Minggu, 20 Mei 2018

Pengendalian Populasi Dan Sumber Daya Yang Terbatas

Tentu anda sudah melihat film terbaru dari Marvel, Avenger Infinity Wars yang tayang bulan mei tahun ini

Disamping efek khususnya yang mengagumkan, inti jalan ceritanya sebetulnya bukanlah hal yang baru lagi

Yaitu tentang pengendalian populasi, sumber daya alam yang tersedia tidak akan mencukupi jika populasi makhluk hidup di alam semesta tidak dikendalikan


Ada beberapa film yang sebelumnya sudah mengangkat tema ini, seperti Inferno yang diangkat dari karya Dan Brown

Inferno menceritakan tentang sebuah organisasi teroris dipimpin oleh seorang ilmuwan gila (visioner?), yang ingin mengurangi populasi manusia dengan menyebarkan virus beracun

Sementara Twelve Monkey film yang dibintangi oleh Bruce Willis dan Brad Pitt juga menyajikan cerita tentang organisasi rahasia yang menyebarkan virus mematikan, walaupun tidak diceritakan tujuan utama organisasi tersebut tapi mudah ditangkap bahwa organisasi tersebut bermaksud mengurangi populasi manusia dengan menyebarkan virus mematikan yang berhasil membunuh 93% populasi

Kingsman The Secret Service, film spionase dari Inggris juga mengangkat tema yang sama

Seorang milyuner IT jenius mencoba mengurangi populasi manusia, karena dunia yang sudah mulai sekarat

Atau yang paling familiar adalah cerita tentang banjir bandang yang memusnahkan seluruh populasi makhluk dibumi kecuali beberapa manusia dan hewan pilihan


Dan didunia nyata anda bisa melihat berbagai upaya dalam pengendalian populasi, seperti program satu anak dinegara china atau program KB dinegara kita

Sampai teori-teori konspirasi tentang pengendalian populasi seperti perang, bahan makanan dan sumber air yang diracuni, obat mandul yang disemprot diatas langit, dll

Bagaimana jumlah manusia bisa meledak seperti sekarang dan bahaya dari overpopulasi? Mari kita runut satu persatu dari awal sekali.....

Selama beribu-ribu tahun manusia hidup sebagai pemburu dan pengumpul, nenek moyang kita cukup puas hidup dengan mencari pangan dari alam bebas

Lalu sekitar 18.000 tahun silam zaman es perlahan berakhir, bumi menghangat, suhu beberapa wilayah pun naik, dan curah hujan meningkat

Tanaman biji-bijian seperti gandum dan padi mulai memperbanyak diri dan menyebar didaerah Timur Tengah

Manusia mulai menyadari keunggulan tanaman pangan ini, tanaman biji-bijian ini menghasilkan kalori yang banyak tiap pohonnya, mudah dipanen karena pendek dan bulirnya diluar pohon, pun hasil panennya mudah disimpan tanpa harus diolah terlebih dahulu (bandingkan dengan ribetnya mengolah sagu dari pohon menjadi tepung)


Setelah tahun 9500 SM, manusia mulai belajar untuk mengembangkan tanaman biji-bijian sendiri didekat permukiman mereka

Pertanian pertama pun muncul, ketika cadangan makanan melimpah maka populasi manusia semakin bertambah



Gaya hidup nomaden khas pemburu pengumpul mulai ditinggalkan, manusia menetap untuk menjaga ladang dan mulai membangun desa permanen

Para wanita bisa melahirkan anak setiap tahun, bayi-bayi disapih pada usia muda, mereka diberi makanan tambahan bubur dan rebusan padi-padian

Tangan-tangan tambahan ini sangat diperlukan untuk membantu kerja diladang

Tapi mulut-mulut ekstra juga menuntut tambahan makanan, sehingga semakin luas lagi ladang yang harus ditanami

Tanpa sadar pertanian telah meningkatkan populasi secara drastis, dan sumber masalahpun dimulai dari sini


