Senin, 28 Mei 2018

Mencicipi Aneka Jenang di Depot Eco Roso Solo


Ditengah serbuan kafe yang kekinian dan instagramable, warung makan yang menyediakan makanan tradisional makin berkurang

Salah satu yang masih bertahan adalah Depot Eco Roso

Warung makan di daerah Serengan Solo ini selain menyediakan aneka masakan jawa juga menyediakan berbagai jenis jenang atau bubur tradisional

Jenang atau bubur adalah makanan yang dibuat dari tepung beras atau tepung ketan, dimasak dengan santan ditambahkan gula merah atau gula putih

subscribe kami di Youtube
Mewalik Jaya

Masyarakat Jawa, khususnya di Wilayah Surakarta dan sekitarnya menggunakan jenang sebagai menu pelengkap ketika melakukan ritual selamatan

Kehadiran jenang di sini menyimbolkan doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa

Bahkan setiap tahun, kota Solo membuat festival khusus jenang

Semarak Ragam Jenang Solo

Sedemikian pentingnya posisi jenang dalam masyarakat jawa, maka saya sebagai orang jawa juga harus ikut melestarikan jenang

Dengan cara mencicipi dan mendokumentasikannya untuk anda ^_^

Depot Eco Roso ini beralamat di Jl. Dr. Rajiman No.181, Jayengan, Serengan, Solo
ancer-ancernya jalan selatan Matahari Singosaren, ke arah barat, seberang toko jam Mutiara
anda bisa mengintip jadwal buka dan menunya di IG resmi Depot Eco Roso


pertama masuk kesini kesan saya....bersih sekali!
interiornya berwarna putih, meja ditata rapi, tidak ada sampah berserakan
keren dan nyaman

selain jenang disini juga menyajikan aneka menu masakan jawa
seperti nasi langgi, tahu acar, es dawet, gula asem, dll

karena jenis jenangnya banyak saya memesan 3 porsi dengan rasa yang berbeda
yang saya pesan dari kiri-kanan adalah
Jenang sumsum jagung (warna hijau), jenang mutiara (warna merah), dan jenang sumsum putih (warna putih)
tidak lupa segelas es teh tawar
karena kita makan makanan manis, selalu pesan minum tawar agar bisa menetralkan lidah anda

mari kita coba dulu jenang mutiaranya
mutiara yang berbentuk bulat-bulat merah kecil ini terbuat dari sagu
rasanya kenyil-kenyil dimulut dan gurih, sementara kuahnya dari santan yang manis
perpaduannya pas sekali, enakkkk....mengingatkan waktu saya kecil dulu, ibu saya sering membuat jenang mutiara untuk dimakan sekeluarga

yang kedua adalah jenang sumsum jagung 
jenang ini terbuat dari tepung beras, dicampur dengan pipilan jagung manis yang sudah direbus
rasa jenang atau bubur sumsumnya gurih, ketika dikunyah terasa tekstur jagung manisnya krenyes...krenyess....
kuahnya tidak terlalu manis, terbuat dari gula jawa, ada sedikit rasa asamnya

terakhir adalah jenang sumsum putih
jenang ini pasti sering anda temui diacara hajatan sekitar kampung
rasa jenang sumsumnya gurih, teksturnya kental sekali (bisa anda lihat di video yang saya sertakan)
kuahnya sama seperti sumsum jagung, manis sedikit asam
saya sukaaaa.....semua masakan disini tidak terlalu manis atau gurih, diracik dengan komposisi yang seimbang
jadi kita tidak eneg atau bosan walau mencicipi berbagai menunya

jangan lupa minum teh tawarnya

baru 10 menit, loh...kok jenangnya hilang??!!
ternyata sudah pindah ke perut saya semua ha3x
oh iya saya lupa harganya, satu mangkok jenang disini harganya 7rb an
semua menu dimeja saya tadi habisnya 23.000, lumayan murah kan? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...