Rabu, 02 Mei 2018

Menyimpan Bubuk Cabai Kering


Sejak dahulu manusia selalu berusaha menyimpan kelebihan pangan untuk bisa dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama

Manusia sadar bahwa tidak selamanya alam bersahabat dan bisa menghasilkan panen yang melimpah

Ada saatnya cuaca memburuk atau serangan hama menggagalkan panen

Beberapa proses pengawetan makanan tradisional masih bertahan sampai sekarang

Misalnya dengan penambahan garam supaya bahan pangan tidak cepat membusuk, yang sering kita temui tentunya ikan asin dan telur asin

Pengasapan, yang biasanya untuk mengawetkan bahan pangan dari daging, seperti daging asap atau ikan asap

Dan yang paling mudah adalah pengeringan dengan bantuan panas matahari

subscribe kami di Youtube
Mewalik Jaya

Metode ini paling populer di Indonesia, karena negara kita diberkahi sinar matahari yang melimpah sepanjang hari

Dan tidak membutuhkan alat atau biaya lebih, tinggal kita jemur diatas genting atau halaman depan rumahpun jadi he3x

Beberapa proses pengeringan yang telah saya praktekkan adalah
Surplus Cabai 2
Menyimpan Bubuk Daun Kelor Kering
Membuat Sale Pisang

Karena panen cabai rawit bangkok saya kali ini melimpah Panen Cabai Rawit Bangkok 2, maka saya putuskan untuk dikeringkan saja

Dibuat bubuk cabai supaya lebih tahan lama dan bisa dipakai sewaktu-waktu

Prosesnya mirip dengan Surplus Cabai 2 tapi kali ini saya kukus terlebih dahulu untuk mematikan bakteri dalam cabai, agar bubuk cabainya lebih tahan lama

panen cabai rawit bangkok dari kebun belakang
saya panen waktu buahnya hijau karena takut rontok kena hujan deras
sekali panen dari 4-6 pohon cabai beratnya mencapai 2kg, luar biasa!
padahal saya tidak pernah memebri perlakuan khusus, tanpa pupuk pabrikan dan pestisida
benih cabai rawit bangkok bisa anda dapatkan di Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah

kita kukus dahulu cabainya selama 30 menit
tangkai cabainya sengaja tidak saya petik dahulu
agar isi buah cabainya tidak keluar selama proses pengukusan dan pengeringan

setelah dikukus kita jemur diterik matahari

jika panas matahari melimpah, maka cukup 5 hari saja cabai kita sudah mengering sempurna

setelah cabainya mengering seperti ini
baru saya petik tangkai cabainya satu-persatu

lalu diblender 2-3kali sampai halus

bubuk cabai rawit bangkok yang sudah siap disimpan
warnanya memang tidak merah karena cabai yang saya panen masih berwarna hijau
tapi rasanya tetap pedas seperti bubuk cabai yang kita beli di minimarket
bubuk ini tinggal anda masukkan dalam toples rapat dan bisa awet berbulan-bulan
jika suka bisa anda tambahkan bubuk penyedap rasa

nah...sekarang saatnya kita olah bubuk cabai yang sudah kita buat tadi
mau dimasak mie goreng dengan taburan bubuk cabai diatasnya
pertama kita beli mienya dulu di Pasar Gede Solo, setengah kilo cuma 7rb
murah kan? biaya hidup di Solo memang murah he3x

mie goreng kita sudah jadi.....
video proses pembuatan bubuk cabai sampai jadi mie goreng susah saya sertakan diatas ya
kalau sempat mulai sekarang saya sertakan video yang bersangkutan dengan isi postingan
selalu saya batasi 60 detik, agar tidak memberatkan loading anda ^_^
atau anda bisa lihat di IG saya Daniel Adi Susanto , videonya lebih ringan di IG karena otomatis ke resize

mari makaaannn!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...