Rabu, 28 Februari 2018

Festival Semarak Ragam Jenang 2018

Tanggal 17-2-2018 kemarin Pemkot Solo merayakan ultah kota Solo yang ke 273 dengan mengadakan Festival Semarak Ragam Jenang di Benteng Vastenburg

Akan ada 273 stan yang berpatisipasi dan setiap stan menyediakan 100 takir jenang (bubur), jadi total akan ada 27.300 takir bubur yang nantinya akan dibagikan gratis kepada warga Solo

Kenapa jenang?

Jenang atau bubur adalah makanan yang dibuat dari tepung beras atau tepung ketan, dimasak dengan santan ditambahkan gula merah atau gula putih



Masyarakat Jawa, khususnya di Wilayah Surakarta dan sekitarnya menggunakan jenang sebagai menu pelengkap ketika melakukan ritual selamatan

Kehadiran jenang di sini menyimbolkan doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa

Misalnya untuk mendoakan supaya ibu hamil diberikan kelancaran dalam melahirkan, maka dibuatlah selamatan dengan menggunakan jenang procotan



Begitu pula ketika memberi nama kepada bayi setelah lahir maka dibuatlah jenang sepasaran

Setelah punya hajat pernikahan supaya pengantin dan seluruh panitia yang terlibat diberi kesehatan, berkah dan kekuatan maka diadakan selamatan dengan membuat jenang sungsum

Jadi Pemkot berharap dengan menghadirkan menu jenang dalam HUT Solo, selain untuk melestarikan budaya juga sekaligus bentuk ucapan syukur kepada Tuhan YME atas kelimpahan rejeki dan kesehatan bagi kota Solo


acara Semarak Ragam Jenang dimulai jam 9 pagi
tapi sebelum acara dimulai benteng Vastenburg sudah dipadati warga Solo yang ikut merayakan ulang tahun kota tercintanya


beberapa stand sudah mempersiapkan jenangnya masing-masing 
ada 17 jenis jenang yang nanti akan dibagikan disini
jenang procot, jenang sumsum, jenang puputan, jenang sambel goreng dll

jenang merah putih, jenang ini biasanya disajikan ketika selametan bayi yang baru lahir
putih melambangkan sari pati bumi, dan merah melambangkan darah ibu dan bapak yang menghadirkan si bayi kedunia
makna jenang merah putih adalah sebagai ungkapan penyerahan diri kepada Tuhan, memohon keselamatan dan keberkahan hidup kepada Tuhan Sang Pencipta

jenang lemu sambel goreng maknanya tak lemah membangun semangat baru dalam kehidupan
jenang atau bubur ini terdiri dari tepung beras dan lauk komplit, ada kacang merah, kentang, kulit sapi, dan bumbu dapur lainnya
benar-benar akan memberi semangat baru setelah dimakan

jenang katul maknanya kita hidup tak bisa berdiri sendiri, selalu membutuhkan orang lain
jenang ini dibuat dari dedak, sisa gilingan dari padi

jenang rangrang maknanya manusia seharusnya belajar mengontrol emosi kemarahannya, agar kekuatan pada dirinya bisa bermanfaat untuk sesama

beranjak siang makin banyak warga solo yang datang ke lokasi
petugas mulai kerepotan mengatur warga yang berdesakan melihat setiap stand

jenangnya sendiri akan dibagikan gratis setelah acara diresmikan oleh Walikota Solo
setiap stand sibuk mengejar waktu menyiapkan hidangan jenang dan menjawab pertanyaan para warga yang datang 
"Ini namanya jenang apa bu?"
"Sudah boleh mencicipi?"

tidak hanya dinas pemerintah yang membuka stand disini
ada sekolah, bank, pos, rumah sakit, dll
contohnya mbak-mbak dari stand RS Dr Oen ini yang sedang sibuk menyiapkan jenang sambel goreng
duh...lihat keringat sampai membasahi make-upnya

santai saja mbak...saya gak minta jenangnya kok, cuma numpang foto hi3x

nahhh...ini stand dari kampus saya dulu
STIE dan STMIK Adi Unggul Bhirawa atau warga solo lebih mengenal AUB

dalam acara ini AUB membawa jenang yang unik
jenang yang disajikan diatas intip atau kerak sisa menanak nasi yang digoreng utuh

lucu bukan?

pembagian jenang dimulai setelah penyambutan dari Walikota Solo
setiap pengunjung diberi kreweng atau pecahan genting yang nanti bisa ditukar jenang
semacam kupon gitu, tapi model tradisional
hal ini melambangkan bahwa kehidupan manusia berasal dari tanah (bahan baku genting) dan nantinya kembali ke tanah, jadi kita tidak boleh menyombongkan harta yang sementara didunia ini

akhirnya warga solo pun bisa menikmati jenang gratis pagi itu :)
Selamat ulang tahun kota Solo!
semoga ultah Solo tahun depan bisa lebih meriah lagi
oh ya...semoga kota Solo kedepan makin diberkati, makmur, dan aman dari segala gangguan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...