Jumat, 23 November 2018

Mencicipi Apem Juruh dan Pecel Krokot di Pasar Gawok Sukoharjo

Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya di Berburu Benih dan Bibit Sayur di Pasar Gawok Sukoharjo

Selain mengulas tentang keramaian para pedagang dipasar Gawok, saya juga sekalian mencicipi berbagai pangan tradisional disana

Pasar Gawok sendiri lokasinya tidak jauh dari Surakarta, jadi saya kira kulinernya mirip-mirip dengan kuliner dipasar dekat rumah saya

Ternyata saya salah duga, karena saya menemukan banyak kuliner atau panganan yang belum pernah saya lihat sebelumnya

Apa saja itu? Mari kita lihat.....

lokasi pasar gawok kecamatan Gatak, Sukoharjo
silahkan membuka Google Map untuk lokasi tepatnya

ditengah pasar anda akan menemui banyak pedagang menggelar aneka makanan
kebanyakan kudapan-kudapan ringan seperti es, tempe goreng, apem, kue, dsb

saya akan mengulas beberapa makanan yang jarang saya temui ditengah kota Solo
seperti apem juruh ini, kue dari tepung beras yang dibentuk seperti pancake
lalu disiram kuah juruh, yaitu gula jawa yang telah dicairkan
dan masih diberi taburan parutan kelapa
rasanya....?? 
gurihhhh, lembut, dan manis, cocok untuk pengisi perut dipagi hari sambil keliling pasar 
harganya? satu apem cuma Rp1.000, murahhh banget!!

selanjutnya saya penasaran dengan penjual pecel krokot satu ini
bisa kita lihat menu yang ditawarkan sangat 'ndeso' sekali
ada mie karet yang berwarna kuning, nasi merah, sayur jengkol, dan komplitan pecel
sambalnya bisa anda pilih sambal pecel atau sambal brambangasem (gula jawa cair dicampur cabai, dan asam jawa)

yang membuat penasaran tentu komplitan pecel yang terbuat dari krokot
krokot adalah gulma atau tanaman yang tumbuh liar disudut rumah atau pingggir selokan
tanaman ini hampir tidak ada nilainya (cuma saya jadikan kompos)
ternyata disini bisa diolah dan dikonsumsi

dan ini adalah mie karet, mie yang terbuat dari terigu dan tapioka
disebut mie karet karena kenyal dan susah ditelan wkkwkw
sudah lamaaaa...sekali saya tidak makan mie karet ini, terakhir waktu masih SD mungkin
entah apa tujuan dan maksudnya orang membuat mie kenyal dan susah ditelan seperti ini
mungkin supaya kenyangnya lebih awet ya, cmiiw

dan ini seporsi brambangasem krokot dan mie karet, ditambah tahu gembus (tahu yang terbuat dari ampas tahu)
rasanya? krokotnya terasa seperti sayur hijau biasa, mirip kangkung
mie karetnya kenyal dan susah ditelan he3x tapi lumayan membuat kenangan saya kembali ke jaman SD
harga seporsi brambang asem krokot plus tahu gembus Rp3.000
harga seporsi mie karetnya Rp3.000

berbagai gorengan dan kue yang dijajakan sepanjang pasar
dipojok kanan anda bisa melihat es gempol pleret, minuman yang mirip dawet tapi ditambah butiran kue dari tepung tapioka dan tepung beras

intip beras goreng
jika kita sering mendengar berita kalau intip atau kerak nasi adalah makanan yang tergolong hina-dina
di Jawa, intip goreng diolah menjadi kuliner yang menggoyang lidah kita
digoreng lalu ditaburi garam dan gula jawa cair, rasanya gurih, asin, dan manis
enak sekali!

jadah blondo
atau ketan yang ditanak, diiris tipis dan ditaburi blondo (ampas sisa pengolahan minyak kelapa)
anda bisa melihat ada wajik dan kue lapis juga disini

pentol atau orang jawa biasa menyebut bakso kojek
diambil dari nama musuh James Bond yang kepalanya plontos, Ernst Stavro Blofeld

karena capek berkeliling pasar, saya beristirahat sebentar di warung soto
bertemu dengan komunitas sepeda dari Solo, yang mengisi hari minggu pagi dengan jalan-jalan ke pasar Gawok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...