Minggu, 31 Desember 2017

Panen Kebun Hari Ini Desember 2017

Update beberapa panen kebun saya selama 1-2bulan terakhir

Musim hujan seperti ini memang paling tepat untuk menanam sayur

Saran saya tetap berhati-hati ketika tahap penyemaian

Karena hujan deras dan angin kencang biasanya membuat bibit mudah rusak

Taruh pot atau tray semai ditempat yang tidak terkena langsung air hujan tapi tetap mendapat sinar matahari pagi (saya taruh diteras)

Selanjutnya, jika anda menanam cabai, tomat, atau terong, beri jarak antar tanaman agak lebar

Dimusim hujan, beberapa tanaman ini rawan terkena jamur yang menyebabkan buahnya mudah busuk

Untuk sayur daun seperti bayam, kangkung, sawi, jangan terlalu khawatir

Musim hujan adalah saat terbaik menanam sayur daun, tanam saja yang banyak he3x

instalasi vetikultur dari PVC saya masih berjalan dengan baik


karena pot yang dipakai kecil jadi sayur yan ditanam pun terbatas
kangkung, sawi, selada, atau bayam

sementara jika anda tidak punya lahan kosong lagi
saya sarankan memakai vertikultur dengan botol bekas
selain hemat tempat (mepet tembok) juga bahan2nya murah dan awet bertahun-tahun
medianya juga tanah, jadi bisa anda pakai berulang kali tanpa membeli lagi
(selesai panen dikompos ulang dengan sisa sayur, daun-daun, atau kotoran ayam)

Minggu, 24 Desember 2017

Budidaya Ikan di Selokan Klodran Karanganyar

Anda pasti pernah melihat foto viral tentang selokan di Jepang yang jernih dan penuh ikan


Saya sendiri tidak begitu kaget, melihat selokan penuh ikan seperti itu

Karena dekat rumah saya, sudah dari dulu selokan dijadikan tempat budidaya ikan

Mungkin bedanya orang Jepang memang tidak memakan ikan dari selokan jadi ikannya dibiarkan tumbuh alami tanpa ada yang mengganggu

Sementara ditempat kita selokan memang dijadikan lokasi pembesaran ikan konsumsi

Jika anda lewat daerah Klodran Karanganyar, perbatasan Solo-Karanganyar

Anda akan melihat bahwa selokannya lebar-lebar juga berair jernih, karena masih untuk pengairan sawah yang banyak di Klodran

Di Desa Ini, Selokan Sampah "Disulap" Jadi Berair Jenih dan Penuh Ikan

Selokan lebar dan jernih ini dimanfaatkan warga sekitar, ujung-ujungnya diberi sekat jaring lalu tengahnya dipelihara ikan konsumsi

Yang biasa dipelihara adalah ikan nila, jadi ketika anda melintas sepanjang kampung anda akan melihat warna-warni ikan disepanjang pinggir jalan. Bagus sekali!


ikannya benar-benar dipelihara didepan rumah warga
mungkin kalau di Solo, ikan-ikan ini sudah habis dijaring orang ha3x

saya belum bisa bertemu warga sekitar untuk menanyakan 
teknis pemberian pakan, biaya perawatan, cara menjual hasil panen, dll
nanti kalau sudah berhasil bertemu dan diskusi tentang budidaya ikan diselokan ini
akan saya update lagi ke blog

Klodran adalah kota yang berkembang, dulu masih banyak tanah lapang, kebun tebu, dan sawah
sekarang mulai dibangun perumahan-perumahan yang menggeser sawah warga
tapi kita masih bisa menikmati beberapa keindahan alam disekitar sini
seperti hamparan rumput yang indah ini, jika musim rumput seperti ini
banyak muda-mudi yang memanfaatkan untuk berfoto dan menguploadnya di social media

Minggu, 17 Desember 2017

Mengenal Sekolah Pagesangan Gunung Kidul di Rumah Banjarsari

Gunung Kidul adalah salah satu wilayah yang tandus, kekurangan air, dan tidak subur

Hal tersebut mengakibatkan banyak remaja setelah lulus sekolah pergi meninggalkan desa kelahirannya untuk mengadu nasib ke kota

Sementara yang bertahan di Gunung Kidul harus siap untuk menghadapi kerasnya alam dan tradisi

Mereka harus mengolah lahan tandus untuk ditanami pangan, juga banyak remaja yang putus sekolah dan dinikahkan ketika masih berusia dini

Tingginya angka urbanisasi dan putus sekolah ini menginspirasi Ibu Diah Widuretno untuk mendirikan Sekolah Pagesangan

video dari Youtube

Sekolah ini terletak di Dusun Winatos, Desa Girimulya, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Diambil dari kata "Gesang" yang berarti "Hidup", Sekolah Pagesangan adalah Sekolah Kehidupan yang tidak hanya mengajarkan mata pelajaran secara teori

