Minggu, 17 Desember 2017

Mengenal Sekolah Pagesangan Gunung Kidul di Rumah Banjarsari

Gunung Kidul adalah salah satu wilayah yang tandus, kekurangan air, dan tidak subur

Hal tersebut mengakibatkan banyak remaja setelah lulus sekolah pergi meninggalkan desa kelahirannya untuk mengadu nasib ke kota

Sementara yang bertahan di Gunung Kidul harus siap untuk menghadapi kerasnya alam dan tradisi

Mereka harus mengolah lahan tandus untuk ditanami pangan, juga banyak remaja yang putus sekolah dan dinikahkan ketika masih berusia dini

Tingginya angka urbanisasi dan putus sekolah ini menginspirasi Ibu Diah Widuretno untuk mendirikan Sekolah Pagesangan

video dari Youtube

Sekolah ini terletak di Dusun Winatos, Desa Girimulya, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Diambil dari kata "Gesang" yang berarti "Hidup", Sekolah Pagesangan adalah Sekolah Kehidupan yang tidak hanya mengajarkan mata pelajaran secara teori

Tapi juga mengajarkan anak-anak dusun Winatos tentang wirausaha, permainan tradisional, menanam pangan sendiri, dll

Karena sekolah ini bukan sekolah resmi, maka pertemuan diadakan 3x seminggu setelah anak-anak selesai sekolah resmi

Ibu Diah berusaha menggali potensi lokal yang bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi


Anak-anak desa diajari cara urban farming, bagaimana menanam tanaman pangan lokal ditanah yang tandus dengan sistem permaculture

Membuat pupuk kompos sendiri, mengolah tanah, membuat grow bed, tumpang sari, menghemat air dalam menyiram, dll

Hasil menanam ini nanti akan diolah bersama, mereka juga belajar membuat dan mengemas tepung gaplek, tiwul, tempe koro supaya bisa dijual lagi

Memasak menu-menu lokal seperti pecel, nasi merah, nasi tiwul, dsb

Dengan mengolah potensi pangan lokal, bu Diah berharap para generasi muda dusun Winatos bisa memajukan desanya tanpa harus meninggalkan desa ketempat lain

Kebetulan sekali bulan kemarin ibu Diah dan Sekolah Pagesangannya mampir ke Solo untuk menularkan virus kemandirian dan kreatifitasnya

diskusi diadakan di Rumah Banjarsari
Rumah Banjarsari adalah ruang terbuka untuk seni dan budaya yang 
bebas dikunjungi oleh masyarakat umum
jika anda ingin mengadakan pemutaran film atau tari karya sendiri, 
anda bisa menghubungi pengurus Rumah Banjarsari
pun jika anda pencinta seni dan ingin melihat karya-karya seniman lokal 
bisa update jadwal Rumah Banjarsari
alamatnya di Jl Syamsurizal no 10 Banjarsari Solo (area taman banjarsari, dekat pasar Legi)

siang jam 12 acaranya ternyata sudah dimulai
warga Solo yang tertarik akan Sekolah Pagesangan sudah berkumpul

acara pertama adalah melihat pemutaran film dokumenter Sekolah Pagesangan
di film ini anda akan melihat berbagai kegiatan Sekolah Pagesangan
mengolah lahan, menanam, membuat produk pangan, pemasaran, dll
para siswa Sekolah Pagesangan secara natural terlihat mahir dan menguasai sekali
ketika sedang membuat kompos atau memasak tiwul

setelah film selesai diputar, saatnya berdiskusi
Pak Zen (bertopi) pengurus Rumah Banjarsari mengenalkan terlebih dahulu Sekolah Pagesangan kepada peserta diskusi
lalu diskusi dibuka oleh ibu Diah Widuretno (hijab pink, sebelah kiri)

diskusi dan pertanyaan mulai dilontaakan oleh peserta dan dijawab dengan lancar oleh ibu Diah
"Darimana biaya kegiatan operasional Sekolah Pagesangan?" 
(dari donasi dan usaha mandiri)
"Lahan siapa yang dipakai untuk belajar menanam?" 
(lahan dari para orangtua siswa Sekolah Pagesangan sendiri)
"Siapa yang boleh ikut Sekolah Pagesangan?"
 (semua warga dusun, dari anak-anak maupun orang dewasa yang ingin belajar)
dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sudah saya rangkum menjadi artikel diatas

acara selanjutnya yang paling dinantikan adalah pameran produk pangan lokal gunung kidul
iniiii.....yang saya tungggu, icip-icip he3x

makanan yang dipamerkan disini dimasak langsung didapur Rumah Banjarsari
mereka datang pagi-pagi sekali dan mulai memasak
untuk memastikan makanan yang disajikan segar dan terjamin kualitasnya

masakan yang disajikan ada pecel dengan sayur hasil kebun, tiwul gurih, tiwul manis, lodeh, bakwan, tempe koro bacem dan tempe mendoan koro

dibawa juga pangan hasil olahan yang telah dikemas
seperti Beras Jali

thiwul atau beras dari singkong
anda hanya tinggal menanaknya biasa agar bisa menjadi nasi thiwul

tepung mocaf atau tepung singkong
sebelum menjadi thiwul, singkong dibuat tepung dulu menjadi mocaf
jadi urutannya singkong->tepung mocaf->thiwul
anda bisa memakai tepung ini ke aneka masakan lain, bolu, nastar, brownis, dll

anda tertarik dengan produk ini?
silahkan hubungi alamat ini

tempe koro atau tempe yang terbuat dari kacang koro
dengan membuat tempe dari bahan selain kedelai, Sekolah Pagesangan bertujuan untuk mengenalkan diversifikasi atau penganekaragaman pangan
supaya masyarakat tidak tergantung pada satu bahan pangan tertentu saja
karena tempe yang ada dipasaran hampir 80% memakai kedelai impor, yang rawan sekali mengalami naik turun harga jika nilai tukar melemah

ini lo wujud tempenya
agak sedikit liat dibanding tempe kedelai memang
tapi rasanya tidak kalah enak


sale pisang, dengan dibuat sale maka pisang hasil kebun warga bisa lebih awet dan bernilai tinggi


salah satu siswa Sekolah Pagesangan sibuk memberi penjelasan kepada peserta diskusi
kasian juga ya, pagi-pagi datang, masak beragam makanan, meladeni makan siang peserta diskusi, masih harus menerangkan berbagai pertanyaan 
yang sabar ya mbak....hiks3x 
(saya salah satu yang banyak bertanya waktu itu hihihi)

whoaaaa....mari dipilih menunya kakaa

pak Zen sedang antri makan siang

menu yang dipilih pak Zen adalah lodeh nasi merah
dengan lauk tempe bacem

tiwul manis dengan taburan parutan kelapanya juga tak kalah lezat
manis dan legit!

sementara saya memilih tiwul gurih dengan pecel ndeso
dan tempe mendoan koro goreng
pecel dan tiwulnya enak sekali, yang paling mengagetkan saya adalah rasa mendoan koronya
enakkkk sekali...teksturnya empuk, dan adonan tepung mendoannya special, seperti ada rempah yang dicampur, baru kali ini saya merasakan kenikmatan makan mendoan seperti ini

saya sampai pesan 2 bungkus untuk dibawa pulang lo....mantap!
akhir kata, saya sangat berterima kasih atas ilmu barunya
dan semoga Sekolah Pagesangan sukses selalu dalam mengangkat potensi lokal Gunung Kidul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...