Rabu, 02 Maret 2016

Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (4)

Kampung sayur Ngemplak Sutan Solo sekarang tambah besar dan mulai dilirik warga Solo maupun Jawa Tengah untuk dijadikan acuan mebuat kampung sayur ditempat lain

Selain sering mengikuti pameran-pameran bertema hijau

Kemarin kampung sayur ini juga dikunjungi langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Bp Ganjar

Keren sekaliiii!!!

Setelah dulu saya hanya berdua jalan-jalan keliling kampung sayur ini jalan-jalan 1, jalan-jalan 2, jalan-jalan 3

Sekarang saatnya ramai-ramai ikut rombongan komunitas Tales menyerbu dan mencari ilmu baru disini


 sebelum blusak-blusuk masuk kampung orang, pak wakil ketua om Wimgo
memberi perkenalan, visi misi, dan minta ijin dulu

Yuk ikutttt...cuzzzz
(AWAS Bandwith Killer!! banyak foto)
 
supaya lebih afdol, maka motor ditinggalkan dan semua anggota komunitas Tales berjalan kaki
pohon yang rimbun di kanan-kiri jalan memberi suasana adem dan teduh



ibu-ibu langsung mampir ke salah satu halaman warga
melihat sayur yang ditanam secara organik

lihat sawi putih ini, besar sekali!

tampaknya sayur-sayur ini diberi pagar kain agar tidak dirusak hewan peliharaan pemilik rumah
ide bagus, bisa kita terapkan dirumah yang banyak ayam atau kucing


Pak Ketua komunitas Tales sibuk mendokumentasikan kebun sayur milik warga

bertemu dengan salah satu warga yang sibuk mengolah media tanam organik

sapa dan bertanyalah dengan sopan, para warga akan dengan senang hati menerangkan dan menjawab pertanyaan anda
ini tanaman apa? bagaimana merawatnya? apa campuran medianya? dll

masuk pagar rumah dan wira-wiri melihat koleksi sayur pun dipersilahkan!

bunga kol yang cantik milik warga

ciplukan atau goosebery yang sempat menghebohkan dunia menanam
karena harga perkilonya yang mahal

selain tanaman yang ditanam warga
ada juga tanaman liar yang tumbuh disela-sela pagar yang menarik perhatian
suweg atau konjac, tanaman yang umbinya bisa dimakan ini bunganya mirip dengan bunga bangkai
kadang banyak orang yang salah mengartikan suweg yang tumbuh dihalaman rumahnya sebagai bunga raflessia

ini bunga mawarkah?
maaf saya gak ahli soal bunga he3x

deretan kubis hijau didepan rumah warga

ibu-ibulah yang menjadi korban pertama ketika melihat suburnya sayur didepan rumah

tanpa banyak cakap langsung disamperin dan diskusi seru pun terjadi
ini nanamnya gimana? medianya apa? kalau kena ulat bagaimana? dll

dan saya yang jadi pesuruh untuk mengabadikan selfie para ibu-ibu pencinta tanaman ini
masssss.....fotoin doonggg
ok bu, say cheseeee!

tapi jangan salah, para bapak-bapak pun tak kalah antusiasnya untuk berdiskusi tentang sayur-sayur yang melimpah ini

selain ditanam dipolybag ada juga warga yang membuat green house sederhana dari bambu
green house bambu ini sederhana dan lucu sekali, membuat orang yang melihat pasti ingin mampir
jika hujan turun tinggal menarik plastik untuk melindungi tanaman dari hujan deras

jangan lupa foto duluuu....mayan buat profile picture facebook

mengunjungi pusat penyimpanan benih warga Ngemplak Sutan
selain bisa berdiskusi benih apa yang cocok ditanam didaerah masing-masing, kita bisa membeli benih sayur juga disini lo...

melihat pohon jeruk nipis (eh betul bukan) milik salah satu warga
pohonnya yang sedang rimbun berbuah membuat para ibu-ibu tertarik untuk sekedar melihat

dan pemilik rumah pun dengan senang hati mempersilahkan ibu-ibu memetik sendiri jeruk ini untuk dibawa pulang
gratis!!

bunga buah naga yang cantik didepan rumah
untung warga disini sudah kompak menanam semua, kalau ditanam ditengah kota pasti sudah habis dipetik orang lewat

buah maja yang terkenal karena turut berperan dalam sejarah Majapahit itu ada juga disini
pohonnya masih tumbuh liar dan buahnya bisa dijadikan pestisida nabati atau dimanfaatkan cangkangnya yang keras untuk kerajinan tangan

gendola atau malabar spinach, daun tanaman ini bisa dimakan layaknya sayur
selain itu dibanding bayam biasa yang hanya hidup 2-3bulan, gendola lebih tahan hidup lama jadi anda bisa panen berkali-kali
dan gendola ini, daunnya besaaar sekaliii....lebih besar daripada yang pernah saya lihat di pasar tanaman

semangka mini, tampaknya semangka ini kurang normal perkembangannya jadi tidak besar
tapi malah unik dan bagus dijadikan objek foto

istirahat dulu sebentar sambil ngitung jumlah peserta
apa ada yang hilang atau tersasar hi3x

karena di kampung ini masih banyak kebun dan tanah yang alami atau belum diolah
kita bisa menemukan banyak tanaman menarik
seperti ibu Esther ini yang sedang mencari suweg atau konjac liar untuk dibawa pulang

penampakan pohon suweg yang sudah besar
walaupun umbinya bisa dimakan, tapi anda harus berhati-hati  dalam mengolah, sebaiknya ditemani oleh yang lebih berpengalaman
karena di waktu pertumbuhan tertentu umbi suweg bisa berubah menjadi umbi beracun bila dimasak

ada satu sayur yang menarik milik seorang warga
wortel! wortel tumbuh di Solo, keren!
entah ini ditanam dari biji atau beli dari dataran tinggi lalu dipelihara lagi

lihat bayam merah ini, merahnya pekat sekali
dari bentuk daunnya yang kecil kemungkinan karena terpapar cahaya matahari yang cukup lama
jadi warnanya bisa merah pekat tapi daunnya tidak begitu lebar

sekian dokumentasi jalan-jalan kami ke Ngemplak Sutan
semoga kedepan semakin maju dan bisa memasyarakatkan menanam sayur organik kepada warga Solo dan Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...