Minggu, 01 April 2018

Perpustakaan Mangkunegaran Reksa Pustaka Solo

Perpustakaan bukan hanya tempat seorang mahasiswa atau sarjana mencari bahan penelitian

Perpustakaan yang lengkap koleksinya juga banyak membantu memecahkan persoalan masyarakat umum



Seperti beberapa kisah ini yang saya kutip dari tabloid Intisari tanggal 5 Desember 1980 dengan judul artikel "Perpustakaan Museum Nasional Juga Bisa Untuk Mencari Data Pribadi"
(saya hanya berlandaskan ingatan kasar, jika ada kesalahan kutip mohon dimaafkan)

Akisah ada seorang pemuda yang kebingungan karena ayahnya akan dipensiunkan, masa pensiun pegawai pemerintahan saat itu adalah 55 tahun sementara keluarga pemuda  tersebut membutuhkan biaya banyak untuk anak-anaknya yang masih bersekolah

Ayah pemuda tersebut hanya ingat tanggal lahirnya berdasarkan hitungan kalender Jawa

Pemuda tersebut pun datang ke Perpustakaan Museum Nasional untuk minta tolong, mengkonversi tahun kelahiran ayahnya dari kalender jawa ke kalender masehi

Petugas museum mengambil almanak 200 tahun, dalam beberapa menit saja tanggal yang tepat telah ditemukan

Betapa leganya pemuda tersebut ternyata ayahnya belum memasuki umur masa pensiun, masih sisa beberapa tahun lagi sebelum ayahnya mencapai umur 55tahun berdasarkan kalender masehi

Surat keterangan yang ditanda-tangani kepala Perpustakaan Museum Nasional pun dipercaya oleh instansi tempat ayahnya bekerja, dan ayahnya terhindar dari pensiun dini

Lain lagi kisah seorang ibu tua dari Semarang, anaknya yang bekerja dikantor asing mampu menggunakan empat bahasa asing: Inggris, Perancis, Jerman, dan Belanda

Tapi karena ijazah HBS (sekolah menengah Belanda) tahun 1936 nya hilang, anaknya tidak mendapat penghargaan sewajarnya dikantor tempatnya bekerja

Kepala perpustakaan langsung mengambil bundel koran Belanda "De Locomotief" bulan Mei-Juni 1936

Benar juga ternyata nama anak ibu tersebut diumumkan dalam berita kelulusan HBS dikoran Belanda itu

Tidak sia-sia ibunya pergi ke Perpustakaan Museum Nasional, surat keterangan dan fotokopi koran dari perpustakaan pun dipercaya oleh pimpinan tempat anaknya bekerja 

Sehingga pegawai yang bersangkutan mendapat penyesuaian yang diharapkan, tanpa harus mencari salinan ijazah yang telah hilang entah kemana


Kisah diatas patut menjadi contoh, jika perpustakaan dikelola dengan benar maka masyarakat luas bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan berbagai informasi

Walaupun jaman sekarang yang serba digital semua informasi bisa kita akses lewat internet dirumah, selalu akan ada kepingan-kepingan informasi yang tidak masuk dalam arsip digital dan harus kita telusuri secara manual

Perpustakaanlah tempat yang sesuai untuk mencari informasi tersebut

Perpustakaan yang menyimpan informasi sebanyak contoh diatas tentunya bukan perpustakaan yang dikelola sembarangan

Hanya perpustakaan besar dan berumur lama yang masih menyimpan koran atau berita puluhan tahun lalu, biasanya perpustakaan universitas atau perpustakaan milik pemerintah setempat

Ada satu perpustakaan lagi yang masih menyimpan koleksi-koleksi buku lama, perpustakaan milik keraton atau kerajaan

Seperti yang kita tahu, Indonesia dulunya terdiri dari berbagai kerajaan

Beberapa kerajaan besar masih eksis sampai sekarang, dan mereka masih rapi menyimpan arsip-arsip kerajaan