Ledakan populasi selanjutnya dimulai ketika manusia menemukan sumber energi matahari yang tersimpan didalam bumi

Minyak bumi! Sisa dari makhluk hidup purba (tanaman dan hewan) yang tumbuh berkat sinar matahari, dan tertimbun selama jutaan tahun dalam perut bumi

Dengan energi fosil ini (minyak bumi, batubara, gas) manusia bisa menjalankan industri dengan skala massal dan efisien

Produksi pangan juga tak ketinggalan terimbas kemajuan industri, mulai dari pupuk, pestisida, alat-alat untuk panen, transportasi pangan antar kota, semua ditopang oleh energi fosil

Berkat kemajuan besar-besaran industri berbasis energi fosil, populasi manusia berkembang pesat

Dari 1 milyar jumlah manusia sebelum tahun 1800an, berlipat menjadi 2 milyar jiwa di tahun 1930, dan mencapai 3 milyar jiwa hanya dalam kurun waktu 30 tahun sesudahnya yaitu sekitar tahun 1960, dan sekarang di tahun 2016 mencapai 7 Milyar Jiwa!
Population Growth



Lalu apa efek overpopulasi terhadap kelangsungan hidup manusia?

Populasi yang membludak berarti produksi pangan juga industri harus ditingkatkan lagi, tapi ketika sumber daya sudah habis maka hal itu akan menimbulkan kekacauan

Lahan untuk tanaman pangan tidak akan mencukupi, minyak bumi dan batu bara habis dikuras dari perut bumi

Jika anda berpikir menanam pangan bisa dengan metode hidroponik digedung-gedung tinggi tengah kota


Pikirkan lagi nutrisi untuk pupuk hidroponik, listrik untuk menjalankan sistem hidroponik, lampu UV untuk menyinari sayur didalam ruangan, dll

Itu semua membutuhkan energi fosil dalam prosesnya

Benar pemerintah-pemerintah didunia sudah mulai beralih ke solar panel dan tenaga angin/ombak untuk mengganti minyak bumi

Tapi sejauh yang kita lihat sekarang, perkembangannya tidak memuaskan

Berapa instalasi solar panel yang sudah terpasang disekitar kampung anda?

Ditempat saya hanya terbatas lampu penerangan pinggir jalan yang memakai solar panel, itupun beberapa rusak terbengkalai tidak bisa digunakan lagi

Jika dimasa depan jumlah manusia benar-benar membludak tidak bisa dikontrol, maka perebutan pangan, energi, dan peperangan antar negara bukan tidak mungkin akan terjadi dihalaman rumah kita

Lalu apa solusi terbaiknya?

Jika anda bertanya pada saya, saya juga tidak tahu....mungkin pengendalian populasi seperti yang dilakukan Thanos adalah langkah yang paling tepat? hi3x


sambil membaca tulisan ngawur saya diatas 
mari kita bikin kudapan untuk dimakan sore ini 

ini adalah talas pemberian tetangga saya
sehabis pulang dari desa, tetangga membawa berkarung-karung umbi talas untuk dibagi kekanan-kiri
dan karena saya sedang mujur, saya pun kebagian beberapa umbi talas

mengolahnya tidak susah
cukup dikupas dan dikukus 30 menit

cocok sekali untuk menemani baca buku sore hari

beberapa artikel menyarankan masyarakat untuk mengganti sebagian makanan pokoknya (beras, jagung, gandum)
dengan umbi-umbian, seperti talas, singkong, ubi
sayangnya saran itu tidak akan terwujud dalam waktu dekat
karena biji-bijian seperti beras dan jagung memiliki keunggulan yang tidak bisa disaingi oleh umbi-umbian
tanaman biji-bijian lebih mudah ditanam, hasil panen yang lebih banyak, dan mudah disimpan dalam jangka panjang
(anda pernah mendengar orang menimbun umbi singkong segar untuk konsumsi keluarga selama sebulan?)

bahan; "Sapiens" Yuval Harari
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...