Rabu, 21 Maret 2018

Hari Peduli Sampah Nasional 2018 di CFD Solo

Di tahun 1997, Kapten Charles Moore sepulang lomba perahu layar rekreasi dari Hawai menemukan konsentrasi sampah ditengah laut Pasifik Utara

Luasnya diperkirakan 2 kali luas wilayah negara bagian Texas, itu berarti sekitar 1,2 juta kilometer persegi dengan berat lebih dari 3 juta Ton

Beberapa orang menyebutnya Pulau Sampah Pasifik

Tentu penyebutan "Pulau" terlalu berlebihan, karena sampah itu tersebar ditengah laut, mengapung, tenggelam, dan terpisah-pisah

Sampah yang berasal dari berbagai negara industri berkumpul di area tersebut karena terbawa pola arus yang memutar, Amerika Serikat menjadi penyumbang sampah terbesar di Pulau Sampah tersebut

foto dari google

Bayangkan ketika anda membeli seporsi bakso untuk dibawa pulang, bakso anda akan dibungkus oleh beberapa plastik (plastik kuah, plastik saos, plastik sambal, dan plastik tas besar)

Mulai dari warung sampai rumah mungkin hanya butuh 15-20 menit umur tas plastik tersebut, sesampai dirumah anda akan membuang semua bungkus plastik ke tempat sampah

Jutaan bungkus plastik seperti ini dikumpulkan ke tempat penampungan sampah, sebagian akan didaur-ulang

Tapi sebagian lagi akan tertimbun didalam tanah atau terbuang ke laut lepas, butuh waktu puluhan tahun agar sampah plastik tersebut terurai

Waktu yang tidak sepadan dibanding umur pakai sebagai pembungkus makanan dari warung

Kapten Charles Moore
http://onlinegreatpacificgarbagepatch.weebly.com/discovery.html

Sampah yang terbuang dilaut adalah yang terburuk karena akan menggangu ekosistem rantai makanan

Ketika sampah plastik ini hancur maka mudah sekali sampah ini ikut termakan hewan-hewan laut (ikan mengira butiran sampah ini plankton)

Ikan-ikan yang memakan sampah plastik tersebut kemungkinan besar akan terjaring nelayan dan berakhir di meja makan anda

Mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi sampah ini bisa berakibat buruk bagi kesehatan kita

Untuk itu para pemuda generasi penerus bangsa harus diajari cara mengolah sampah yang benar, agar kelak anak cucu kita bisa hidup sehat dan bahagia (halah....kayak slogan pemerintah)

Hari Peduli Sampah Nasional 2018 kemarin beberapa komunitas warga Solo yang peduli akan sampah merayakannya dengan mengadakan berbagai kegiatan menarik di CFD Slamet Riyadi

Berikut beberapa moment yang berhasil saya dokumentasikan


acara diadakan didepan loji gandrung, rumah dinas walikota Solo
dimulai pukul 7 tepat, ada banyak kegiatan yang dilaksanakan serentak
membersihkan sampah sepanjang jalan Slamet Riyadi, fashion show gaun dari sampah, melukis tong sampah, tukar sampah dengan bibit sayur, dll


dan pesertanya.....banyak!!
peserta membersihkan sampah ini terdiri dari adik-adik sekolah di Solo

mulai dari pelajar SMA/SMK

adik-adik SMP

hingga muri SD juga turut serta dalam acara ini

komunitas peduli sampah Gropesh pun tak lupa turut serta
mereka berjalan dengan membawa sapu, pengki, dan plastik besar untuk wadah sampah
hari itu sepanjang jalan Slamet Riyadi menjadi bersih berkat kerja keras adik-adik kita ini
sungguh kegiatan yang patut diacungi jempol!

sementara itu tak kalah menarik 
ibu-ibu dari kelurahan se-Solo menggelar berbagai kerajinan rumah tangga yang berasal dari sampah plastik
ada lampu dari botol mineral, dompet dari bungkus kopi, vas bunga, dll

rutan klas 1 Surakarta juga tak ketinggalan memeriahkan acara Hari Peduli Sampah Nasional ini

ini semua karya dari warga rutan lo...
jadi selama masa rehabilitasi didalam rutan, mereka diajari berbagai kegiatan positif seperti membuat peralatan rumah tangga dari sampah ini

yang paling mmenyedot perhatian warga adalah gaun dari sampah

dibuat oleh salah satu SMA dari Solo
mbak-mbak cantik ini banyak dikerubuti warga yang ingin berfoto selfie

lomba melukis tong sampah juga salah satu kegiatan yang menarik minat warga Solo

dengan melukis tong sampah, diharapkan warga lebih tertarik membuang sampah ditong sampah
dan membuat kesan tong sampah yang kotor hilang, diganti oleh goresan indah adik-adik kita ini


tukar sampah dengan bibit
bibit yang dibagi besar-besar lo!
lihat cabe dan terongnya sudah tinggi, tinggal pindah ke kebon mantap ini

warga solo tinggal membawa sampah dan menukar dengan petugas yang berada dilokasi
bibit sayur pun bisa dibawa pulang kerumah masing-masing

komunitas cosplay Solo juga turut menyemarakkan acara Hari Peduli Sampah kali ini
kehadiran cosplayer ini menambah meriah acara, banyak remaja yang ikut foto bareng 
(kayak saya hahaha)


sementara itu diseberang loji gandrung ada stand cek kesehatan
anda bisa cek kesehatan disini gratis

mumpung gratis saya ikut cek kesehatan juga
cek tensi dulu

lalu timbang berat badan

dan hasilnya adalah...saya Hipertensi ha3x (mewek)

panitia juga menyedikan kain putih panjang yang boleh diisi tanda tangan warga
tanda tangan ini sebagai penanda, bahwa warga Solo akan turut menjaga kebersihan lingkungan terbebas dari sampah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...