Sabtu, 09 September 2017

Jelajah Jazirah Arab Pasar Kliwon Solo bersama Laku Lampah

Jika anda sudah bosan wisata ke pegunungan atau jalan-jalan di mall yang penuh sesak orang

Dan ingin wisata lain yang bermanfaat, cobalah ikut Laku Lampah


Laku Lampah adalah komunitas wisata asal Solo yang memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kearifan lokal budaya suatu kampung/wilayah

Laku Lampah pertama diadakan tahun 2012, dulu bernama "Blusukan Solo" tapi karena lokasi jelajah yang makin meluas tidak hanya dikota solo maka namanya berubah menjadi Laku Lampah

Kegiatan wisata Laku Lampah tidak seperti tur wisata lainnya yang berkunjung ke spot-spot wisata ternama, disini anda akan diajak masuk ke gang-gang, kampung ke kampung, rumah tua, situs-situs lokal yang sudah terabaikan, dan hal menarik lainnya

foto; Laku Lampah 

Juni kemarin Laku Lampah mengadakan acara jalan-jalan melihat kampung arab daerah solo, tepatnya di pasar Kliwon

Peserta diajak masuk ke gang-gang Pasar Kliwon dan sekalian belajar sejarah keturunan arab yang ada disana

Berikut beberapa aktifitas selama Laku Lampah yang berhasil saya dokumentasikan, apa yang saya sampaikan disini adalah penjelasan dari pemandu Laku Lampah

catatan; karena saya mendengar penjelasan pemandu secara samar-samar (tertutup suara bisingnya motor), mohon dikoreksi bila ada kesalahan penyebutan sejarah atau nama lokasi situs

acara dimulai sekitar jam 16:00 dari Kelurahan Kedunglumbu
peserta Laku Lampah dibatasi sekitar 30 orang
jadi jika anda tertarik ikut, selalu rutin pantau FB resmi Laku Lampah
dan segera reservasi ketika pendaftaran dibuka


sesuai namanya Laku Lampah atau berarti "Berjalan" maka selama wisata 
maka peserta akan berjalan kaki
dipandu oleh mas Fendy Fawzi Alfiansyah (paling depan) 
dan beberapa panitia yang mengikuti dibelakang mengatur dirombongan

pertama kita melihat rumah dari salah satu kapitan arab 
(saya agak lupa nama beliau, Sayid bin....maaf lupa he3x)
karena kurangnya kepedulian tentang sejarah, rumah-rumah dikampung ini 
masih banyak yang terjaga keasliannya
walaupun konstruksinya rata-rata sudah memprihatinkan

menelusuri lorong-lorong antar rumah di kampung Pasar Kliwon
bau gaharu keluar dari jendela semerbak menusuk hidung disepanjang jalan
(wewangian dari kayu khas favorit timur tengah)

pemberhentian berikutnya kita mempelajari model-model rumah arab yang khas disini
bentuk bangunan, pintu, dll
juga disekitar area kita berhenti ada rumah dari Yosodipuro, salah satu pahlawan kota Solo
sayangnya kita tidak bisa mampir dan melihatnya, hanya melewati saja

stuktur pintu masuk khas rumah arab yang banyak kita lihat disini

yup, pintu tidak langsung menghadap ke gerbang atau jalan raya
tapi selalu ada tangga yang menghubungkan gerbang masuk ke pintu

adik kembar kecil yang lucu dan menggemaskan di depan salah satu rumah

anda akan menemui banyak wajah-wajah keturunan timur tengah dikampung ini
berbaur bersama warga keturunan jawa tanpa ada sekat dan perbedaan
benar-benar Bhinneka Tunggal Ika

salah satu rumah warga yang masih bergaya lawas

setelah itu mas Fendy mengajak kami ke area Pasar Kliwon (kali ini benar-benar di "pasar" nya)
pasar ini dulu khusus tempat jual beli kambing setiap kliwon (kalender jawa)
karena dekat dengan area Keraton Kasunanan, maka pasar ini lama-kelamaan menyediakan kebutuhan para penghuni Keraton juga
dan beberapa tahun terakhir, pasar ini sudah direnovasi menjadi lebih modern oleh Pemkot Solo


setelah dari pasar Kliwon kita beralih ke barat, belakang Benteng Trade Center
Griya Busana Kafa ini dulunya adalah rumah Kapitan atau kepala para golongan Arab
tepatnya rumah Syekh Awad bin Abdullah Syahbal,
 salah satu teman dekat Pakubowono X dimasanya
Syekh Awad bin Abdullah atau orang memanggil beliau Abah Besar juga ikut memprakasai Sumpah Pemuda Arab yang dideklarasikan tahun 1934 oleh AR Baswedan 
(kakek Anies Baswedan, gubernur DKI jakarta)
Sumpah Pemuda Arab (yang dideklarasikan sekitar 6 th setelah Sumpah Pemuda versi Kongres Pemuda kedua di Batavia) ini berisi tentang pernyataan akan keturunan Arab yang mengintegrasikan penuh kedalam bangsa Indonesia untuk bersama-sama melawan penjajah
karena sebelumnya para keturunan arab di Indonesia beranggapan bahwa tanah air mereka adalah Arab bukan Indonesia

