Kamis, 20 Juli 2017

Jalan-Jalan ke Kampung Gerabah Melikan, Wedi Klaten

Tujuan selanjutnya setelah dari Jalan-Jalan ke Batik Kayu Taruntum Bayat Klaten adalah menuju Kampung Gerabah di Melikan, Wedi Klaten

Sekitar 30-45 menit dari lokasi sebelumnya

Kampung ini sebetulnya adalah sentra produksi gerabah Klaten yang disulap menjadi desa wisata berbasis industri lokal

Dengan lebih dari 200 pengrajin, kita disuguhi pemandangan proses produksi gerabah mulai sdari pengolahan bahan baku, pencetakan, hingga pembakaran gerabah



Gerabah yang dihasilkan pun beraneka ragam mulai dari peralatan rumah tangga seperti kuali, kendi, poci hingga pot bunga dan celengan

Uniknya ciri khas pembuatan gerabah disini yaitu teknik putaran miring, tidak ada duanya diseluruh dunia

Karena keunikannya tersebut banyak wisatawan asing yang datang untuk mencoba teknik putaran mirin

Mari kita melihat langsung asyiknya berjalan-jalan dikampung gerabah ini


kebetulan sekali salah satu anggota Respect Other ibu Novita Wahyuningsih 
(difoto beliau sebelah kanan) 
adalah Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS yang membimbing perajin gerabah disini  
jadi kami bisa sedikit leluasa bertanya-tanya kepada pengrajin disini

hampir ditiap rumah anda akan melihat tumpukan produksi gerabah

jejeran gerabah diteras rumah

ibu-ibu yang sedang sibuk membuat gerabah


gerabah lagi di emperan rumah

gerabah yang masih basah 
jika anda seorang photographer pasti senang sekali hunting foto disini

ditiap rumah pengrajin terdapat spanduk seprti ini
yang berisi info nama pengrajin, no hp, dan alamat

pengolahan tanah liat menjadi bahan baku gerabah didepan workshop salah satu pengrajin
karena bapak-bapaknya terlihat capek mengaduk tanah liat,
 saya sungkan bertanya-tanya lebih lanjut 
darimana tanah liat ini diambil, bagaimana cara pengolahannya, harganya, dll

selain teknik putar pembuatan gerabah disini juga memakai teknik cetak
bentuknya pun jadi beraneka ragam tidak hanya bulat-bulat
ada oval, kotak, hewan, dll

gerabah yang menunggu dibakar ditungku pembakaran

mengintip rak produksi salah satu pengrajin
bagus dan mulus sekali hasil karyanya

setelah berjalan-jalan melihat workshop para pengrajin, bu Novita membawa kami ke tempat pembuatan gerabah dengan teknik putar miring
workshop ini milik bapak Suharno dengan alamat dan no hp yang bisa anda lihat difoto

begitu datang kami langsung disambut ramah oleh pak Suharno
tidak lupa cinderamata khas Priesta Keramik, workshop milik pak Suharno

setiap anggota RO yang datang dikalungkan cinderamata cantik ini
kerennn!

cantik lo....kalung dari tanah liat berlogo lebah dan disepuh cat warna emas
terimakasih pak Suharno

oke kita langsung menuju workshopnya dan melihat proses pengolahan gerabah miring
anda bisa lihat meja dimiringkan sedikit kedepan, sementara kaki menggenjot tali untuk memutar meja 

dulu karena banyak wanita desa ini yang ikut membantu dalam proses pembuatan gerabah
maka meja gerabah dimiringkan beberapa derajat ke depan
  • Pertama....agar menjaga norma kesopanan, pengrajin wanita jaman dulu memakai jarik dalam bekerja maka meja dimiringkan kedepan agar menutupi bagian badan bawah pengrajin
  • Kedua....memudahkan proses pemutaran, meja yang dimiringkan akan lebih ringan diputar dan pengrajin wanita tidak lekas capek dalam bekerja


taraaa....gerabah kendi dengan teknik putar miring sudah jadi

beberapa koleksi vas bunga yang siap jual di workshop pak Suharno
bersama dengan gerabah dari Jogja, gerabah Wedi Klaten telah tersebar diseluruh Indonesia

detail salah satu vas bunga 

selanjutnya seperti yang sudah saya singgung sebelumnya 
kita akan melihat pembuatan gerabah dengan proses cetak, proses ini dipakai untuk gerabah dengan bentuk-bentuk yang sulit
seperti bentuk celengan hewan, vas oval, dll

alat cetaknya memakai cetakan gypsum seperti ini

tanah liat tinggal kita padatkan dalam cetakan

dibalik dan dikeluarkan dari cetakan
jadi deh kupu-kupu he3x

beberapa hasil cetakan dari anggota RO 

ini adalah hasil jadi gerabah yang sudah dibakar dan diberi warna
mudah dan bagus hasilnya

karena hari sudah beranjak siang, saatnya kami makan siang

ayo makan ibu, mbak, mas, adek, bapak

walaupun menu seadanya, tapi dinikmati bareng-bareng
rasanya sedap sekali

setelah selesai melihat dan belajar di workshop pengrajin gerabah Wedi Klaten
kami pulang dan melihat showroom atau tenpat penjualan hasil gerabah yang berjejer disepanjang jalan Desa

dan seperti yang sudah diduga, para ibu-ibu antusias sekali untuk berbelanja disini
mumpung langsung dari produsen, dapat harga murah! he3x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...