Tapi juga mengajarkan anak-anak dusun Winatos tentang wirausaha, permainan tradisional, menanam pangan sendiri, dll

Karena sekolah ini bukan sekolah resmi, maka pertemuan diadakan 3x seminggu setelah anak-anak selesai sekolah resmi

Ibu Diah berusaha menggali potensi lokal yang bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi


Anak-anak desa diajari cara urban farming, bagaimana menanam tanaman pangan lokal ditanah yang tandus dengan sistem permaculture

Membuat pupuk kompos sendiri, mengolah tanah, membuat grow bed, tumpang sari, menghemat air dalam menyiram, dll

Hasil menanam ini nanti akan diolah bersama, mereka juga belajar membuat dan mengemas tepung gaplek, tiwul, tempe koro supaya bisa dijual lagi

Memasak menu-menu lokal seperti pecel, nasi merah, nasi tiwul, dsb

Dengan mengolah potensi pangan lokal, bu Diah berharap para generasi muda dusun Winatos bisa memajukan desanya tanpa harus meninggalkan desa ketempat lain

Kebetulan sekali bulan kemarin ibu Diah dan Sekolah Pagesangannya mampir ke Solo untuk menularkan virus kemandirian dan kreatifitasnya

diskusi diadakan di Rumah Banjarsari
Rumah Banjarsari adalah ruang terbuka untuk seni dan budaya yang 
bebas dikunjungi oleh masyarakat umum
jika anda ingin mengadakan pemutaran film atau tari karya sendiri, 
anda bisa menghubungi pengurus Rumah Banjarsari
pun jika anda pencinta seni dan ingin melihat karya-karya seniman lokal 
bisa update jadwal Rumah Banjarsari
alamatnya di Jl Syamsurizal no 10 Banjarsari Solo (area taman banjarsari, dekat pasar Legi)

Rabu, 13 Desember 2017

Otomatisasi Kerja dan Telur Orak Arik

Beberapa waktu lalu di grup WA saya sedang seru membahas soal otomatisasi kerja

Munculnya usaha-usaha baru yang mulai mengadopsi robot atau sistem otomatis untuk operasionalnya membuat kita terhenyak

Hotel di Singapura Luncurkan Layanan Robot "Housekeeping"
Dengan Teknologi, Jack Ma Teror Restoran Konvensional

Kebanyakan pasti merasa senang, bahwa kita mulai memasuki jaman baru yang serba robot, otomatis, canggih

Sebagian juga akan tersenyum sinis, berharap bahwa pekerja-pekerja tidak lagi demo menuntut tunjangan atau kenaikan gaji karena akan segera diganti mesin/sistem

Tapi hanya sedikit yang sadar bahwa jika kedepan semua pekerja digantikan mesin, hal ini akan menambah penderitaan rakyat kelas menengah ke bawah

Mari kita lihat lagi secara teliti

Bayangkan suatu masyarakat dimana 100% kerjanya telah otomatis, mulai dari pabrik besar, sampai restoran, dan minimarket semua memakai mesin atau robot




Kerja manusia telah dihilangkan sampai titik ekstrim dari semua bentuk produksi dan layanan jasa

Apa yang terjadi? Tidak demo pekerja, tidak ada pemblokiran jalan tol, tidak ada keluhan di medsos lagi tentang pelayan minimarket yang kurang sopan, dsb

Kita tinggal nonton tv seharian, pekerjaan rumah beres, kulkas selalu penuh makanan, tidak ada gelandangan

Bayangkan lagi dengan jernih....

Yang paling masuk akal adalah, semua manusia menjadi pengangguran! Kerja manusia 100% telah digantikan oleh mesin

Distribusi uang akan terhenti karena tidak ada yang menerima gaji, sementara pabrik-pabrik, pertanian,  perkebunan, akan beroperasi menghasilkan ribuan produk tiap harinya tanpa ada pembeli


kelebihan produksi jeruk yang dibuang ke tempat sampah, pasar Gede Solo

Barang-barang akan menumpuk tanpa ada pembeli, rakyat kelaparan tepat ditengah kelimpahan barang seperti tikus mati dilumbung padi

Kerusuhan akan terjadi, negara kacau, pemberontakan, dll





Tentu itu semua hanya angan-angan yang absurd, pemimpin negara dan para pemilik modal tidak begitu bodoh membiarkan hal itu terjadi karena itu sama saja bunuh diri

Yang paling mungkin terjadi adalah, mesin atau sistem otomatis ini akan digunakan untuk menekan biaya produksi

Beberapa sektor kerja akan tersingkirkan, beban kerja akan ditambah, gaji pekerja hanya mengalami sedikit kenaikan dibanding inflasi

Pasar akan dibanjiri oleh komoditas murah dari pabrik, masyarakat yang kekurangan uang mau tak mau akan mengkonsumsi komoditas tersebut karena tidak mampu membeli produk berkualitas

Otomatis usaha skala rumah tangga yang tidak mampu membeli peralatan modern akan tersingkir, karena produknya kalah bersaing harga

Kesenjangan sosial akan menjadi lebih lebar, yang kaya makin kaya dan yang miskin akan semakin hancur!

