Selasa, 15 Maret 2016

Tanam Hijau dan Pasar Sehat Bersama Nalico dan Parklight Project di Gulon Jebres Solo

Apa yang dilakukan nenek moyang kita untuk bertahan hidup ketika mendiami tempat baru?

Pertama mereka akan berburu dan meramu, mencari pangan liar yang mudah didapatkan disekitarnya

Ubi, talas, buah-buahan, dan ayam hutan atau burung sebagai sumber protein mereka

Persediaan pangan dari alam yang melimpah akan membuat populasi semakin bertambah, dan seiring bertambahnya populasi maka semakin banyak mulut menuntut makanan

Leluhur kita pun mulai mengembangkan pertanian, berkebun, menjinakkan hewan liar untuk dikembang-biakan

Darimana teori ini didapat?

Para peneliti biasanya mengambil contoh dari sisa sampah dapur, tulang belulang hewan yang dimakan, dan jika beruntung mendapat fosil sisa kotoran untuk dianalisa apa saja jenis makanan yang dikonsumsi

Dicocokkan dengan hitungan radiokarbon maka bisa diketahui umur dari sisa sampah dapur tersebut

Dan seperti yang saya singgung diatas, timeline atau garis waktu pola makan para leluhur kita bisa diketahui

Saya akan mengambil sedikit contoh dari buku karya Jared Diamond berjudul Collapse yang membahas runtuhnya peradaban dunia, karena sesuai dengan tema yang akan saya bahas kali ini

Di buku ini Jared Diamond banyak mengulas peradaban dunia terkenal yang hancur, Paskah, Maya, Viking, dll

Kebanyakan dari peradaban yang hancur ini karena mereka tidak merawat sumber daya alam, dan perilaku ini bisa dilacak dari pertanian dan pola makan mereka

poster acara Tanam Hijau oleh Nalico
anda bisa mengikuti page facebooknya di Nalico
yuk lanjut lagi tulisannya.....



Sisa-sisa dapur, tulang binatang liar, dan kotoran menunjukkan diawal peradaban mereka mengkonsumsi sumber pangan dari alam

Seiring perkembangan populasi dan habisnya pangan dari alam, lalu pertanian dan peternakan dikembangkan

Bertambahnya lagi populasi yang meledak karena pertanian membuat eksploitasi alam untuk pertanian dan peternakan besar-besaran

Hutan dan tanaman lokal dibabat untuk ditanami tanaman pangan, padang rumput habis dimakan kambing atau domba, humus tanah yang subur hilang karena setiap tahun ditanami tanaman pangan, sumber air pun menyusut untuk irigasi

Ini menyebabkan rusaknya ekosistem alam, efek lanjutnya hasil pertanian dan peternakan menurun

Populasi yang terlanjur membengkak lalu sering terjadi konflik karena perebutan lahan subur atau pangan yang semakin menyusut

Kerusuhan, perpecahan keluarga, tumpah darah tak bisa dihindari

Sebagian besar memilih untuk meninggalkan kota mereka yang telah rusak ke tempat baru

Sebagian yang tinggal bertahan hidup dengan memakan seadanya, tulang hewan-hewan kecil, cangkang kerang-kerangan dari pinggir pantai, tengkorak tikus yang banyak ditemukan membuktikan itu

Karena pangan yang tak bernutrisi dan keterasingan mereka, lama kelamaan kebudayaan ini hancur musnah meninggalkan sisa kejayaan yang sering kita lihat dibuku sejarah

Piramid Maya, patung Paskah raksasa, kapal-kapal Viking yang perkasa, dll

Jika anda berpikir semua itu hanya terjadi di tempat yang terbatas sumber dayanya (Jawa, Sumatera, Asean, peradabannya tidak hancur tuh...), anda harus berpikir ulang

Dimasa kini semua kebudayaan terhubung, sumber daya alam kita direbutkan oleh 7 Milyar orang sedunia

Padi yang melimpah di Asean akan direbutkan seluruh penduduk dunia, minyak di timur tengah akan dibakar ke rongga-rongga mesin di pelosok dunia, jagung di amerika akan menjadi rebutan Milyaran orang lainnya

Kita hidup dalam satu perahu tanpa batas-batas geografis yang bisa memisahkan, jika satu negara terguncang efeknya akan merambat ke negara-negara lain

Coba diingat seringkah kita mengalami kelangkaan tempe karena harga kedelai (impor dari US) naik? Kelangkaan daging sapi, kelangkaan bawang merah, cabai, gas, karena banyaknya perut yang harus diisi lebih besar daripada sumber daya yang ada?

