Minggu, 15 Oktober 2017

Melihat Wayang Potehi di Klenteng Tien Kok Sie Solo

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya di Jelajah Jazirah Arab Pasar Kliwon Solo bersama Laku Lampah

Ketika jaman Belanda, warga keturunan China dipisah dan diberi tempat sebelah utara Benteng Trade Centre

Maka jika anda perhatikan, sepanjang jalan RE Martadinata Solo bergeliat kehidupan ekonomi dari warga Solo keturunan China

Toko-toko milik warga keturunan China, warung yang menyediakan kuliner khas China, maupun tempat ibadah bagi warga Solo keturunan China

Salah satu tempat ibadah bagi penganut kepercayaan Tridharma (Tao, Konghucu, Buddha) yang terletak di Jl Re Martadinata adalah Vihara Avalokiteswara atau lebih dikenal masyarakat dengan nama Klenteng Tien Kok Sie

              klenteng ini terletak selatan Pasar Gede Solo
dengan alamat lengkap 
Jl. RE Martadinata No.14, Sudiroprajan, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah

Karena arti penting Klenteng ini bagi warga Solo, maka klenteng ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Walikota Surakarta tahun 2014

Beberapa sumber menyebutkan Klenteng ini dibangun berbarengan dengan Keraton Solo sekitar 1744

Selain untuk ibadah sehari-hari klenteng ini juga terbuka untuk umum, anda bisa datang dan melihat-lihat bangunan indah klenteng yang terletak persis di sebelah selatan pasar Gede Solo

Nah....setiap tahun disini diadakan pertunjukan Wayang Potehi (po tay hie) atau sering disebut wayang China untuk memperingati kelahiran Dewi Kwan Im

Potehi berasal dari kata pou (kain), te (kantong), dan hi (wayang), jadi wayang potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain

Cara memainkannya, tangan sang dalang akan masuk ke wayang menggerakkannya layaknya wayang lain (mirip wayang golek)

Bulan Juli kemarin saya berkesempatan melihat pertunjukan wayang potehi yang diadakan dihalaman Klenteng Tieng Kok Sie

Pertunjukan digelar gratis, anak-anak, remaja, bapak, kakek, boleh ikut menonton tanpa dipungut bayaran

Bahkan disediakan pula makanan dan minuman gratis untuk menemani menonton Wayang Potehi

pertunjukan dimulai dari siang sampai malam
istirahat sebentar ketika masuk jam ibadah Sholat Maghrib
setelah istirahat inilah ramai warga datang melihat karena memang bertepatan waktunya ketika kegiatan kerja atau sekolah sudah usai dan saatnya bersantai

Klenteng Tien Kok Sie yang dihias dengan indah menyambut hari kelahiran Dewi Kwan Im

warga Solo yang antusias menikmati pertunjukan wayang potehi

beginilah wayang potehi ketika beraksi, bahasa yang dipakai bahasa Indonesia 
dengan sesekali diselipi dialek Hokkian
saya sendiri tidak begitu hapal cerita rakyat dari China, jadi tidak bisa mengikuti jalan ceritanya hiks3x

minuman wedang ronde yang disediakan gratis untuk pengunjung

disebelah dalam klenteng ada timlo yang juga gratis untuk pengunjung
jangan sungkan untuk masuk dan melihat-lihat klenteng
pengurus dan panitia acara sangat ramah dalam menyapa setiap pengunjung

jadi jangan ketinggalan, tahun depan jika ada Wayang Potehi lagi
langsung saja datang ke klenteng Tien Kok Sie untuk menikmati pertunjukan wayang potehi
(dan makan gratis! hi3x)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...