Sabtu, 09 Juni 2018

Penjual HIK Pikulan

Hik atau orang sering menyebutnya Hidangan Khas Kampung adalah penjual makanan kaki lima yang banyak kita temui di Jogja, Solo, dan sekitarnya

Penjual Hik biasanya memakai gerobak ala kaki lima, memasang tenda peneduh dipinggir jalan, dan memakai lampu kecil sebagai penerang

Makanan yang dijual beraneka ragam, kebanyakan makanan-makanan sederhana hasil olahan masyarakat sekitarnya

Nasi bungkus, tempe goreng, sate usus ayam, es teh, dll

https://pristality.wordpress.com

Hik atau angkringan ini banyak sekali kita temukan disudut-sudut kampung kota Solo, Jogja, Klaten, dst

Biasanya buka dari sore sampai malam hari, pelanggannya warga kampung sekitar, pelajar, atau pelancong

Harganya yang murah dan ramah dikantong membuat bisnis hik seakan tidak pernah surut dimakan jaman

Tapi tahukah anda sebelum Hik bertransformasi menjadi gerobak kaki lima seperti sekarang, dulu penjual Hik berkeliling dari rumah ke rumah dengan berjalan kaki?

Ya saya ingat sekali, bapak saya dulu bercerita bahwa Hik awal mulanya dipikul (gendong) dan penjualnya menyusuri jalanan kampung


Sambil meneriakkan kata HIIKK!! (mungkin itu perumpamaan suara yang keluar dari perut setelah kita kekenyangan, alias sendawa)



Nah kata HIK yang diteriakkan penjual tersebut sampai sekarang menjadi nama populer bagi semua penjual angkringan

Siapa yang benar, HIK adalah singkatan Hidangan Khas Kampung atau HIK berasal dari teriakan penjual yang berkeliling kampung?

Saya juga tidak tahu, mungkin ada pembaca blog ini yang bisa membantu? he3x

Nah.....karena perkembangan jaman, maka populasi penjual Hik pikulan menyusut dan hampir habis

Hanya ada satu-dua penjual Hik pikulan yang saya temui dikota Solo

Salah satunya penjual Hik yang saya lihat berikut ini

sore hari jam 17:30 tak sengaja saya melihat penjual Hik pikulan
beliau menggelar dagangannya didepan RS Brayat Solo
sepertinya sambil beristirahat dan makan sebungkus nasi untuk mengisi tenaga
(maafkan foto yg blur karena hari sudah mulai malam)


bapak penjualnya ramah sekaliiii
karena beliau sedang sibuk makan, jadi saya dipersilahkan mengambil jualannya sendiri

makanan yang dijual lumayan komplit, ada tempe goreng, berbagai macam sate, kudapan tradisional seperti klepon, rambak, dll
harganya juga standar, tidak beda dengan Hik kaki lima

aduh....saya sebetulnya paling gak tega melihat orang yang sudah berumur masih kerja keras mencari rejeki dijalan seperti ini
jadi saya urungkan untuk bertanya lebih banyak, siapa nama beliau, rumahnya dimana, sehari laku berapa, dll
oh iya, makanan yang saya beli satu kresek ini totalnya hanya Rp7.000
saya sedikit tertegun dan bertanya sekali lagi.... 
"Betul pak semua cuma Rp7.000?"
"Inggih mas" dijawab dengan sopan memakai bahasa jawa halus
setelah membayar saya pun melanjutkan perjalanan pulang kerumah, sambil mengucapkan permisi kepada bapak penjual Hik
dan beliau sekali lagi mengucapkan terimakasih dengan melambaikan tangan
rasanya hati ini....trenyuh sekali hik3x
semoga beliau selalu diberi kesehatan dan dilapangan rejekinya, amin

Oh ya saya pernah membuat tulisan tentang fenomena orang lanjut usia yang masih bekerja keras mencari nafkah

2 komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...