Salah satu contohnya adalah perpustakaan milik keraton Mangkunegaran Solo ini yaitu Perpustakaan Reksa Pustaka

Reksa Pustaka didirikan tanggal 11 Agustus 1867 atau 151 tahun yang lalu oleh KGPAA Mangkunegoro IV

Reksa Pustaka berasal dari kata Rekso yang berarti penjagaan, pengaman, dan pemeliharaan sedang Pustaka berarti tulisan, surat, atau buku

Perpustakaan ini terletak dilantai dua sisi timur Istana Mangkunegaran

Mari kita lihat saja langsung ke Istana Mangkunegaran
anda bisa masuk lewat pintu timur Mangkunegaran


parkir motor anda depan gerbang 
tidak ada penjaga yang stand by, langsung masuk saja kedalam keraton

perpustakaan ini memang jadi satu komplek dengan keraton
jadi sambil berjalan menuju lokasi perpustakaan anda bisa melihat-lihat keindahan bangunan keraton

memasuki lorong menuju perpustakaan Reksa Pustaka
jika anda bingung silahkan bertanya kepada pegawai yang berlalu-lalang sepanjang lorong ini

akhirnya sampai juga kepintu masuk Reksa Pustaka
perpustakaan berada dilantai 2, jadi anda harus naik tangga dahulu

nahh....sampailah kita diperpustakaan keraton Reksa Pustaka
suasananya hening, petugasnya rapi, dan ada beberapa mahasiswa yang berkunjung mencari bahan penelitian

sebelum masuk anda harus mengisi buku tamu dahulu
dan ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi
dilarang berisik, mengambil buku sendiri, mengambil foto buku tanpa ijin, dll

koleksinya menakjubkan, buku-buku kuno dan lawas semua
anda seperti kembali ke tempoe doloe lagi
halaman-halaman bukunya coklat bersih, masih memakai font mesin ketik jadul, dan ejaan yang belum diperbarui
buku, foto, naskah kuno, bahkan naskah yang masih dalam bentuk lontar pun ada disini
hampir ada 6000 judul naskah dan buku yang tersimpan di Reksa Pustaka, terdiri dari bahasa Jawa, Inggris, Belanda, Perancis, dan Jerman

anda pernah menonton Angel and Demon?
adegan ketika Robert Langdon diberi ijin masuk perpustakaan Vatikan
buku-buku disini mirip banget di adegan tersebut!
jilidannya banyak yang sudah rapuh, aroma kertas tua menyeruak tiap kita membuka halaman buku
saya harus berhati-hati tiap membuka satu persatu halaman agar tidak merusaknya

pengunjung tidak boleh mengambil buku sendiri
anda bisa mencari judul buku yang diinginkan lewat aplikasi katalog yang disediakan
nanti petugas akan mengambilkan buku yang anda inginkan

jika anda ingin mengambil foto halaman buku ada tarif tersendiri
untuk apa nanti uang ini? tentunya untuk biaya operasional perpustakaan ini
karena perpustakaan ini terbuka umum tanpa biaya masuk, dana operasional hanya mengandalkan dari keraton Mangkunegaran

spot khusus untuk duduk sambil ngobrol santai
pendapat saya pribadi perpustakaan ini bagus sekali, hanya kurang berbagai alat penunjang (karena keterbatasan dana)
misalkan alat pengatur suhu agar kelembaban terjaga, penerangan yang lebih baik, digitalisasi naskah-naskah kuno (agar pengunjung bisa mengakses naskah kuno tanpa merusak naskah aslinya), dll

jika anda punya waktu luang, datang dan membaca buku disini bisa menjadi pilihan liburan yang bagus
selain menambah ilmu pengetahuan, suasanannya juga menenangkan jiwa
membaca naskah jawa kuno dilantai atas keraton sambil sayup-sayup mendengar suara abdi dalem berlatih gamelan
ahh....pengalaman yang sangat berharga sekali


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...