Kamis, 02 Juni 2016

Produksi dan Konsumsi Panganmu Sendiri

Manusia akan selalu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selama ia hanya dapat menghasilkan barang yang cukup untuk kebutuhan pribadi atau konsumsi keluarganya sendiri maka pertukaran kerja tidak akan terjadi

Di kondisi ini semua orang adalah produsen dan berada ditingkat ekonomi yang sama, tidak ada pembagian kerja seperti, buruh, karyawan, tenaga ahli, atau majikan karena setiap individu mampu memenuhi kebutuhannya sendiri

Ketika produktivitas kerja manusia mengalami peningkatan dan membuat suatu surplus produk sekecil apapun, seketika itu pula terdapat kelebihan barang dari yang mampu dia konsumsi


Dan segera akan akan terjadi perjuangan bagaimana untuk membagikan kelebihan produksi tersebut

Sejak saat itu kerja seseorang terbagi menjadi dua, satu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan satu bagian lagi untuk membuat surplus produk

Lalu bagaimana jika produk yang dihasilkan sama? Si A ingin menukar produk surplusnya berupa jagung dengan si B, tentu si B harus membawa produk selain jagung agar A mau menyerahkan jagung kelebihan panennya

Ini berarti setiap orang tidak boleh terlibat dalam memproduksi barang yang sama, pembagian kerja dan kemunculan tenaga ahli pun terjadi

Jika A membawa jagung maka B akan membawa baju agar pertukaran bisa terjadi, awalnya hanya kadang kala, sedikit demi sedikit hal ini meluas melibatkan C produsen sabun, D produsen ayam, dll menimbulkan ketergantungan dan terjadi petukaran permanen


Komoditas, suatu produk yang diproduksi untuk tidak dikonsumsi sendiri tapi ditukar atau dijual ke individu lain.

Sekarang ketika pertukaran antar produsen sudah sering tejadi dan permintaan komoditas semakin tinggi, seorang produsen memerlukan tenaga kerja untuk membantunya bekerja memproduksi barang yang lebih banyak

Individu yang memproduksi barang dalam jumlah kecil, hanya mempunyai alat produksi atau perkakas seadanya, dan kalah bersaing akan segera bekerja bagi individu yang bermodal besar dan mempunyai alat produksi lengkap

Dia akan melepas semua kemampuan produksinya untuk membantu produksi pemodal besar

Apakah individu kecil ini masih punya komoditas? Tentu, komoditasnya adalah tenaga kerja....kerja yang dia jual untuk mendapat ganti beberapa lembar uang demi bertahan hidup!


Seumur hidupnya akan dihabiskan untuk bekerja melayani para pemodal besar, tuan tanah, atau pemilik pabrik

Uang yang dia dapatkan dari ganti kerja kerasnya akan dibelanjakan membeli sabun Juragan A, baju Juragan B, atau beras dari Juragan C

Singkatnya dia menjual tenaganya kepada kelas pemodal UNTUK membeli produk kelas pemodal demi bertahan hidup

Sementara para juragan-juragan akan menggunakan keuntungannya untuk membeli bahan mentah yang lebih banyak, alat yang modern, pabrik yang lebih luas, dan merekrut lebih banyak pekerja-pekerja lain

Yang miskin tetap miskin, yang kaya makin kaya!

Sadarkah kita selama ini kita diasingkan dari kemampuan produksi kita sendiri?



Jika anda mengikuti dan membaca postingan blog ini sejak awal

Saya jarang sekali membuat artikel atau menyarankan untuk menjual hasil pangan yang kita produksi sendiri

Kecuali benih dan lele karena ini adalah proyek dengan dana kongsi dengan sahabat saya yang sejak awal memang dimaksudkan untuk kepentingan ekonomi

Praktis hasil panen berupa sayur-mayur, ayam, maupun biji benih yang saya panen sendiri, dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan keluarga sendiri

Beberapa tetangga atau anda -pembaca blog- ini yang berkunjung dan tertarik dengan salah satu hasil kebun, dengan senang hati akan saya beri cuma-cuma untuk dibawa pulang

http://mewalik-jaya.blogspot.co.id/2014/06/share-your-surplus.html

Prinsip yang selalu saya pegang dan saya sarankan ke tiap orang yang saya temui adalah, penuhi dulu kebutuhan dasar keluarga kita terlebih dahulu, dan itu bisa kita tempuh dengan menanam dan memproduksi bahan pangan kita sendiri

Jika tanah anda besar, beruntunglah anda....anda bisa gunakan sebagian untuk kebutuhan keluarga, dan sebagian untuk dijual

Tapi kita harus sadar sebagian besar pengunjung blog ini adalah masyarakat perkotaan

Bekerja mencari uang dipabrik atau perusahaan, menghabiskan uangnya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, rumah dengan lahan terbatas tanpa bisa memproduksi pangan dalam jumlah besar

Walaupun terlihat makmur tapi sebenarnya masyarakat perkotaan rentan dengan gejolak ekonomi, jika terjadi kenaikan harga atau kelangkaan pangan, maka masyarakat perkotaanlah yang terkena dampaknya pertama kali

Dengan rumah dan lahan terbatas praktis masyarakat perkotaan tidak mempunyai kemampuan produksi, kita tidak bisa memproduksi beras, daging, atau susu dengan jumlah yang mencukupi

Kita butuh sedikit menyisihkan uang hasil bekerja untuk memulai memproduksi pangan kita sendiri!

Jadi mari mulai dari sekarang kita ambil kembali kemampuan produksi kita tanpa seumur hidup tergantung pada pemodal-pemodal besar

Memproduksi dan Mengkonsumsi Pangan Kita Sendiri!

pembesaran ayam kecil-kecilan dikebun belakang
uang hasil dagang disisihkan sedikit untuk membeli DOC dan pakan ayam,  2 bulan sudah siap dikonsumsi
tempat pembelian DOC ayam bisa klik Pembesaran Ayam Kecil-kecilan (2)

 pakannya pun bisa diberi sisa nasi atau sayur yang tidak habis
penyembelihan dilakukan sendiri, lumayan daripada pakai jasa tukang jagal, satu ayam 3-5rb

karena ayam dipelihara hidup
kita bisa memilih kapan mengkosumsinya, tidak perlu disimpan di lemari es
ayam yang dimasak dijamin segar!bukan tiren
anda mau ayam bakar ini? mampirrr dooong.... :)


sumber: dari berbagai tulisan Ernest Mendel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...