Kamis, 21 Februari 2013

Sistem Budidaya Lele (2)

Pakan, biaya terbesar budidaya lele adalah pakan. Saya tidak bisa membantah itu.
Kurang lebih 60% biaya pakan menyita alokasi dari total biaya budidaya lele ini. Itulah kenapa kita harus sangat berhati-hati dalam pengelolaan pakan, karena jika salah hitung maka kegagalan budidaya sudah didepan mata (halah!)

Sebelum lebih jauh saya akan menjelaskan satu istilah yang akan saya gunakan nanti, biar tidak bingung.

FCR, apa itu FCR? FCR adalah singkatan dari Food Conversion Ratio. Yang dimaksud FCR disini adalah perbandingan pakan yang dimakan ikan dengan pakan yang diserap tubuh ikan, istilah kasarnya "perbandingan pakan yang dibuang dan yang menjadi daging".

Setiap ikan makan maka ada beberapa bagian yang terbuang, terbuang menjadi kotoran maupun tenaga untuk bergerak. FCR yang ideal adalah 1:1, artinya pakan 1kg menjadi berat tubuh 1kg.

Apakah mungkin? Mungkin tapi tidak gampang untuk mewujudkannya, diperlukan pola makan yang benar dan bantuan probiotik agar pencernaan ikan bisa menyerap semua pakan yang diberikan. Mari kita bahas perlahan-lahan.

Pelet, inilah tersangka utama kenapa biaya pakan membengkak. Harga pelet yang terus naik! he3x
Terakhir kemarin saya beli satu sak (30kg) pelet 781-1 kualitas baik seharga Rp 245.000,-, itu berarti naik Rp 6.000,- dari harga terakhir...hufft

Oh iya, sesuaikan ukuran pelet dengan umur ikan karena bukaan mulut yang kecil tidak akan muat kalau disuruh menelan pelet yang besar. Biasanya diawal tebar saya memakai PF-1000 untuk ukuran benih 5-7cm, dilanjut dengan 781-1, 781-2, dan 781-3.

Mari kita sedikit kalkulasi kebutuhan pakan dari awal sampai panen, dengan asumsi full pelet kualitas terbaik.

Ukuran ideal ikan dipasar adalah 8ekor untuk 1kg lele, misal anda ingin panen 100kg dikolam anda berarti ini perkiraan kasar total modal bibit+pakan yang dibutuhkan.


Target 100kg = 8ekor x 100 = 800 ekor benih yg harus anda siapkan.

800 ekor benih ukuran 5-7cm @Rp 120,- = 800 x Rp 120 = Rp 96.000,-

Asumsi FCR 1:1 berarti kita butuh 100kg pelet untuk target panen 100kg lele.

Pakan awal PF-1000 satu sak/10kg = Rp 126.000,-
Pelet 781-1 satu sak/30kg = Rp 245.000,-
Pelet 781-2 satu sak/30kg = Rp 241.000,-
Pelet 781-3 satu sak/30kg = Rp 236.000,-

Total Pelet = 100kg
Total biaya pelet = Rp 848.000,-

Total = benih + pelet = Rp 96.000 + Rp 848.000 = Rp 944.000,-

Jika 800 ekor tadi dalam 3 bulan (umur layak panen) tidak ada yang mati dan semua ukuran sama maka harga jual 100kg ikan (asumsi 1kg lele Rp 11.500,-) adalah 100kg x Rp 11.500 = Rp 1.150.000,-

Berarti keuntungan anda Rp 1.150.000 - Rp 944.000 = Rp 206.000,- selama 3bulan!

Mohon maaf bila harga pelet dan harga jual salah, karena saya belum update lagi :)

Sedikit? ya memang susah kalau hanya mengandalkan full pelet pabrik
Padahal faktor kematian lele, beda ukuran, FCR, biaya obat, biaya penyusutan konstruksi kolam, dll belum dimasukkan.

Mari kita bahas sedikit cara agar kita menghemat pakan agar bisa mendapat keuntungan, dan bisa panen seperti yang diharapkan.

Manajemen ransum harian, ilmu ini saya dapat dari om Eddy Santoso. Alih-alih memberikan pakan secara adlibitum (sampai kenyang), beliau menyarankan saya agar mengontrol pakan harian lele agar FCR terjaga.

