Jumat, 13 Mei 2016

Kopdar Tales (Berkunjung ke Budidaya Tanaman Karnivora Solo)

Peran pencinta tanaman atau hobiis dalam perkembangan dunia botani tidak bisa dianggap enteng

Kita sering membaca varietas-varietas tanaman baru yang ditemukan dan dikembangkan oleh pencinta tanaman Indonesia

Asal Mula Bibit Durian Bawor dan Kelebihannya
Penemu Padi Unggul Mutiara
Gregori Garnadi Hambali : Penemu Aglaonema Varietas Baru “The Pride of Sumatra”

Berkat tangan dingin mereka, kita bisa menikmati berbagai buah dan bunga varietas baru yang sedap dipandang maupun dimakan dan tahan hama

Dalam dunia tanaman, kisah pemburuan tanaman varietas baru ini ada sejak dulu kala diberbagai negara

Sekitar tahun 1482 SM Ratu Mesir Hatshepsut sudah mengirimkan ekspedisi khusus untuk mengumpulkan tanaman baru kepedalaman Afrika

Thus Carl Linnaeus, the great Swedish botanist, writing in 1737. But it all began many years before that; indeed, the first recorded plant-hunting expedition was mounted on orders of Queen Hatshepsut of Egypt in 1482 B.C., when she sent ships to the coast of East Africa to collect seeds and plants for her gardens at Kar-nak. 

Orang Eropa mendominasi pemburuan tanaman abad 16-19, mereka mengumpulkan tea rose, iris, camellia, chrysantenum, dari pelosok pedalaman Asia

Di Amerika tahun 1900an kita mengenal Frank Meyer pencinta tanaman yang pandai, tegar, dan ulet dalam mengumpulkan berbagai varietas tanaman langka

Dalam misi besarnya ke Asia dia menghadapi tugas berat, mengumpulkan varietas tanaman pangan yang tahan hawa dingin

Menempuh jarak 1800mil melintasi Manchuria, masuk ke pedalaman hutan, menghadapi perompak, dia berhasil membawa pulang berbagai jenis kedelai, gandum, tanaman buah, yang tahan hawa dingin

Ia juga menemukan varietas bayam yang tahan penyakit dan berhasil menyelamatkan industri bayam Virginia dari kehancuran

Misi terakhirnya di Asia yang gagal di tahun 1917 adalah mencari benih buah pear yang tahan penyakit dan hama, diharapkan dengan mengkawin-silangkan benih baru ini dengan buah pear Amerika maka kerusakan kebun pear di Amerika bisa terselamatkan

Memasuki Cina yang sedang terjadi perang, dimana-mana terjadi pertempuran, bandit-bandit jalanan, dan Republik Cina yang masih muda, Meyer berhasil mengumpulkan 5000pound benih pear dan setelah dibersihkan ada 25pound benih pear kering dan bersih yang siap dibawa pulang

Terjebak pertempuran di daerah Ichang antara serdadu Selatan dan Utara tahun 1918, Meyer dan beberapa orang kulit putih tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu perang selesai

18 Mei ia bisa keluar dari kota sambil membawa benih kering, sayang dua minggu kemudian di awal bulan Juni mayatnya ditemukan terkubur di tepi sungai Yangzte

Tidak ada yang tahu apakah dia meninggal karena sakit, dirampok, atau terjatuh dari kapal, tapi benihnya bisa diselamatkan dan dibawa ke Amerika

Setelah disemai di Departemen Pertanian California, (hanya 4 pohon yang berhasil hidup) pada tahun 1950 John Creek memperbanyak tanaman tersebut dan mengirimnya ke pusat pembibitan dan kebun-kebun raya untuk dibiakkan

Benih pear yang dimaksud adalah jenis pyrus calleryana, tanaman yang keras dan berduri tapi tahan serangan hama

Buahnya kecil-kecil ternyata tidak bisa dimakan manusia, tapi bunganya bagus sekali dan sekarang sudah ratusan ribu tanaman ini menghiasi jalanan Amerika sebagai salah satu tanaman hias yang populer di negeri Paman Sam

source dari pinterest

Dan tempat terbaik untuk bertemu para pencinta tanaman dan hobiis adalah mengikuti suatu komunitas tanaman

