Selasa, 22 Mei 2018

Mencicipi Nasi Jagung Mbak Hesti Solo

subscribe kami di Youtube
Mewalik Jaya

Melihat perkembangan kuliner sekarang, saya cuma bisa mengelus dada

Kuliner "hits" sekarang diisi oleh makanan yang hanya bagus untuk difoto dan diposting di Instagram

Dengan menggunakan beberapa bahan saja, tanpa ribet proses memasak didapur, tidak perlu meracik berbagai rempah dengan tepat agar rasanya bisa pas dilidah

Lihat saja makanan yang digandrungi anak muda di Instagram, pisang diberi keju, mie instant dengan segunung sambal, atau es serut yang diberi susu bubuk banyak-banyak

Makanan hits seperti ini mudah untuk dibuat, bahannya pun bisa kita beli di minimarket terdekat, tidak butuh pengalaman bertahun-tahun dalam proses pengolahannya

Hanya mengandalkan beberapa rasa, seperti manis, asin, gurih, dan pedas, itu pun dalam takaran yang tidak sewajarnya

Tapi kenapa makanan seperti ini laris?

Pertama karena efek marketing, dengan foto yang bagus dan diberi kata-kata heboh maka anak muda banyak yang tertarik untuk mencicipinya

Kedua karena memakai bahan yang jarang kita temui dalam masakan tradisional Indonesia, seperti keju, susu bubuk, atau biskuit coklat

Bahan-bahan baru ini menawarkan sensasi yang berbeda dilidah masyarakat Indonesia yang sehari-hari hanya makan soto, lodeh, atau rendang sapi (itupun jika ada hajatan saja he3x)

Dan terakhir karena menawarkan sumber kalori besar yang mudah diproses oleh tubuh

Bayangkan, es kepal bertopping biskuit, susu, dan coklat itu kalorinya setara 2 mangkok bakso!

Dengan harga yang lebih murah dan waktu yang lebih singkat, maka lebih praktis memasukkan semangkok es kepal keperut daripada menghabiskan waktu setengah jam memakan 2 mangkok bakso (dilihat orang juga gak enak kan "Ini orang rakus amat, makan bakso sampai 2 mangkok")

http://style.tribunnews.com

Jika dihitung nilai gizinya pun, makanan hits ini tidak sebagus makanan tradisional kita

Gudeg, gado-gado, dan rujak misalnya, semua memakai sayur, buah, kacang-kacangan, dan rempah tradisional yang pasti bergizi dan bernutrisi lengkap

Tapi ditengah serbuan makanan kekinian ini, masih ada penjual yang setia mengolah masakan tradisional dari malam agar bisa dijual pagi harinya

Mencampur berbagai bumbu rempah dan sayur dari pasar, agar bisa menjadi makanan yang sedap dan bergizi tinggi

Salah satunya adalah lapak Nasi Jagung Mbak Hesti, lokasinya dibelakang stadion Manahan Solo

Buka tiap pagi, tapi saya lupa bertanya buka dari jam berapa dan tutup jam berapa he3x

Mari kita coba!

lapaknya sederhana, bukan warung permanen
tapi pembelinya rutin datang silih berganti
masakannya ditata dengan rapi dan bersih


anda bisa memilih untuk sarapan nasi jagung 
atau nasi tiwul (olahan dari singkong)

sayur pendampingnya ada beberapa macam
ada gudangan, botok, sambal goreng, dll

ikan asin gorengnya juara!

nah ini yang kami pesan
seporsi nasi jagung dengan sayur gudangan, ditaburi ikan asin goreng
sedikit sambal dan tahu bacem
rasanya?
kalau anda baru pertama makan nasi jagung mungkin terasa aneh, karena tidak seenak nasi putih
tapi jika makannya dicampur sambal, gudangan, dan teri, hmmm.....sedap sekali! s
saya tidak bohong, enyaakkk....gurih, manis, asin, pedas
apalagi ditambah lauk tahu bacemnya yang empuk dan manis

satu porsi cuma 8.000 saja, air minumnya gratis
cocok sekali untuk pengisi perut setelah berolahraga di Stadion Manahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...