Rabu, 08 Agustus 2018

Jalan-Jalan ke Kampung Kitiran Purwosari Solo

alamat lengkap kampung kitiran adalah
Purwosari Rt02/Rw08 Solo (jalan samping timur RS Kasih Ibu Solo)
link IG resminya Kampung Kitiran Yosoroto

Bagi warga Solo pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Denok Marty Astuti

Penggerak dari Gropesh Solo atau Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup

Beliau berulang kali masuk koran lokal maupun nasional untuk mengkampanyekan kegiatan peduli lingkungan

Rutin mengisi pelatihan-pelatihan mengolah sampah di sekolah, warga kampung, rutan, instansi pemerintah, dsb

Beberapa kegiatan ibu Denok di Solo juga sempat saya rekam dan tulis diblog ini

Menanam di Bumi Laweyan Bersama Tales dan Gropesh Solo
Hari Peduli Sampah Nasional 2018 di CFD Solo

Dengan semua kegiatan peduli lingkungan yang sangat padat tersebut, saya dan anda pasti juga penasaran bagaimana kondisi rumah dan lingkungan sekitar ibu Denok

Pastinya juga tidak kalah keren dibanding kampung-kampung binaan beliau

Jadi kali ini saya sempatkan untuk mampir dan melihat di kampung ibu Denok daerah Purwosari, namanya Kampung Kitiran

Kampung ini didesain untuk memberdayakan masyarakat sekitar dengan urban farming, bank sampah, juga nantinya untuk edukasi dan wisata warga Solo

setiap rumah diberi kitiran (baling-baling kecil)
diatap seperti ini atau depan rumah, inilah kenapa dinamakan Kampung Kitiran
kenapa memakai nama Kitiran? agar warga bisa bergerak dalam menjaga lingkungan sekitar seperti gerakan kitiran yang memutar tanpa lelah


seperti yang saya sebutkan tadi kampung ini mempunyai urban farming, bank sampah, dan sarana wisata 
yang pertama mari kita lihat urban farming yang dikelola warga secara mandiri ini
ini contoh menanam dilahan terbatas, tanaman hias ditanam secara vertikal dengan dihiasi kitiran

potnya juga memanfaatkan sisa botol air mineral yang dicat ulang
tiang penyangga memakai sisa pralon yang dirangkai sedemikian rupa
saya tertarik dengan cara warga merangkai taman vertikal ini
bisa ditiru!

bu Denok menerangkan berbagai jenis tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
yang ada dipusat pembibitan kampung Kitiran
nantinya bibit Toga ini akan dibagi kepada semua warga kampung kitiran untuk dirawat dirumah masing-masing

selain bisa dikonsumsi sebagai lalapan, tanaman ini juga bisa untuk penurun panas, peluruh kencing, membersihkan darah, dll

okra hijau
tanaman yang bisa disayur ini lendir buahnya juga bermanfaat untuk terapi penderita diabetes

patmanobo, salah satu tanaman toga yang sudah langka
patmanobo biasa digunakan untuk obat luar seperti penyakit kulit, mata, dll

bunga sambiloto yang cantik

manfaat sambiloto bisa anda baca tag penjelasan yang ada ditiap pot

keji beling

tanaman pecut jaran (pecut kuda), tanaman ini masih banyak tumbuh liar dipinggir jalan
bisa dipakai untuk mengobati amandel, radang tenggorokan, hepatitis A, dll

NB, Silahkan konsultasi dulu ke dokter anda sebelum memakai tanaman ini untuk pengobatan sakit yang serius

yang ini tanaman hias, saya tidak tahu nama dan manfaatnya he3x

selain Toga, warga kampung Kitiran juga menanam berbagai sayur secara hidroponik

hidroponik yang ditanam warga sini ternyata tidak memakai nutrisi pabrikan
tapi memakai pupuk cair buatan sendiri, dari kompos sampah warga sendiri!
keren!

beralih kepusat pengelolaan bank sampah
setiap rumah disini memilah sampahnya sendiri, plastik, kertas, basah, dll
lalu setiap 2 minggu sekali akan dikumpulkan bersama untuk ditimbang dan dijual ke pengepul
uang yang didapat tiap warga akan ditabung dan dicatat, setiap tahun sekali uang hasil penjualan sampah ini bisa diambil para warga

contoh sampah plastik yang ada didepan salah satu rumah warga

contoh poster yang ditempelkan didepan pintu warga
keren kan? dari sampah sisa konsumsi sehari-hari, para warga bisa dapat duit

seperti ini gambaran gang-gang didalam kampung Kitiran
tidak semua mempunyai halaman atau kebun luas untuk menanam
tapi hampir semua rumah disini bersih dari sampah

pojok-pojok gang sempit yang tidak luput dari tanaman

ibu Denok menerangkan salah satu karya vertikal garden memanfaatkan botol dan kain bekas

jika halaman rumah tidak muat ditanami Toga maka pagar rumahpun dipasangi botol-botol bekas berisi bunga

selain menjual sampahnya ke bank sampah
tiap rumah dibekali tong komposter seperti ini, untuk mengolah sampah basah sisa dapur
agar bisa menjadi kompos untuk pupuk tanaman

contoh tong yang sedang dipanen kompos cairnya
selain dipakai untuk pupuk sendiri, pupuk cair ini juga dijual
sayangnya saya lupa bertanya berapa harga dan bagaimana kemasannya

ke bagian terakhir, yaitu kampung Kitiran sebagai wisata warga Solo
dinding tembok para warga juga sudah dihiasi lukisan mural seperti ini

lukisan mural ini sebagian diambil dari sejarah kampung
misalnya mural sapi ini, karena dibelakang tembok ini dulu adalah lokasi budidaya sapi

juga dilukis dengan tokoh-tokoh wayang dan perfilman modern
seperti lukisan punakawan yang disandingkan dengan hellboy ini

lukisan bertema lingkungan
infonya pembuatan mural ini dibantu oleh mahasiswa UNS Solo
dengan biaya mandiri para warga dan mendapat sponsor dari salah satu perusahaan nasional

begitu ulasan saya tentang Kampung Kitiran di Purwosari Solo
jika anda tertarik untuk belajar urban farming, pengelolaan sampah, atau sekedar berselfie ria
silahkan datang ke Kampung Kitiran di Purwosari rt02/rw08 Solo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...