Komunitas Tanam Apa Saja di Lahan Terbatas (Tales) adalah komunitas yang berisi pencinta tanaman dari pelosok Solo, rutin menggelar kopi darat sambil membahas cara budidaya tanaman beserta tips dan triknya

Kopdar Tanam Apa Saja di Lahan Terbatas regional Solo Raya 
Kopdar Tanam Apa Saja di Lahan Terbatas (Ibu Ester Tien)
Kopdar Tanam Apa Saja di Lahan Terbatas; Pertanian Warga Kenteng Asri

Kali ini Kopdar Tales diadakan dirumah ketua dari Tales, mas Ibraham Sugindo

Di usia yang masih muda mas Ibraham sudah dipercaya untuk menjadi ketua dan memimpin salah satu komunitas terbesar di Solo

Tentunya ilmu tumbuhan mas Ibraham bukanlah main-main, beliau merawat dan mengkoleksi ratusan (ribuan?) tanaman karnivora di rumahnya

Dari beberapa info, koleksi tanaman eksotis milik mas Ibraham termasuk yang terbesar di Solo (mungkin juga Jateng) tidak sembarang orang bisa masuk dan melihat-lihat koleksinya dengan bebas

Jadi mari kita lihat saja bagaimana mas Ibraham mengumpulkan, merawat, dan mengembang biakkan berbagai tanaman karnivora

ini kopdar Tales yang kesekian kalinya, sayangnya saya tidak bisa mengikuti setiap pertemuan
lokasi kopdar kali ini di perumahan sebelah timur stasiun Solo Balapan
kopdar dimulai dengan materi perkenalan tanaman karnivora
apa itu tanaman karnivora, jenis-jenisnya, perawatannya, dll



acara kedua adalah melihat langsung kebun karnivora yang terletak dibagian belakang rumah
sambil dijelaskan tentang tanaman karnivora, para peserta tales diperbolehkan memegang, bertanya, dan memotret tanaman yang unik ini

kantong semar atau nepenthes, salah satu tanaman karnivora yang banyak dihutan lokal

ditangan kolektor dan hobiis tanaman ini disilangkan dengan berbagai jenis nepenthes lainnya
warnanya pun menjadi semakin bervariasi, indah sekali

puluhan pot semai untuk menyemai tanaman karnivora muda
anda bisa melihat sistem pengairannya memakai wadah dibawah pot yang diberi air
selain karena tanaman karnivor suka kelembaban, sistem ini memudahkan dalam perawatan dan tidak merusak tanaman muda dengan aliran air yang deras kalau disiram dari atas


drosera spatula, tanaman karnivora yang populasinya tergolong banyak di alam liar
bulu-bulu halus disekitar daunnya berfungsi untuk menangkap serangga yang mendekat

mas Ibra mendapat berbagai jenis tanaman karnivora ini dengan bertukar sesama kolektor, mengimportnya dari luar negeri, juga menyemai sendiri tanaman dari biji

kantong semar hibrida, warnanya merah muda menarik sekali

kantong semar dewasa, besar juga ukurannya mungkin tikus bisa masuk
tapi jangan takut tanaman ini hanya memakan serangga he3x

bunga kantong semar
bunganya terdiri dari jantan dan betina, perlu keahlian khusus untuk dapat membedakan bunga jantan dan betina
"yang baunya agak begini jantan mas"
"Oohhh...." (sambil mengendus2 bunganya, kok sama saja? he3x)

cara lain untuk membiaknya adalah dengan anakan atau stek
lebih mudah dan tidak perlu menunggu lama keluar bunga
untuk tanaman muda diberi ditempat teduh supaya tidak kepanasan

walaupun namanya tanaman karnivora tapi sebetulnya tanaman ini cuma memangsa serangga untuk dihisap nutrisinya
ketika masih muda seperti ini rentan dengan serangan hama tikus
hamparan nepenthes muda, satu polybag ini mungkin berisi puluhan-ratusan nepenthes muda

tidak percaya? mari saya zoom
lihat nepenthes/kantong semar mungil-mungil ini, menggemaskan!

umur tanaman adalah salah satu alasan kenapa tanaman ini masih terbatas peminatnya
tumbuhnya ternyata lama sekali, untuk yang difoto ini sekitar 8bulan
mencapai ukuran dewasa diumur 1-2tahun
wah itu saya bisa nanam cabai 3kali, sawi bisa panen 12kali, hehehe

rumah kaca mungil
ide bagus ini, bisa dicontoh!

