Rabu, 13 Desember 2017

Otomatisasi Kerja dan Telur Orak Arik

Beberapa waktu lalu di grup WA saya sedang seru membahas soal otomatisasi kerja

Munculnya usaha-usaha baru yang mulai mengadopsi robot atau sistem otomatis untuk operasionalnya membuat kita terhenyak

Hotel di Singapura Luncurkan Layanan Robot "Housekeeping"
Dengan Teknologi, Jack Ma Teror Restoran Konvensional

Kebanyakan pasti merasa senang, bahwa kita mulai memasuki jaman baru yang serba robot, otomatis, canggih

Sebagian juga akan tersenyum sinis, berharap bahwa pekerja-pekerja tidak lagi demo menuntut tunjangan atau kenaikan gaji karena akan segera diganti mesin/sistem

Tapi hanya sedikit yang sadar bahwa jika kedepan semua pekerja digantikan mesin, hal ini akan menambah penderitaan rakyat kelas menengah ke bawah

Mari kita lihat lagi secara teliti

Bayangkan suatu masyarakat dimana 100% kerjanya telah otomatis, mulai dari pabrik besar, sampai restoran, dan minimarket semua memakai mesin atau robot




Kerja manusia telah dihilangkan sampai titik ekstrim dari semua bentuk produksi dan layanan jasa

Apa yang terjadi? Tidak demo pekerja, tidak ada pemblokiran jalan tol, tidak ada keluhan di medsos lagi tentang pelayan minimarket yang kurang sopan, dsb

Kita tinggal nonton tv seharian, pekerjaan rumah beres, kulkas selalu penuh makanan, tidak ada gelandangan

Bayangkan lagi dengan jernih....

Yang paling masuk akal adalah, semua manusia menjadi pengangguran! Kerja manusia 100% telah digantikan oleh mesin

Distribusi uang akan terhenti karena tidak ada yang menerima gaji, sementara pabrik-pabrik, pertanian,  perkebunan, akan beroperasi menghasilkan ribuan produk tiap harinya tanpa ada pembeli


kelebihan produksi jeruk yang dibuang ke tempat sampah, pasar Gede Solo

Barang-barang akan menumpuk tanpa ada pembeli, rakyat kelaparan tepat ditengah kelimpahan barang seperti tikus mati dilumbung padi

Kerusuhan akan terjadi, negara kacau, pemberontakan, dll





Tentu itu semua hanya angan-angan yang absurd, pemimpin negara dan para pemilik modal tidak begitu bodoh membiarkan hal itu terjadi karena itu sama saja bunuh diri

Yang paling mungkin terjadi adalah, mesin atau sistem otomatis ini akan digunakan untuk menekan biaya produksi

Beberapa sektor kerja akan tersingkirkan, beban kerja akan ditambah, gaji pekerja hanya mengalami sedikit kenaikan dibanding inflasi

Pasar akan dibanjiri oleh komoditas murah dari pabrik, masyarakat yang kekurangan uang mau tak mau akan mengkonsumsi komoditas tersebut karena tidak mampu membeli produk berkualitas

Otomatis usaha skala rumah tangga yang tidak mampu membeli peralatan modern akan tersingkir, karena produknya kalah bersaing harga

Kesenjangan sosial akan menjadi lebih lebar, yang kaya makin kaya dan yang miskin akan semakin hancur!

Di Indonesia, Kekayaan 4 Orang Terkaya Setara Kekayaan 100 Juta Penduduk Termiskin
Kesenjangan Sosial Ekonomi Berpotensi Makin Parah

okeee...cukup sudah mendongengnya
mari kita buat sarapan, hari ini kita akan buat scramble egg (telor orak-arik)
pertama kita ke kandang ayam belakang rumah 
jika anda punya sedikit tempat dirumah saya sarankan untuk memelihara ayam, kelinci, atau marmut
selain bisa untuk membantu ketahanan pangan dan mengurangi biaya belanja mingguan
mereka juga bermanfaat untuk pengolah limbah dapur, sisa-sisa nasi dan sayur

saya sendiri selain memberi pakan dari sisa dapur 
juga memberi ayam dan kelinci rumput segar dari kebun
rumput di kebon bukanlah musuh bagi kita, masih banyak manfaat yang bisa kita ambil dari rumput
sebagai pakan ayam/kelinci, mulsa, dan membantu menjaga ekosistem

bertelor juga ayam saya
karena ayam saya jenis Joper atau Jowo Super, yaitu persilangan antara 
ayam ras dan buras
jadi tampilan fisik ayam saya seperti ayam jawa tapi telornya coklat kayak ayam ras

goreng...goreng.....

scramble egg kali ini ditemani sepotong roti tawar bakar
bawang bombay cincang dan beberapa iris tomat dari kebon
memang kita tidak bisa 100% memproduksi kebutuhan pangan sendiri
tapi setidaknya kita bisa mengurangi ketergantungan pangan dari pasar 
dengan sebagian menanam dan memelihara sumber pangan dibelakang rumah


mauu??
mari kita sarapan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...