BTC atau Beteng Trade Centre diseberang jalan rumah Abah Besar
jika anda warga atau lama tinggal di Solo maka anda akan sadar bahwa sisi utara BTC dihuni warga keturunan China, banyak rumah makan ala china, hiasan lampion depan rumah, 
dan toko kelontong
sementara selatan BTC mayoritas dihuni keturunan Arab, terdapat banyak toko minyak wangi, masjid megah, dan usaha-usaha percetakan
ini karena sejak jaman Belanda dulu, dua keturunan China dan Arab memang dipisahkan dalam berdagang maupun menetap

perjalanan dilanjutkan memasuki kampung Kedunglumbu

seperti yang sudah disinggung sebelumnya warga china dan arab dipisah oleh 
gedung BTC (sekarang) 
kedua komunitas ini awalnya menghuni pinggir sungai, keturunan China di pinggir 
sungai Pepe sementara Arab di bibir sungai Bengawan
masing-masing memilih area sungai karena jalur perdagangan, mengingat jaman dahulu 
sungai adalah jalur transportasi utama

salah satu sudut Kedunglumbu
sayangnya karena kurang kesadaran generasi muda, beberapa bangunan tak luput terkena vandalisme

setelah berjalan di lorong-lorong gang kedunglumbu beberapa saat 
kami tembus ke area Keraton Kasunanan, gedung tinggi ini adalah tembok milik Keraton Surakarta
setelah awalnya menempati area sungai, warga Arab juga diberi tempat dekat dengan keraton
karena selain berdagang mereka juga menyebarkan agama kepada penghuni keraton Solo


kamipun berhenti isitrahat sejenak didepan salah satu rumah megah milik warga keturunan arab

mas Fendy menjelaskan berbagai sejarah warga Arab
ternyata warga Arab di Solo bukanlah dari Arab Saudi tapi dari negara Yaman 
masuk ke Solo sekitar tahun 1870 dengan jumlah 17 orang 
berkembang pesat di era Pakubowono hingga mencapai 150 orang
dan sekarang sudah mencapai ribuan orang di Solo

salah satu masjid dengan arsitektur yang kental timur tengah
menurut keterangan pemandu, masjid ini berdiri sejak tahun 1920'an 
dulunya khusus untuk jamaah wanita, tapi sekarang sudah dibuka untuk umum

kami lanjut menjelajahi sudut-sudut kampung yang belum didatangi
saya yang besar di solo, mencari makan di solo, dan sering antar pesanan daerah solo, baru kali ini masuk kawasan ini he3x

ini adalah salah satu rumah kuno milik saudagar arab
sama seperti orang jawa atau keturunan china, beberapa keluarga arab 
masih ada yang mengikuti aturan adat istiadat secara ketat
seperti aturan tentang jodoh untuk menikah, harus cocok ini, harus sesama keturunan itu, 
anak wanita harus begini....dsb
(ini berdasarkan keterangan pemandu kami mas Fendy, yang anda bisa lihat sendiri juga keturunan arab he3x)
tapi menurut cerita teman saya yang tinggal didaerah sini, tidak semua keluarga keturunan Arab ketat seperti dulu mereka sudah terbuka kepada tuntutan jaman modern

daaann...acara terakhir yang kami tunggu-tunggu, makan malam!! hore!
kami diajak ke restoran khusus bertema timur tengah Marakez Cafe
terimakasih sebelumnya untuk mbak Irene yang menemani saya ikut Laku Lampah kali ini

makanan pembuka khas timur tengah
ada kurma, kroket, juga semacam sosis renyah dan gurih dari roti (saya lupa namanya)

makanan utama, nasi kebuli gaya timur tengah
sebelumnya saya pernah makan nasi kebuli versi lokal, tapi yang ini bahan dan rasanya beda sekali
berasnya memakai beras biryani, bentuknya bulirnya lebih panjang dan teksturnya pera
daging panggangnya dibungkus alumunium foil, rasa bumbu rempahnya kuat sekali
ditemani saos tomat homade dan acar timun, hmmm....sedap!

mari kitaaa makaaannnn

eitss, jangan lupa foto-foto dulu buat instagram

sambil istirahat makan
para peserta laku lampah berkenalan dan diskusi soal lokasi yang tadi sudah dikunjungi

Luar biasa ilmu yang kami dapat hari ini, hanya 50rb kami bisa belajar sejarah langsung ditempat dan bertemu teman-teman baru

Tertarik ikut wisata sejarah Laku Lampah?
Segera hubungi Laku Lampah di https://web.facebook.com/lakulampahsolo?_rdc=1&_rdr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...