Rabu, 20 September 2017

Mencicipi Kerupuk Antor Khas Tegal

Beberapa waktu lalu saya mendapat oleh-oleh dari Saudara saya yang asal Tegal

Tiga buah kerupuk bawang ukuran besar berwarna putih semburat coklat

Awalnya saya tidak begitu tertarik, karena oleh-olehnya ada banyak saya sibuk mencicipi yang lain dulu he3x

Ketika tiba waktu makan malam, tak lengkap rasanya menyantap sepiring nasi sayur tanpa teman kerupuk

Lidah orang Indonesia memang unik, selain cita rasa kita juga membutuhkan suatu tekstur dalam kuliner

Jadi sambil makan nasi sayur (plus sambal) tengok-tengoklah saya mencari kerupuk yang bisa dimakan kriuk-kriuk


nama lokalnya adalah kerupuk antor
tapi merk dagangnya berbagai macam, ini merk kerupuk antor yang dibawa saudara saya
anda bisa mendapat berbagai macam merk lain dipasaran
(setelah kerupuk ini habis, saya sudah mencoba beli merk lain, tapi merk Berkah Murni ini yang paling cocok dengan lidah saya)

Karena adanya kerupuk antor oleh-oleh Tegal ini, apa boleh buat saya sikat saja

Kesan pertama ketika kemasannya dibuka, Waooww...!!

Aroma minyak bawang menyeruak kuat sekali menusuk hidung, persis bau minyak bawang pada kemasan mie instan

Gigitan pertama tak mengecewakan, krupuknya ternyata kerupuk yang digoreng tanpa minyak

Semacam kerupuk yang disangrai dengan pasir, jadi teksturnya sangat crunchy dan lembut

Rasa bawangnya, gurih dan sedappp.....

Berasa makan indomie goreng tapi dengan tekstur kriuk-kriuk, setengah bungkus besar saya habiskan sendiri!

Malam itupun saya mendapat pengalaman mencicipi rasa baru dalam hidup saya, sensasi rasa kerupuk Antor

Akhir kata, untuk anda yang mampir Tegal atau punya saudara dari Tegal jangan lupa untuk titip oleh-oleh kerupuk antor

Rasanya mantap!


enyaaaakkkkk....!!!!!!!!!

Sabtu, 09 September 2017

Jelajah Jazirah Arab Pasar Kliwon Solo bersama Laku Lampah

Jika anda sudah bosan wisata ke pegunungan atau jalan-jalan di mall yang penuh sesak orang

Dan ingin wisata lain yang bermanfaat, cobalah ikut Laku Lampah


Laku Lampah adalah komunitas wisata asal Solo yang memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kearifan lokal budaya suatu kampung/wilayah

Laku Lampah pertama diadakan tahun 2012, dulu bernama "Blusukan Solo" tapi karena lokasi jelajah yang makin meluas tidak hanya dikota solo maka namanya berubah menjadi Laku Lampah

Kegiatan wisata Laku Lampah tidak seperti tur wisata lainnya yang berkunjung ke spot-spot wisata ternama, disini anda akan diajak masuk ke gang-gang, kampung ke kampung, rumah tua, situs-situs lokal yang sudah terabaikan, dan hal menarik lainnya

foto; Laku Lampah 

Juni kemarin Laku Lampah mengadakan acara jalan-jalan melihat kampung arab daerah solo, tepatnya di pasar Kliwon

Peserta diajak masuk ke gang-gang Pasar Kliwon dan sekalian belajar sejarah keturunan arab yang ada disana

Berikut beberapa aktifitas selama Laku Lampah yang berhasil saya dokumentasikan, apa yang saya sampaikan disini adalah penjelasan dari pemandu Laku Lampah

catatan; karena saya mendengar penjelasan pemandu secara samar-samar (tertutup suara bisingnya motor), mohon dikoreksi bila ada kesalahan penyebutan sejarah atau nama lokasi situs

acara dimulai sekitar jam 16:00 dari Kelurahan Kedunglumbu
peserta Laku Lampah dibatasi sekitar 30 orang
jadi jika anda tertarik ikut, selalu rutin pantau FB resmi Laku Lampah
dan segera reservasi ketika pendaftaran dibuka

Senin, 04 September 2017

Grow By Accident (Semangka)

Setelah Grow by Accident
Grow By Accident (Terong Pokak)

