Selasa, 19 Februari 2013

Sistem Budidaya Lele

Oke, mari kita bahas ke sistem yang paling sulit di Aquaponic. Sistem Budidaya lele.
Saya sendiri masih pemula, jadi mungkin pembahasan saya ini kurang lengkap. Mohon dimaklumi he3x

Lele atau dalam bahasa ilmiahnya Clarias adalah ikan yang hidup di air tawar, lele tidak mempunyai sisik layaknya ikan kebanyakan. Sebagai gantinya lele mempunyai lendir, untuk mempertahankan diri dari serangan penyakit. Ini pula kenapa masyarakat suka mengkonsumsi lele, karena tidak perlu repot membersihkan sisik.

Lele adalah hewan nocturnal yaitu aktif mencari makan dimalam hari. Lele dapat bertahan pada suhu 25-28C dan dengan kondisi air yang buruk. 

Tapi ingat jangan terkecoh dengan kalimat tersebut, banyak petani pemula yang terkecoh dengan kata-kata di buku atau internet yang menyebutkan bahwa "Lele bisa bertahan hidup di kondisi air yang buruk".

Kebanyakan mereka memakan mentah-mentah pendapat tersebut padahal ada kata yg saya tebalkan diatas, benar lele bisa hidup di kondisi air yang buruk tapi kondisi tersebut tidak akan maksimal untuk pertumbuhan lele sendiri.

Dari cerita teman2 saya yang gagal dalam budidaya lele, kebanyakan mereka lupa bahwa lele juga perlu dirawat dengan baik agar tumbuh sehat dan bisa panen sesuai harapan.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya lele antara lain:
  • Kualitas Air
  • Benih
  • Pakan
Minim 3 hal tersebut harus kita kelola dengan baik, mari kita bahas satu-persatu

Kualitas Air
Kualitas air berpengaruh besar dalam sistem budidaya lele, ada banyak faktor yang harus dipahami . Tapi kali ini saya akan mengambil garis besarnya saja yaitu suhu, PH, kadar oksigen, dan kadar amoniak.

Suhu ideal untuk lele berkisar antara 25-32C, anda bisa melihatnya dengan membeli termometer air di toko peralatan terdekat. Harganya cuma sekitar Rp 15.000,-, termometer ini sangat penting jika cuaca sedang tidak menentu. 
Terkadang jika sedang peralihan musim, suhu siang dan malam hari sangat ekstrim. Jika siang hari cuaca sangat tinggi lalu tiba2 hujan, suhu air kolam yang masih panas tidak akan bisa mengimbangi suhu udara yang mulai dingin. Akibatnya terjadi destrasifikasi suhu, karena kerapatan air hangat lebih rendah dari air dingin maka air hangat akan naik keatas dan terjadi pengadukan yang bisa mengakibatkan penurunan kualitas air di seluruh kolam air. Destratifikasi yang mendadak diikuti konsentrasi DO rendah bisa berakibat kematian total ikan budidaya.
Untuk mengatasi jika cuaca tidak bersahabat bisa dibantu dengan aerasi atau penambahan oksigen ke kolam.

PH ideal untuk ikan adalah 7-8, bila PH dibawah 7 atau 8 akan berdampak buruk bagi ikan. Penurunan PH biasanya terjadi karena air hujan, untuk mengatasinya bisa dengan menabur garam krosok. Tapi lebih baik konstruksi kolam memakai atap dari plastik.

Kadar Oksigen, semua makhluk hidup membutuhkan oksigen, walaupun lele dapat mengambil oksigen dengan naik ke permukaan air tapi jika tebar padat kita tinggi (diatas 100 ekor/m) disarankan untuk menambah kadar oksigen. Kadar oksigen bisa ditambah dengan aerator atau percikan air.

Kadar Amoniak, faktor satu ini sering dilupakan, biasanya karena faktor "Lele bisa bertahan hidup di kondisi air yang buruk" tadi he3x. Jangan lupa setiap lele makan maka mereka juga mengeluarkan feses atau sisa kotoran. Sisa kotoran dan sisa makanan ini jika dibiarkan akan mengendap dan membentuk amoniak yang menjadi racun bagi lele. Lakukan pembuangan air dasar kolam setiap 3-5 hari sekali, jika padat tebar tinggi maka lakukan tiap hari sekali atau dua kali.
Konstruksi kolam juga harus mempertimbangkan untuk bisa melakukan pembuangan dasar kolam (siphon), malah bagi saya wajib hukumnya membuat lubang siphon. Berikut konstruksi kolam yang ideal menurut saya, namanya konstruksi central drain. Ada lubang pembuangan air hujan dan lubang siphon. 

Supaya lebih jelas, ini ada video dari para petani yang memakai metode super intensif sistem boster.


Lihat dari menit ke 01:10, begitu lubang siphon dibuka maka air yang mengandung kotoran lele akan otomatis naik keluar.

Probiotik, pemberian probiotik sangat penting sebagai pengatur kualitas air kolam. Probiotik berfungsi sebagai dekomposisi sisa-sisa pakan dan kotoran ikan yang tidak terbuang, mengurangi bau kolam, meningkatkan pertumbuhan plankton, mengurangi penyakit white spote. Saya biasanya pakai Beka Fish organik, bukan bermaksud promosi tapi dari berbagai produk yg saya pakai memang Beka Fish yang paling cocok.
Beka fish bisa didapatkan di tempat om Eddy Santoso



Jadi...apa yang harus saya lakukan pertama kali dikolam lele saya?

Kalau saya biasanya
  • Cuci terpal
  • Isi air
  • Tebar garam krosok, tunggu 1 hari 
  • Beri Methyl Blue sebagai pencegah white spot, tunggu 3 hari
  • Setelah 3 hari lalu beri Beka Fish, 1 sendok untuk 1 m2 dan biarkan selama 1 minggu
Jika kolam sudah mulai berwarna kehijauan berarti benih lele siap ditebar.

Sekian apa yang bisa saya share, tentu tidak begitu sempurna karena saya masih pemula di budidaya lele ini.

Untuk penjelasan tentang pakan dan benih akan saya bahas di post selanjutnya, terimakasih :)

Jual Benih Sayur Eceran Rp 1.000  

2 komentar:

  1. good. makasih infonya tentang destrasifikasi suhu
    nitip:
    http://tipslele.wordpress.com/2014/04/11/kolam-lele-dan-awal-pemeliharaan-lele/

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...