Kabar baiknya sekarang banyak yang tergugah, banyak pihak-pihak yang sadar akan ancaman didepan mata

Organisasi, LSM, negara mulai bergerak untuk memperbaiki apa yang telah kita perbuat kepada alam

Mulai mengenalkan pertanian organik, penghijauan hutan yang gundul, mengenalkan energi terbarukan, dll

Salah satu contoh gerakan itu adalah acara Tanam Hijau dan Pasar Sehat yang diprakasai Nalico, Parklight Project dan warga Gulon Jebres Solo

Diadakan tanggal 8 februari kemarin, acara ini bertujuan untuk mengajak kepada warga kampung Gulon menanam tanaman pangan sendiri dan memenuhi kebutuhan dapurnya secara mandiri

Acara terdiri dari pelatihan menanam sayur organik dirumah, menanam pohon buah untuk penghijauan, ada pasar sehat juga yang menyediakan pangan organik kepada warga, yang dulu saya pernah datang di Pasar SELO

pas saya datang, acara sudah hampir dimulai
panitia dari Nalico, Parklight Project, dan Pak Mayor Haristanto sudah datang ke lokasi
oh ya Parklight Project ini suatu komunitas yang membantu komunitas lainnya dalam menggalang dana dengan membuat merchandise seperti kaos untuk dijual ke publik
dan hasilnya nanti didonasikan untuk komunitas tersebut
saya baru tahu juga ada komunitas seperti ini, anak muda sekarang keren-keren!

 ibu-ibu warga kampung Gulon Jebres yang sudah siap menerima penyuluhan

 daerah yang dipilih untuk kegiatan tanam hijau kali ini adalah tanah lapang samping sungai bengawan solo
jadi masih banyak tanaman yang hidup liar

 lokasinya yang disamping sungai memberi beberapa keuntungan, sumber air yang terjamin, tanah yang subur
tapi tentunya dengan konsekuensi terkena luapan sungai jika banjir besar datang

 sebelum melihat acara utama dilangsungkan mari kita lihat dahulu
kekayaan tanaman alam daerah sini yang sepertinya bisa dimanfaatkan warga untuk tanaman pangan
yang pertama tentu bambu, selain untuk menjaga tanah dari erosi, batangnya bisa untuk keperluan bangunan, tunas muda atau rebungnya bisa dikonsumsi warga sekitar

 talas, daun mudanya bisa dijadikan buntil, umbinya tentu anda pernah memakannya
direbus dan dimakan sore hari ketika hujan begini sambil minum teh hangat, hmmm....enak sekali
tanaman ini juga tahan air jadi cocok ditanam dekat kolam atau sungai

 suweg yang pernah saya bahas sedikit dipost sebelumnya klik
umbinya bisa dimakan, tapi sedikit berhati-hati dalam memilih waktu panen dan pengolahannya
jika salah bisa beracun bagi pengkonsumsinya

 serai atau sereh
tanaman idola saya dikebun rumah, mudah tumbuh, tidak rewel, bisa buat bumbu masak, campuran teh hangat juga bisa
tinggal gepruk 2 batang serai dan jahe, seduh dengan teh panas dan gula batu
ohhh...ya ampun, saya jadi ngiler (slurpppp)

 empon-empon atau rempah-rempah
saya masih kurang yakin ini jahe atau lengkuas ya? 
sepertinya ilmu tanaman saya perlu diasah lagi hi3x


 dan saya menemukan sisa buah matoa yang sepertinya bekas dimakan kelelawar atau anak kecil(?)