Tanaman yang tumbuh tanpa sengaja dikebon saya adalah semangka



Awalnya karena keluarga kami membuang sisa kulit dan biji semangka ke kebon

Dengan harapan akan membusuk dan menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman lain

Entah kenapa ada beberapa biji semangka yang berhasil tumbuh dan menjadi besar

Tapi karena semangka ini sudah keturunan yang keberapa-kali maka buah yang dihasilkan tidak sempurna

Saya bisa menduga, semangka yang kami makan dan buang dahulu adalah jenis hibrida

Tanaman hibrida adalah persilangkan dua induk yang memiliki sifat berbeda, dan diharapkan keturunannya akan menjadi tanaman unggul dengan mengambil sifat unggul masing-masing induknya

Ketika bijinya ditanam untuk kesekian kalinya (biasanya 2-3kali) maka sifat tanaman tidak seperti keturunan pertama


saya tidak menyarankan anda menanam tanaman yang merambat ditanah
seperti semangka, waluh, melon, jika lahan anda sempit
karena tanaman seperti ini memakan ruang yang besar

Sabtu, 02 September 2017

Perpustakaan Jalanan Solo

Kemajuan suatu peradaban selalu ditandai dengan berkembangnya ilmu agrikultur, perdagangan, arsitektur, dan tulisan

Dari sejumlah ilmu tersebut, perkembangan tulisan hanya muncul dibeberapa wilayah, tulisan awal muncul di Sumeria, China, dan Mesoamerika

Jadi sebelum ekspansi dari Islam dan Eropa, tulisan tidak ditemukan di Australia, Kep Pasifik, Afrika Subkhatulistiwa, dan sebagian besar benua Amerika

Karena penyebaran tulisan yang terbatas itu, orang-orang dahulu menganggap tulisan sebagai sebagai pemisah antara orang yang beradab dan orang yang masih primitif

foto google

Tulisan muncul di wilayah/peradaban besar yang telah mandiri secara agrikultur maupun perdagangan, karena tulisan dibuat awalnya untuk mencatat jumlah pangan yang dihasilkan, stok barang yang akan diperdagangkan, juga aturan dan pengumuman penting dari kerajaan

foto google

Kehadiran tulisan tidak muncul di kebudayaan yang hanya berburu dan meramu karena masyarakat ini tidak mampu menghasilkan surplus pangan yang dibutuhkan untuk memberi makan juru tulis/pejabat kerajaan (yang hidupnya didedikasikan untuk mencatat hal-hal penting tanpa bisa bekerja diladang)

Tanpa kita sadari, tulisan dan agrikultur adalah dua hal yang sangat erat berkaitan

Jika tidak ada surplus pangan dari pertanian/peternakan, tulisan tidak akan muncul

Sementara tulisan juga berguna untuk mencatat dan menyimpan informasi tentang produksi pangan (hama, cuaca, jumlah panen) musim sebelumnya untuk diteruskan ke generasi selanjutnya

Sayangnya dua ilmu ini sekarang semakin ditinggalkan oleh generasi penerus bangsa

Hampir tidak ada lulusan sekolah yang bercita-cita menjadi petani atau peternak
Minat Bertani Generasi Muda Menurun, Indonesia Terancam Krisis Petani

Begitu juga minat membaca buku para pemuda yang semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir
Minat Baca yang Rendah

Di Solo hanya ada beberapa perpustakaan yang bisa dihitung dengan jari, bahkan beberapa sudah tutup karena sepinya pengunjung yang mau membaca

Jalan-Jalan ke Persewaan Buku Quantum Solo (tutup)
Jalan-Jalan ke Persewaan Buku ECC Solo (tutup)
Jalan-jalan ke Arsip Dan Perpustakaan Daerah Surakarta
Jalan-jalan ke Perpustakaan Ganesa di Sukoharjo
Jalan-jalan ke Cafe Librairie Solo


Kabar baiknya masih ada sejumlah pemuda yang sadar tentang ini, salah satunya adalah Komunitas KOPERJAS yang membuka Perpustakaan Jalanan setiap minggu di Car Free Day Jl Slamet Riyadi Solo

Perpustakaan Jalanan yang dikelola oleh mahasiswa-mahasiswa UMS ini menyediakan tulisan-tulisan bermutu gratis untuk dibaca, ada buku anak-anak, politik, agama, pengetahuan umum, dsb


lokasi berpindah-pindah, terakhir saya kesana lokasi didekat lampu merah stadion Sriwedari
anda bisa update dulu di FB official  Perpustakaan Jalanan 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...