Minggu, 14 Agustus 2016

Meet & Greet Pokemon GO The Park Solo Baru

Kata korupsi dalam bahasa Latin (corruptio) berasal dari kata kerja "corrumpere" yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok

https://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi

Ketika seorang pejabat publik menerima suap untuk kepentingan individu/perusahaan tertentu, pejabat itu telah melakukan tindakan merusak aturan atau hukum yang ada

Contoh lain suatu perusahaan membuang limbah ke sungai demi penghematan biaya produksi, perusahaan ini telah merusak aturan serta merusak lingkungan sekitar

Dalam kasus yang lebih samar, gurita bisnis minimarket besar menyerbu perekonomian suatu kota dan membuat bangkrut toko-toko kelontong yang dikelola perseorangan

Kita akan bertanya, 2 contoh terakhir apakah suatu tindakan yang korup (merusak) ataukah hal yang wajar dalam dunia bisnis di era kapitalis?

Jawabnya ambigu.... ya keduanya adalah contoh tindakan merusak

Tapi, ya keduanya adalah hal wajar dalam dunia bisnis

Suka atau tidak, perilaku merusak adalah pondasi utama bisnis di era kapitalis

Jika anda datang ke toko saya dan bertanya kualitas pisau yang saya jual

"Oh pisau ini bagus, tajam dan mudah diasah. Tapi pisau milik toko sebelah sama bagusnya juga lebih murah dan awet"

Toko pisau saya akan bangkrut!

Etika dan kejujuran tidak berlaku dalam dunia bisnis, dalam kata lain bisnis tidak mampu berlaku etis

Bisnis harus "merusak" untuk berkembang

Merusak bisnis milik pesaing, menghancurkan bisnis lama, melibas aturan yang ada demi mencapai target laba

Masyarakat tidak akan peduli jika toko kelontong tetangga mereka bangkrut kalah bersaing dengan monopoli jaringan minimarket raksasa

Anda tidak akan peduli jika ayah teman anda kehilangan mata pencaharian sebagai supir taxy karena kalah bersaing dengan ojek online

Saya tidak peduli jika toko pertanian sebelah berkurang pembelinya karena lebih memilih membeli benih secara online

"Dunia ini hanyalah bisnis, Mr Beale"
(Network, 1976)



acara kumpul bareng para penggemar permainan Pokemon Go area Solo Raya
tanggal 31 Juli 2016 The Park Solo
walaupun saya tidak memainkan dan sama sekali tidak tertarik dengan game ini
tapi melihat banyaknya antusias dan efeknya terhadap perubahan sosial di sekitar kita, saya langsung memutuskan untuk menghadiri acara ini

Beberapa waktu terakhir kita disajikan suatu model bisnis game terbaru yang mempengaruhi ekonomi secara global

Nintendo merilis game berbasis smartphone, Pokemon Go

Yang dalam hitung hari telah menarik jutaan orang untuk memainkannya, Milyaran Rupiah mengalir ke kantong Nintendo tiap harinya
Pokemon Go Hasilkan Rp97,5 Triliun dalam 2 Hari

Berkat Pokemon Go, uang atau kapital dari jutaan masyarakat terkonsentrasi ke perusahaan milik California-Jepang pembuat game tersebut

artikel menarik yang membahas situasi ini bisa anda baca


If you were looking to have fun with some friends 50 years ago, you might have gone to a bowling alley. Maybe you would have hung out at a diner or gone to the movies.

These were all activities that involved spending a certain amount of money in the local economy. That created opportunities for adults in your town to start and run small businesses. It also meant that a teenager who wanted to find a summer job could find one waiting tables or taking tickets at the movie theater.

You can spend money on Pokémon Go too. But the economics of the game are very different. When you spend money on items in the Pokémon Go world, it doesn’t go into the pocket of a local Pokémon entrepreneur — it goes into the pockets of the huge California- and Japan-based global companies that created Pokémon Go.


Pokémon Go is everything that is wrong with late capitalism - Vox

Intinya Pokemon Go hanyalah permulaan, suka atau tidak model ekonomi kedepan yang akan kita hadapi akan seperti ini

Kebutuhan hidup maupun hiburan masyarakat terpenuhi lewat layar smartphone masing-masing

Tidak akan ada lagi usaha rakyat yang melibatkan bermacam-macam bisnis kecil, penjual kacang, penjual balon, atau penjual tanaman hias keliling
(ah, dulu saya masih sering ketemu penjual bunga keliling)

Semakin banyak teknologi berperan dalam ekonomi, kekayaan nasional akan terkonsentrasi oleh segelintir pemodal besar, bisnis kecil dengan modal terbatas akan lenyap, lapangan pekerjaan semakin susah didapat

Gaya hidup mungkin terlihat semakin canggih, tapi beban hidup akan semakin berat!

Biar tidak terlalu serius mari kita lihat acara Meet & Greet Pokemon GO yang diadakan di mall The Park Solobaru


dilobi depan langsung disambut puluhan peserta acara Meet & Greet Pokemon Go



sebagian ada yang berkeliling mencari Pokemon
sebagian lagi ada yang duduk sambil menikmati acara dan hiburan dari panitia

bersama salah satu trainer Pokemon teman saya :)

game ini termasuk mudah dimainkan, anda tinggal memasang aplikasinya di smartphone
dan mencari pokemon disekitar lingkungan anda, lempar bola poke ball dan dapatkan berbagai jenis pokemon yang lucu dan menggemaskan

sekitar jam 4 sore acara kian menarik
umpan virtual dipasang oleh panitia (item khusus yang harus dibeli ke pihak Nintendo dengan uang)

para peserta acara berhamburan mencari pokemon yang terkumpul mendatangi umpan yang dipasang tadi
peserta yang mendapat pokemon terkuat akan mendapat hadiah

begitu juga pertarungan demi memperebutkan wilayah gym semakin seru
trainer-trainer pokemon mengeluarkan pokemon andalannya, saling bergantian mengisi posisi gym yang ada
sekitar jam setengah 6 acara selesai, peserta yang beruntung mendapat hadiah dari panitia

kami pulang sambil mampir warung terdekat untuk mengisi perut
ternyata capek juga mengikuti sahabat saya memainkan permainan ini, lari sana....lari sini...


nb, credit untuk teman saya Eky yang meminjamkan file dari kameranya untuk artikel ini
dan mentraktir saya steak ayam double hiks3x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...