Di Indonesia, Kekayaan 4 Orang Terkaya Setara Kekayaan 100 Juta Penduduk Termiskin
Kesenjangan Sosial Ekonomi Berpotensi Makin Parah

okeee...cukup sudah mendongengnya
mari kita buat sarapan, hari ini kita akan buat scramble egg (telor orak-arik)
pertama kita ke kandang ayam belakang rumah 
jika anda punya sedikit tempat dirumah saya sarankan untuk memelihara ayam, kelinci, atau marmut
selain bisa untuk membantu ketahanan pangan dan mengurangi biaya belanja mingguan
mereka juga bermanfaat untuk pengolah limbah dapur, sisa-sisa nasi dan sayur

Minggu, 10 Desember 2017

Kopdar Tales di Rumah Kayu Kemuning

Acara komunitas Tales atau komunitas Lahan Terbatas Sebelumnya

Komunitas Tales -Tukar Sampah Dengan Bibit Tanaman (Hari Bumi 2017)
Kopdar Tales (Berkunjung ke Budidaya Tanaman Karnivora Solo)
Menanam di Bumi Laweyan Bersama Tales dan Gropesh Solo
Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (4)

Ini adalah kopdar yang diadakan para pencinta tanaman Solo yang tergabung dalam komunitas bernama Tanam Lahan Terbatas atau disingkat Tales

Dalam kopdar ini biasanya diadakan diskusi cara menanam yang benar, cara menanggulangi hama, tukar benih, dan ngobrol-ngobrol sesama anggota komunitas

Acara seperti sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan relasi

Karena para anggota komunitas selain hobi menanam biasanya juga tergabung dalam komunitas lain

Ada yang anggota komunitas reptil, pengolahan sampah, sugar glider, dll

Jadi ketika kita butuh info tentang dokter hewan untuk kucing kita dirumah misalnya, bisa bertanya ke salah satu anggota Tales yang tergabung dalam komunitas kucing

Kali ini kopdar atau kopi darat Tales yang kesekian kalinya diadakan di Rumah Kayu Kemuning milik ibu Kristi

Lokasi Rumah Kayu didaerah dataran tinggi Kemuning menawarkan pemandangan lahan pertanian yang asri dan sejuk, sangat sayang kalau tidak saya dokumentasikan di blog ini

karena ada halangan dijalan saya telat datang, acara ternyata sudah dimulai
terima kasih buat mas Sigma, salah satu pengurus Tales 
yang telah memberi saya tumpangan sampai dilokasi

Minggu, 03 Desember 2017

Mencicipi Rica Biawak Pak Madi Solo

Jika anda sudah bosan dengan tren makanan generasi milenial sekarang seperti takoyaki, bakso jumbo, mie super pedas, dll

Dan ingin mencoba kuliner yang lain, cobalah datang ke pasar Legi setiap sore hari

Disana ada penjual rica daging biawak, penjualnya memakai sepeda motor jadi anda harus rela muter-muter area pasar untuk menemukannya he3x



Kata beberapa orang daging biawak bisa untuk therapy penyembuhan penyakit kulit, apakah betul saya juga tidak tahu karena baru sekali ini makan daging biawak

Daging biawak juga sepertinya sudah jamak kita temukan dibeberapa kota lain

http://banyumasnews.com/82579/rica-rica-biawak-lezat-dan-berkhasiat/
https://news.detik.com/jawatimur/783774/tongseng-biawak-diyakini-buat--pria-tambah-greng-
https://lifestyle.okezone.com/read/2011/04/27/302/450562/rica-rica-biawak-lezat-berkhasiat

Tapi untuk area solo jarang sekali saya melihat penjual daging biawak, baru di pasar legi ini saya melihatnya

Untuk info sebelumnya, sampai saat ini saya tidak tahu apakah biawak adalah hewan yang dilindungi atau bukan
Jika ternyata ternyata biawak hewan yang dilindungi, infokan saja kepada saya dengan senang hati saya akan menghapus tulisan ini

karena penjualnya naik motor dan berpindah-pindah
anda bisa menghubungi nomor ini jika ingin membeli rica biawak
ada 3 olahan daging biawak yang dijual Pak Madi
Rica Daging Biawak, Rica Balungan atau Tulang biawak (biasanya buat cemilan), 
dan minyak biawak
harganya rica daging satu bungkusnya 20rb, untuk harga produk lainnya saya tidak tanya he3x

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...