Rabu, 12 September 2018

Workshop Tanah Liat Bersama Nalico di Sekolah Alam SCI Sukoharjo

subscribe kami di Youtube
Mewalik Jaya

Kerajinan dari tanah liat atau gerabah, mungkin dijaman sekarang produk-produk ini kalah populer dibandingkan produk berbahan besi atau alumunium

Saya pernah berkunjung ke desa produsen gerabah berbahan baku tanah liat daerah Klaten
Jalan-Jalan ke Kampung Gerabah Melikan, Wedi Klaten

Produk-produk yang dihasilkan seperti alat dapur, celengan, vas, dll masih dipasarkan kepasar-pasar atau pusat wisata daerah Jawa

Coba lihat disekeliling rumah anda, ada berapa alat rumah tangga yang terbuat dari tanah liat?

10 jenis? Atau malah kurang dari 10 jenis?

Kenyataannya gerabah sekarang kalah bersaing dengan produk berbahan besi, alumunium, atau kaca

Karena besi atau alumunium lebih tahan lama, tidak mudah rusak, dan lebih indah dipandang

Tapi produk gerabah dari tanah liat juga mempunyai nilai historis yang tidak kalah pentingnya

Jika kita melihat para arkeolog sedang menggali peninggalan sejarah, pasti peralatan rumah tangga dari gerabah selalu direstorasi dan dipamerkan ke khalayak umum

Ini karena masyarakat yang telah mengenal gerabah sebagai kuali memasak berarti telah sanggup mengolah bahan pangan yang keras dari alam menjadi makanan yang bisa dikonsumsi

Beras, jagung, daging, dll yang telah dimasak menggunakan kuali akan lebih mudah dicerna dan menambah nilai gizi juga nutrisi pada tubuh

Masyarakat yang gizinya telah terpenuhi maka bisa memikirkan hal-hal lain daripada hanya seharian mencari sumber pangan

Membangun hubungan sosial antar masyarakat, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengekspresikan diri lewat budaya, dll

Walaupun sekarang gerabah atau tanah liat tidak begitu populer seperti dulu lagi, tapi masih ada beberapa penggiat tanah liat yang tak kenal lelah untuk mengenalkan kerajinan ini ke anak muda

Salah satunya Ibu Novi, anggota Nalico yang juga Dosen UNS jurusan seni rupa (CMIIW ya bu he3x)

Selain mengajar materi kerajinan tanah liat ke mahasiswa UNS, beliau juga sering memberi workshop-workshop diluar kampus

Dan kali ini bu Novi dan Nalico berkunjung ke Sekolah Alam SCI (School for Children of Indonesia)

SCI adalah sebuah sekolah alam dari KB, TK SD SMP yang bertujuan untuk mendekatkan anak-anak pada alam, meningkatkan kesadaran alam dan kepedulian pada lingkungan

Sekolah alam SCI menerapkan konsep back to nature dimana para siswa dibekali dengan ilmu lingkungan yang sangat baik seperti diajarkannya menanam dengan menggunakan hidroponik, memproduksi kompos dan mengelola sampah organik dan non organik, bahkan di akhir tahun mereka selalu memanen apa yang telah ditanamnya seperti sayuran kangkung, sawi dan selada

Hasil tanaman tersebut biasanya dibeli oleh orangtua dari muridnya dan juga dijual dipasar tradisional

Keunikan dari sekolah alam SCI adalah siswa SCI dalam berkomunikasi menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris

Mari kita lihat keseruan workshop tanah liat Nalico di Sekolah Alam SCI


Sekolah Alam SCI School for Children of Indonesia ini terletak di 
Jl Priyambada RT 05 RW 01, Bacem, Langenharjo, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah


kelas-kelas di sekolah ini menggunakan gazebo yang berbahan alam, seperti bambu, kayu, ijuk, daun kering, dsb

halamannya luas dan lapang ditata secara alami
masih banyak pohon rindang yang membuat adem lingkungan sekitarnya

karena sekolah ini menerapkan konsep back to nature
ditanam juga berbagai pohon hias maupun sayuran hidroponik di sekelilingnya

workshop tanah liat kali ini dipandu langsung oleh Dosen Seni Rupa UNS
ibu Novi yang juga anggota dari Nalico atau Natural Living Community

para siswa yang turut serta masing-masing mendapat satu bongkah tanah liat
untuk nanti dijadikan kerajinan sesuai imajinasi masing-masing murid

para siswa yang mulai sibuk membentuk tanah liat mereka

ada yang membuat mangkok, kura-kura, ular, bunga, dan lain sebagainya

sementara tak jauh dari situ Nalico juga membuka pasar sehat
para anggota Nalico yang mempunyai produk sehat menawarkan produknya kepada guru dan orang tua murid

contoh produk-produk natural yang ditawarkan
apa ini ya...saya lupa tanya dulu ha3x
sepertinya berbagai bubuk dari bahan-bahan alami seperti bubuk jahe merah, alang-alang, dsb

kalau yang ini saya tahu, produk dari ibu Imelda
sabun alami dan organik dengan labelnya, I Love Natural 

ibu Ira berpose dengan salah satu murid SCI yang tertarik melihat produknya

kembali lagi ke workshop para siswa SCI
tanah liat mereka sudah berbentuk berbagai macam hewan atau tanaman

penyu/kura-kura?

penyu lagi
tampaknya bentuk ini paling mudah dan menjadi favorit para siswa 

ahh...bunga yang cantik

gimana buatnya ini ya? cantik dan rapi sekali
saya juga gak bisa ini

kerajinan tanah liat yang sudah jadi dikumpulkan untuk selanjutnya dibakar menjadi gerabah
selesai sudah workshop membuat kerajinan tanah liat kali ini
sampai jumpa dikegiatan-kegiatan keren Nalico selanjutnya!

bahan http://007anggi.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...