Jumat, 17 Juli 2015

Banjir Solo April 2015

22 April 2015 kemarin adalah puncak hujan musim ini di Solo, hujan deras turun tak henti-hentinya sepanjang hari

Dan seperti yang sudah dapat diduga banjir datang melanda wilayah Solo Utara

Banjir kiriman ini terakhir terjadi tahun 2009 lalu

Dulu warga masih mengira ini adalah kejadian luar biasa karena sebelumnya banjir yang melanda sampai Solo Utara cuma banjir besar tahun 1966

Tapi dengan datangnya banjir lagi dalam selang 6 tahun membuat para warga khawatir juga, jangan-jangan nanti banjir ini datang secara rutin?

Pertama 6 tahun sekali, lalu 4 tahun sekali, lama-lama kalau tidak ada tanggapan serius dari pemerintah bisa setahun sekali banjir!

Penyebabnya entah saya kurang tahu, mungkin gabungan antara semakin sedikitnya wilayah serapan air di Solo dan efek Perubahan Cuaca (Global Warming) yang meningkatkan intensitas hujan di area Solo dan sekitarnya

Ini adalah bencana besar kedua yang melanda kebun saya setelah abu gunung kelud (ketika banjir 2009 saya belum membangun kebun saya)

Sama seperti Gunung Kelud yang meninggalkan abu subur, banjir ini sebetulnya juga meninggalkan endapan lumpur sungai yang subur bagi tanah

Saya kadang berpikir bencana-bencana alam ini sebetulnya cara alam menyembuhkan dirinya dari kerusakan yang dibuat manusia

Ketika pohon-pohon ditebang, tanah kering, ekosimtem mati dan tidak ada kehidupan

Hujan deras yang datang meluapkan sungai dan seisinya tanpa ada yang menahan ke daerah tak-subur itu (yg kebanyakan berubah menjadi perumahan) 

Untuk meninggalkan endapan lumpur yang subur supaya ekosistem alam berputar kembali, tumbuhan, serangga, reptil, dan hewan-hewan lain bisa memulai kehidupan baru

Tapi manusia selalu merusaknya kembali, semakin hebat manusia merusak alam akan semakin hebat pula usaha alam memulihkan dirinya

Jika ini terus berlangsung tinggal kita lihat siapa yang bertahan, alam atau umat manusia?


 jam 23:30 air mulai menggenangi jalan depan rumah
mobil pak Rt saya segera diungsikan


 jalan sudah tidak kelihatan
air merambat masuk halaman rumah

 lima menit kemudian air masuk ke rumah tetangga

 truk yang lewat langsung putar balik

 23:40 hampir masuk rumah

 ketinggian hampir menelan kolam saya, saya cuma bisa pasrah
listrik belum dimatikan PLN padahal 2009 lalu 2 orang meninggal tersengat listrik ketika banjir

 23:56 air sudah masuk ke kamar, perlahan-lahan semakin naik
listrik mulai dimatikan oleh PLN 
hampir 30 cm ketinggian air didalam rumah saya, ketinggian dikebon/luar? 1 meteran!
dan karena ini bukan air diam, maka sepanjang malam suara air deras sekali 
mengalir seperti sungai besar
sementara tim SAR keliling dari rumah- kerumah naik perahu karet menawarkan evakuasi

 keadaan kebun esok harinya
hancur semua..:(
 terong, cabai, semaian bibit sayur
ludess

 endapan lumpur yang tertinggal
kelak endapan ini akan menyuburkan kebun saya

 terong yang siap panen :(

 cabailah yang paling tidak tahan kena banjir
tomat dan terong masih tetap hidup setelah banjir, cabai mati semua tidak bersisa
mungkin karena akarnya rusak terkena arus banjir
 kolam? habis semua ikannya terbawa arus

 sampah-sampah masuk

 cuma karena sudah saya kasih lubang kontrol pembuangan
jadi begitu surut air langsung menyesuaikan ke ketinggian standar kolam 
(30cm dibawah bibir kolam)
dibelakang kolam ada ayam yg masih sempat saya pindahkan ke kandang teratas

 ini kisah yang paling menyedihkan
kandang marmut dan kelinci 3 tingkat saya
karena saya kira air tidak setinggi ini, cuma kelinci yang saya pindah keatas
marmut di kandang tingkat ke 2 saya biarkan

 dan...ternyata air sampai melebihi tingkat ke 2
marmut-marmut saya yg tidak bisa bernapas dan tidak bisa keluar kandang karena saya kunci....
maafkan saya :(

vertikultur pvc saya pun tak luput kena arus banjir
untung drum tadah hujan sudah saya kawat ke tembok tetangga
pvc pun saya ikat ke besi, jadi tidak hanyut
tapi sayur sudah tak layak pangan semua

Butuh waktu 1-2minggu untuk membersihkan semua kekacauan ini, kuras kolam, ganti tanaman baru, beli marmut lagi, dsb

Sengaja saya baru posting banjir ini karena sebelumnya saya tak tega menampilkan segala kerusakan ini ke hadapan anda, takutnya bagi anda yang rumahnya rawan banjir menjadi segan berkebun

Tapi apa boleh buat, mungkin besok kita cari solusinya bersama untuk...

Menanam pangan di daerah rawan banjir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...