Rabu, 21 Februari 2018

Menanam Pohon Salam

Menurut mitos Yunani pohon salam berasal dari wanita cantik bernama Daphne, putri Peneus sang dewa sungai

Suatu ketika Apollo sang dewa matahari jatuh cinta kepada Daphne (karena panah Eros) dan mengejar Daphne sampai ujung dunia

Daphne yang tidak menyukai Apollo lalu memohon kepada ayahnya sang dewa sungai untuk dijadikan sebuah pohon

Peneus pun mengabulkan permintaan putrinya, dan mengubah Daphne menjadi pohon Salam

Melihat kejadian itu Apollo bersedih dan sejak itu pula Apollo menggunakan mahkota yang terbuat dari daun salam untuk mengenang cintanya kepada Daphne


Selain untuk bahan masakan, daun salam juga dikenal mempunyai efek menenangkan

Pythia atau pendeta dari kuil Oracle Yunani kuno, mengunyah daun salam untuk membantunya mencapai efek trans dan membuat ramalan


Sementara beberapa orang sampai saat ini membakar daun salam kering di dalam kamar untuk mendapatkan efek aromatherapy (belum pernah coba? cobalah!)

Di beberapa postingan sebelumnya, saya sempat menulis panen buah salam dari kebon belakang rumah

Panen Buah Salam

Saya termasuk beruntung sekali karena pohon salam tersebut tumbuh liar tanpa saya tanam

Sepertinya karena bijinya terbuang dibawa burung atau kelelawar

Dan banyak teman juga tetangga yang tertarik dengan daun salam untuk bumbu masakan, saya mencoba untuk memperbanyaknya

Menurut infomasi, pohon salam bisa diperbanyak lewat stek batang dan menyemai bijinya

Karena pohon salam saya berbuah banyak, maka kita coba saja menanam salam dari bijinya

sisa biji dari buah yang saya makan dan buang dipojok kebun
ternyata berkecambah dan tumbuh menjadi bibit salam!

tinggal gali tanah disekelilingnya
dan kita dapat bibit salam gratis, horeeee...

karena akar salam ini panjang
anda harus menggali agak dalam dan berhati-hati
agar akarnya tidak putus

bersihkan setiap bibit dan pilih yang akarnya lengkap
siap dipindah ke pot pembesaran

bibit salam dari kebun yang sudah dipindah ke pembesaran
lumayan sekali mencari dapat 30 lebih pot!

bibit salam umur kurang lebih 2 bulan
lama juga tumbuhnya ya

bibit salam tersebut sebagian saya bagi ke tetangga
sebagian lagi saya bawa ke Bibit Puisi untuk dibagi ke warga Solo

Oh ya, jangan lupa datang ke Bibit Puisi
setiap minggu pagi di CFD Slamet Riyadi depan Gramedia ya
(2 minggu sekali ding hihihi)

mas Wim, anggota Gropesh yang keren
tak ketinggalan ikut membaca puisi dan membawa pulang bibit salam

anda tinggal membaca puisi yang sudah ada
dan bisa membawa pulang salah satu bibit yang tersedia
Gratis!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...