 nah ketemu juga ada pohon matoa dipojok bibir sungai
buahnya enak banget lo, tekstur mirip kelengkeng tapi rasanya mirip durian
pohon ini termasuk yang mudah ditanam dan tumbuh

 deretan pohon singkong dan pisang yang sepertinya ditanam warga
daun dan umbi singkong bisa dikonsumsi, tapi saya sarankan untuk yang punya kebun kecil konsumsi saja daunnya tidak usah diambil umbinya
karena daunnya bisa kita petik terus menerus sepanjang tahun untuk disayur, sementara jika ditarik umbinya kita harus menanam ulang lagi dari awal

 kelor, pohon dengan banyak manfaat
daunnya bisa disayur atau dikeringkan untuk dijadikan smoothie
kulit batang dan akar bisa dijadikan obat pengering luka

 kalau ini bunga liar saya kurang paham namanya
karena cantik saja jadi saya poto he3x

 lihat kursi kayu yang diselimuti tanaman liar ini
seakan mengingatkan apapun yang diperbuat manusia, alamlah yang akan menang dan mengambil alih
umat manusia adalah virus bagi bumi dan ketika virus ini hancur yang tersisa tinggal alam yang akan memperbaiki dirinya sendiri

 mbak Made mempersiapkan pasar sehat yang menyediakan berbagai bahan pangan organik (dan sehat tentunya)

 selain sayur organik juga dijual berbagai produk perawatan tubuh yang dibuat dari kekayaan alam Indonesia
cocok buat ibu-ibu, luluran dimalam hari setelah seharian mengurus suami dan anak hi3x

 kecap, saus, minyak sayur yang organik dan sehat

 gula aren yang 100% dibuat dari aren murni, bisa anda bandingkan dengan gula aren dari pasar
yang ini warnanya lebih cerah, segar, dan lebih menggoda selera, hmmmm.....

 pipa pvc untuk menanam secara vertikal
saya pernah mengulas cara membuatnya step by step silahkan klik

 bibit sayur yang akan dibagi gratis kepada warga kampung Gulon
ada bibit cabai, terong, sawi pagoda, tomat, seledri, dll pokoknya tanaman yang mudah ditanam ibu-ibu pemula dipekarangan rumah

 Pak Mayor Haristanto Presiden Republik Aeng-aeng
memberi sambutan dan semangat kepada warga kampung Gulon agar sukses dalam program menanam kali ini

 pak Mayor langsung turun sendiri ikut membantu warga membuat lubang untuk ditanami pohon buah

 dan akhirnya acara Tanam Hijau dimulai, sedikit pose untuk dokumentasi boleh juga
pohon yang ditanam ada mangga, jambu, matoa, jeruk, dll

 sementara bapak-bapak sibuk menanam pohon
mbak-mbak sibuk poto-poto hihihihi

 mbak Fie sedang menanam pohon mangga

 mas Wimgo (mas ente masuk blog saya berkali-kali!) sibuk menyirami pohon yang sudah selesai ditanam

 istirahat sambil menikmati kudapan yang dibagikan
tahu goreng, arem-arem, dan segelas air mineral
ah lezat sekali rasanya kalau pas lapar ya

 sementara itu ibu-ibu kampung Gulon masih mengikuti dengan khidmat penjelasan tentang manfaat dan tips trik menanam secara organik

 praktek langsung menanam secara organik

 sebagian melihat sayur organik yang dijual murah

 mari dipilih-pilih sayur organiknya

 ada sawi organik, buah naga organik, cabai organik, dan berbagai macam sayur lainnya

 saatnya bagi ibu-ibu untuk menanam pohon
pose bu....posseeee...

acara pun berakhir ditengah hari
hari itu adalah hari raya China atau Imlek, dan matahari bersinar sangat terik
padahal menurut hitungan orang China, Imlek selalu jatuh disaat hujan
beberapa percaya ini tidak akan membawa hoki, mungkin musim yang sudah tidak sesuai dengan hitungan nenek moyang dulu karena efek global warming
musim kacau, panen berkurang, pangan langka, sembako naik harga, bisnis pun memburuk, ah...entahlah, semoga tidak

Bahan: "Collapse" oleh Jared Diamond

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...