Senin, 13 Juli 2015

Menyimpan Benih Oyong/Gambas

Selamat datang di seri postingan Menyimpan Benih

Menyimpan Benih Pare
Menyimpan Benih Mentimun
Menyimpan Benih Tomat Cherry
dll

Kali ini kita akan belajar menyimpan benih oyong atau gambas sendiri

Kenapa harus menyimpan benih sendiri?

Supaya anda tidak usah beli benih lagi!! ^_^

Untuk mendapatkan benih oyong memang harus agak sabar, kita harus menunggu buahnya matang dan mengering

Mengering dipohon tentu lebih bagus

Cukup dipilih satu buah yang besar dan paling bagus tanpa cacat untuk dijadikan benih, sisanya bisa anda sop dengan bakso seperti ini Menu Sup Oyong

Mari kita saksikan proses penarikan benih dari tempatnya, siapkan mental anda (halah)

 oyong yang telah kering dipohon
oyong yang siap diambil benihnya ketika dikocok berbunyi
pertanda benih sudah kering dan lepas dari daging buah


 belah dua dengan pisau yang tajam
karena oyong kering akan liat sekali

 begini bentuk serat oyong yg kering

 pukul-pukul dan wadahi dengan piring yg lebar
supaya biji tidak terlempar kemana-mana

 belah lagi perut buahnya untuk mengambil benih yang tersisa

 bisa dilihat ada 2 warna benih yang berbeda

 yang putih ini pertanda benihya belum cukup umur
tidak bisa kita simpan, buang saja atau untuk kompos

 yang hitam ini layak disimpan, gosok perlahan dengan dua tangan dan tiup-tiup
untuk menghilangkan kulit ari yang menempel
simpan didalam plastik klip dan tempatkan ditoples kering

eitss...serat keringnya jangan dibuang
bisa buat alat cuci piring ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...