Sarracenia Darth Vader, warnanya merah menyala seperti api membara
karena tampilannya yang garang mungkin kenapa dinamai Darth Vader tokoh villain penguasa galaxy di pilm star wars

nebeng foto dulu sama si Darth Vader
tum...tum...tum-tum......(dengan latar belakang musik Imperial March)

Sarracenia Scarlet Bell
merah merekah seperti ular kobra mengurung mangsanya

tempat masuk serangganya kecil juga ya
di alam liar tanaman karnivora yang berwarna cerah seperti ini banyak tumbuh di dataran tinggi
karena lebih jarang serangga jadi mereka berevolusi berwarna cerah untuk menarik serangga
kebalikan dengan tanaman karnivora dataran rendah yang kebanyakan berwarna hijau

sarracenia hasil silangan, namanya mas Ibra sendiri sampai lupa
mungkin karena saking banyaknya tanaman karnivora yang dia koleksi dan rawat

kantong semar atau nepenthes ampurallia x sibuyanensis
warnanya merah pekat

jika anda penasaran bagaimana kantong semar ini keluar dari tanaman induknya

nepenthes hibrida

masih nepenthes lagi dengan warna coklat bermotif
karena banyaknya tanaman karnivora yang harus dirawat, mas Ibra tidak sempat memberi makan serangga satu-persatu
tanaman dibiarkan bersaing sendiri memikat serangga disekitar rumah
asal media tanam subur maka tanaman bisa tumbuh sempurna tanpa rutin memakan serangga
karena sejatinya memakan serangga hanyalah salah satu cara tanaman karnivora mendapat nutrisi tambahan di alam liar

selain memakai wadah untuk mengairi bagian bawah pot
mas Ibra juga memakai plastik lembaran yang menampung air untuk mengairi pot yang lebih banyak/besar
kendalanya adalah jentik nyamuk, mas Ibra menyiasatinya dengan memberi ikan guppy kecil-kecil

tanaman ini juga termasuk karnivora lo!
namanya Urticularia Gibba, jika dewasa akan mengeluarkan bunga kecil-kecil menjulur keatas air

selain tanaman karnivora, mas Ibra juga mengkoleksi tanaman Tin
akhir-akhir ini Tin mulai populer, nampaknya tren kedepan Tin akan ramai diperjual-belikan
semoga saja tidak dipermainkan seperti kasus monkey business

Nah...salah satu elemen penting dalam budidaya tanaman karnivora adalah AIR
dulu saya sempat mendapat dorprize nepenthes ketika Kopdar sebelumnya, yang akhirnya mati walaupun sudah saya rawat dengan usaha maksimal
ternyata oh ternyata, karena air yang saya pakai adalah air tanah yang mengandung kapur
air yang dipakai siram sebaiknya air jernih tanpa kandungan kapur seperti air ac atau air tadah hujan
mas Ibra sendiri sampai mengumpulkan bertong-tong air hujan untuk stok menyiram tiap harinya

setelah jalan-jalan di kebun karnivora selesai saatnya acara kopdar dilanjutkan lagi
kali ini acaranya bagi-bagi dorprize tanaman hidup!!

selamat mas Sigma anda mendapat krokot!!

selanjutnya istirahat makan siang dan pembukaan bank benih bagi yang membutuhkan benih gratis
anda mau mendapat benih gratis? silahkan mengakses bank benih komunitas tales disini 
Bank Benih Regioanal Solo Raya 

saya sendiri cuma bawa labu air kering
semoga bijinya bisa ditanam para anggota Tales dan ditanam serta disayur buahnya ketika dirumah

jam 1 siang acara pun selesai, saatnya berfoto ria untuk kenangan
terimakasih mas Ibra atas ilmu yang tak terkira harganya ini

Bahan; "Intisari"

2 komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...