Berikut pedoman ransum harian dari beliau
Hari ke 1-30 : 3% bobot populasi
Hari ke 31-60 : 2,75% bobot populasi
Hari ke 61 up : 2,5% bobot populasi

Pertambahan 5% ransum harian untuk hari berikutnya

Bagaimana mengetahui bobot seluruh populasi kolam? Kita harus melakukan sampling dengan mengambil beberapa ikan dikolam, menimbangnya dan mengalikan dengan jumlah total ikan yg ada dikolam.

Misal jika total bobot populasi adalah 1kg maka,
Hari ke-1 : 1 kg x 3% = 30 gr
Hari ke-2 : 30 gr + (5% x 30gr) = 31,5 gr
Hari ke-3 : 3,15 gr + 5% =33 gr
dst...

Ketika sudah masuk hari ke 10 lakukan sampling lagi untuk mengontrol berat populasi, ulangi lagi tiap 10hari.

Awalnya saya takut karena 30 hari pertama pakan yg dihabiskan baru sedikit, saya takut tidak bisa mencapai target. Tapi lama kelamaan dengan bertambahnya persentase, maka target akan tercapai. Lebih praktis anda memakai aplikasi excel untuk menghitung ransum harian sampai hari ke 90.

catat semua ransum harian untuk dokumentasi

Pemberian probiotik, fermentasi pakan yg akan diberikan dengan probiotik agar pakan lebih mudah diserap oleh sistem metabolisme ikan. Saya masih memakai produk dari Bioku Fish yg bisa didapat ke om Eddy Santoso, Bioku Fish berguna untuk menyempurnakan pencernaan ikan dan meningkatkan FCR, menekan pertumbuhan bakteri merugikan, dan otomatis jika ikan sehat akan membuat masa panen sesuai target.



Aplikasi Bioku Fish untuk pelet
  • Timbang Pelet sesuai kebutuhan utk 1 s/d 2 hari.
  • Ukur volume BIOKU Fish dan volume air sesuai pada keterangan produk (2,6 cc BIOKU Fish + 30 cc air, untuk 1 kg pakan).
  • Campurkan BIOKU Fish dengan air pada hand spayer, kocok hingga rata.
  • Persiapkan alas dan atur pelet tipis rata diatasnya disemprot dengan larutan BIOKU Fish.
  • Semprotkan larutan BIOKU Fish rata pada pelet, aduk pelet bila perlu.
  • Masukkan pelet pada wadah terbuka.
  • Simpan pelet di tempat teduh dan kering serta terhindar dari jangkauan tikus
  • Penampilan pelet setelah 24 jam fermentasi dengan BIOKU Fish. Bentuk / struktur masih utuh, bau tetap menyengat khas pelet.
  • Penampilan pelet setelah 48 jam fermentasi dengan BIOKU Fish. Bentuk / struktur masih utuh, bau tetap menyengat khas pelet, ada sedikit bau harum.
Setelah itu bisa langsung diberikan ke ikan.

makaannnnn....!!!


Pakan tambahan, masih dari ilmu yang saya baca, pemberian pakan tambahan maksimal 30% dari total kebutuhan pakan sampai panen. Karena nutrisi dan protein pakan tambahan tidak akan bisa menggantikan nutrisi dari pelet pabrikan.

Pakan tambahan dapat berupa azolla, kayu apu, roti bs, sosis bs, dll
Tidak disarankan untuk memakai kotoran hewan karena dari segi etika tidak baik bagi budidaya lele, lagipula kohe adalah sisa-sisa makanan yg sudah diserap nutrisinya oleh perut hewan. Apalagi yang bisa diharapkan kandungan dari kohe?

Saya lebih memilih antara azolla atau roti, untuk azolla bisa dicari di sawah terdekat dan roti bs bisa dicari ke pabrik roti yang ada didaerah anda. Saya dapat murah, cuma Rp 1000,- per kilo.




Ribet? Emberrr...siapa bilang budidaya lele gampang? he3x

Hufftt....capek saya, semoga sedikit yang bisa saya berikan ini bisa menambah catatan bagi anda dan lele anda dikolam. :)


Jual Benih Sayur Eceran Rp 1.000  

5 komentar:

  1. ane mau nanya gan. itu pemberian roti bs dalam keadaan mentah berbentuk roti alias ga diolah dulu biar jadi pelet???

    BalasHapus
  2. Saya jual roti BS 1500 / kilo kl mau sewaktu2 butuh bisa tlp ke 081586341231

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. jelek sekali gan, kalau bisa roti bs ini cuma sebagai kudapan saja

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...