Sabtu, 02 September 2017

Perpustakaan Jalanan Solo

Kemajuan suatu peradaban selalu ditandai dengan berkembangnya ilmu agrikultur, perdagangan, arsitektur, dan tulisan

Dari sejumlah ilmu tersebut, perkembangan tulisan hanya muncul dibeberapa wilayah, tulisan awal muncul di Sumeria, China, dan Mesoamerika

Jadi sebelum ekspansi dari Islam dan Eropa, tulisan tidak ditemukan di Australia, Kep Pasifik, Afrika Subkhatulistiwa, dan sebagian besar benua Amerika

Karena penyebaran tulisan yang terbatas itu, orang-orang dahulu menganggap tulisan sebagai sebagai pemisah antara orang yang beradab dan orang yang masih primitif

foto google

Tulisan muncul di wilayah/peradaban besar yang telah mandiri secara agrikultur maupun perdagangan, karena tulisan dibuat awalnya untuk mencatat jumlah pangan yang dihasilkan, stok barang yang akan diperdagangkan, juga aturan dan pengumuman penting dari kerajaan

foto google

Kehadiran tulisan tidak muncul di kebudayaan yang hanya berburu dan meramu karena masyarakat ini tidak mampu menghasilkan surplus pangan yang dibutuhkan untuk memberi makan juru tulis/pejabat kerajaan (yang hidupnya didedikasikan untuk mencatat hal-hal penting tanpa bisa bekerja diladang)

Tanpa kita sadari, tulisan dan agrikultur adalah dua hal yang sangat erat berkaitan

Jika tidak ada surplus pangan dari pertanian/peternakan, tulisan tidak akan muncul

Sementara tulisan juga berguna untuk mencatat dan menyimpan informasi tentang produksi pangan (hama, cuaca, jumlah panen) musim sebelumnya untuk diteruskan ke generasi selanjutnya

Sayangnya dua ilmu ini sekarang semakin ditinggalkan oleh generasi penerus bangsa

Hampir tidak ada lulusan sekolah yang bercita-cita menjadi petani atau peternak
Minat Bertani Generasi Muda Menurun, Indonesia Terancam Krisis Petani

Begitu juga minat membaca buku para pemuda yang semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir
Minat Baca yang Rendah

Di Solo hanya ada beberapa perpustakaan yang bisa dihitung dengan jari, bahkan beberapa sudah tutup karena sepinya pengunjung yang mau membaca

Jalan-Jalan ke Persewaan Buku Quantum Solo (tutup)
Jalan-Jalan ke Persewaan Buku ECC Solo (tutup)
Jalan-jalan ke Arsip Dan Perpustakaan Daerah Surakarta
Jalan-jalan ke Perpustakaan Ganesa di Sukoharjo
Jalan-jalan ke Cafe Librairie Solo


Kabar baiknya masih ada sejumlah pemuda yang sadar tentang ini, salah satunya adalah Komunitas KOPERJAS yang membuka Perpustakaan Jalanan setiap minggu di Car Free Day Jl Slamet Riyadi Solo

Perpustakaan Jalanan yang dikelola oleh mahasiswa-mahasiswa UMS ini menyediakan tulisan-tulisan bermutu gratis untuk dibaca, ada buku anak-anak, politik, agama, pengetahuan umum, dsb


lokasi berpindah-pindah, terakhir saya kesana lokasi didekat lampu merah stadion Sriwedari
anda bisa update dulu di FB official  Perpustakaan Jalanan 


mudah dikenali karena hamparan buku yang panjang dan spanduk besar
bertuliskan "Perpustakaan Jalanan Solo" cukup mencolok

anda tinggal mampir dan membaca buku yang disediakan
tanpa harus mendaftar atau membuat kartu member

disediakan juga tikar tempat duduk 
jika anda butuh tempat untuk membaca

bapak-bapak, remaja, ibu-ibu, dan anak-anak 
banyak yang mampir membaca disini

beberapa mahasiswa pengurus Perpustakaan Jalanan
karena CFD hanya berlangsung 3 jam, jangan khawatir anda tidak bisa 
membaca buku sampai tuntas
pengurus mempersilahkan anda meminjam untuk dibawa pulang, tentunya dengan 
dicatat terlebih dahulu
(gratis)

beberapa buku koleksi buku disini
masih bagus dan layak baca semua

majalah, buku politik, agama, buku anak-anak pun ada lo

anda punya buku yang tidak terbaca dan menumpuk dirak?
sumbangkan saja kesini! supaya bisa dibaca oleh banyak orang lagi
silahkan hubungi kontak pengurus seperti difoto

sebelum pulang mari kita sempatkan dulu jajan di pinggir CFD


Bahan; "Gun Germ And Steel" Jared Diamond

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...