebih berhemat, lebih sehat, dan memanfaatkan lahan yang menganggur

Tapi jika sekarang ada yang bertanya kepada saya

"Lebih murah mana, membeli atau menanam sayur sendiri?"

Dengan berat hati saya akan menjawab "Membeli sayur lebih murah dan mudah"


https://fee.org

Bukan, bukan saya putus asa atau memutuskan untuk tidak menanam sayur lagi

Tapi kenyataan dilapangan memang seperti itu, jika kita hanya memperhitungkan dari segi keuangan

Untuk membuat 2-3 porsi salad segar, saya hanya akan mengeluarkan uang 12rb

Dengan uang 12rb ini saya bisa mendapat satu buah timun, tomat berukuran besar, dan seikat selada

Bandingkan jika anda harus menanamnya sendiri, hitungan kasar saya minimal anda mengeluarkan uang 16rb dan tenaga selama 3 bulan

10rb untuk membeli sekarung tanah atau media tanam, 3rb untuk 3lembar polybag ukuran besar, dan 3rb untuk membeli 3 jenis benih sayur (timun, selada, tomat) di Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah

Setelah anda mengumpulkan peralatan diatas, anda masih harus memindah tanah kedalam masing-masing polybag

Lalu menyemai biji sayur agar bisa tumbuh, menyiraminya rutin setiap pagi, menjaganya terhindar dari hujan atau angin deras



Jika bibit tomat dan selada anda cukup besar baru dipindah ke polybag berisi tanah tadi, disirami lagi setiap hari, dijaga dari hama seperti tikus, siput, belalang, atau kutu daun

Jika semua berjalan lancar maka setelah 30 hari anda bisa memanen selada pertama anda, dan 60-70 hari untuk tomat dan timunnya

Benar-benar perjuangan yang panjang untuk sepiring salad sayur

Pertanyaannya adalah "Kenapa industri pertanian bisa menghasilkan produk begitu murah?"





Alasan pertama adalah karena industri pertanian disubsidi

Bukan hanya disubsidi oleh pemerintah saja (pembangunan waduk, jalan, harga pupuk, dll)

Tapi karena industri pertanian memakai bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya

Bahan bakar fosil ini digunakan tidak saja sebagai pupuk tapi juga transportasi, mesin traktor, mesin-mesin pabrik pestisida, dll

Dengan bantuan bahan bakar fosil, industri bisa memproduksi dalam kuantitas besar, harga sayurpun bisa ditekan serendah-rendahnya

Tapi sisa bahan bakar fosil akan menguap dan mencemari lingkungan

Sisa nitrogen buatan yang terbawa irigasi akan masuk ke sungai dan mencemari kehidupan sungai

Sisa CO2 dari moncong kenalpot traktor atau cerobong asap pabrik akan menguap ke atsmofer dan menambah parah efek pemanasan global

Sisa pestisida yang disemprotkan akan masuk dan meresap ke dalam tanah, masuk ke sumber air tanah dan berakhir di segelas teh hangat yang kita minum sebelum berangkat kerja

Tanpa disadari bahan bakar fosil ini mensubsidi harga pangan yang lebih murah dengan kesehatan lingkungan dan anak cucu kita

Jadi jika anda bertanya lagi kepada saya

"Apakah anda akan tetap menanam sayur sendiri untuk dikonsumsi keluarga?"

Dengan yakin akan saya jawab "Tentu!"

seperti biasa, setelah anda bosan mendengar tulisan ngelantur saya
maka saya sajikan cara memasak menu kangkung bobor dari kebun
kangkung, cabai, dan ikan yang saya masak ini hasil budidaya sendiri
sementara bawang, tempe, santan, garam, dll saya beli dari pasar 


kangkung dari instalasi vertikulur PVC
dulu saya menghabiskan jutaan untuk membuat instalasi ini menguras lumayan isi tabungan
orang lain seumuran saya pasti lebih memilih untuk menggunakan uang sebanyak itu untuk travelling atau membeli smartphone terbaru
saya membuatnya lengkap dengan atap peneduh dan penangkap air hujan
tapi sekarang atap dan pengumpul air hujannya sudah rusak
tinggal instalasi vertikultur ini yang masih setia menghasilkan sayur tiap hari

kita ambil sayur secukupnya untuk 2-3 porsi
potong sebagian saja batang kangkungnya
supaya dia bisa tumbuh lagi dan bisa kita panen beberapa kali lagi

ambil cabai rawit juga supaya masakan kita lebih sedap

memasaknya juga gampang
bumbu-bumbu ditumis lalu dimasukkan air santan encer
jika sudah mendidih masukkan kangkung segar, dan aduk perlahan 

sayur bobor kangkung kita sudah siap disantap

ditemani ikan nila dan tempe goreng

juga krupuk usus sebagai pendampingnya
disebut krupuk usus karena bentuknya memang mirip usus ha3x

mari makan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...