Rabu, 12 Agustus 2015

Jalan-jalan Ke Museum Sangiran (Klaster Manyarejo)

Klaster Ketiga yang terdekat dari Klaster Ngebung adalah Klaster Manyarejo

Walaupun dibilang paling dekat tapi sebetulnya jauh juga ha3x

Ditambah dengan rute yang masih jarang rumah penduduk, anda harus berhati-hati agar tidak sampai kehabisan bensin atau ban bocor


Hutan jati dikanan kiri jalan sungguh bagus sekali dipandang, turun sebentar untuk sekedar berfoto pun oke juga

Jalan sudah dibeton dan aspal, walau terlihat beberapa retakan disana sini tapi masih layak untuk dilewati

Info resmi yang kami dapat dari web resmi pemerintah Sragen

Museum Manyarejo
Museum pendukung Klaster Bukuran ini adalah bentuk apresiasi terhadap para peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan warga masyarakat yang telah melakukan pekerjaan besar melakukan penelitian dan menghasilkan berbagai penemuan penting untuk Situs Sangiran. Hubungan harmonis ini terus berlangsung dari penggalian ke penggalian dan generasi ke genarasi hingga saat ini. Warga sekitar terbuka menerima para peneliti, bahkan warga sekitar menjadi tumpuan dalam setiap ekskavasi dan survey yang dilakukan peneliti.

Display Museum Manyarejo menyajikan kenangan penelitian yang pernah dilakukan di daerah ini, legenda yang menjadi mitos masyarakat tentang Sangiran dan temuan-temuannya, berbagai koleksi memorabilia yang dimiliki peneliti dan masyarakat sekitar. Semuanya dikemas dengan nuansa rumah tradisional Sangiran dan didukung dengan teknologi informasi yang memungkinkan pengunjung memperoleh informasi secara interaktif.

Pada bagian awal disajikan sejarah penelitian yang pernah dilakukan di Manyarejo, berikut tokoh-tokohnya. Di bagian lain digambarkan kehidupan masyarakat desa yang disajikan dengan display beberapa alat-alat yang biasa mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, institusi lain pernah secara intensif melakukan kegiatan di Manyarejo, yaitu Pusat arkeologi Nasional. Kegiatan Pusat Arkeologi Nasional ini secara khusus disajikan tersendiri berikut koleksi temuan-temuannya. Display kotak ekskavasi dibuat untuk memberi gambaran kepada pengunjung tentang kegiatan penggalian di Manyarejo



 dari Klaster Ngebung anda tinggal lurus ikuti petunjuk jalan
sekita 15-20menit anda akan sampai di Klaster Manyarejo
Klaster ini termasuk yang paling sederhana dibanding klaster-klaster sebelumnya


 istirahat sebentar
teriknya matahari dimusim panas tahun ini tak pelak membuat lelah dan sedikit kurang konsentrasi
bawalah air mineral sekedarnya agar tetap fokus dijalan

 tangga naiknya, aduhhh.....tinggi sekali
kenapa tidak dipasang eskalator kayak di mall?
halah!

 Display Ekskavasi atau lokasi penggalian fosil
 lihat rangka dan atap yang baru dan kokoh, sepertinya uang pajak kita digunakan sebaik-baiknya he3x





 foto panorama dari Display Eksakavasi
sekalian ngetest kamera hp he3x

 silahkan merenung sambil membayangkan para arkeolog yang dahulu
bersusah payah menggali mencari fosil disini

ada nomor-nomor tanda bekas penggalian

  
anda bisa melihat keterangan tiap nomor 
dipapan keterangan yang sudah disediakan
fosil apa saja yang ditemukan ditiap nomor tersebut

 pemandangan alamnya pun tak kalah menarik dan cantik

 selesai melihat Display Ekskavasi, saatnya melihat Ruang Pamer 1
 disini hanya ada 2 lokasi yang bisa anda nikmati, Display Ekskavasi dan Ruang Pamer 1

 seperti biasa, mengisi buku tamu dahulu
tidak ada biaya masuk alias gratis, hanya membayar pakir

 display informasi interaktif sangat berguna bagi anda
yang ingin menggali informasi lebih dalam

 beberapa contoh fosil yang ditemukan disini

 sedikit penjelasan tentang Balung Buto
atau tulang fosil yang dulu dikira tulang raksasa oleh warga sekitar

 alat-alat yang digunakan para arkeolog

 peta "Balung Buto"


 fosil rusa purba


 peralatan para arkeolog

 contoh fosil tengkorak yang ditemukan

 selesaiiii....!!!

mari kita lanjutkan perjalanan ke Klaster selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...