Selasa, 25 April 2017

Workshop Tanah Liat Bersama Komunitas Respect Others

Saya dapat kenalan komunitas baru

Namanya komunitas Respect Other, komunitas ini beranggotakan ibu dan bapak guru/dosen

Mereka fokus ke pelayanan kepada anggota masyarakat berkebutuhan khusus

Setiap bulan membuat pelatihan atau acara untuk teman-teman autis, difabel, atau di RSJ

Sudah beberapa kali saya mengikuti kegiatan ibu-ibu Respect Others



Perjuangan dan misi mereka sungguh luar biasa, mengorbankan waktu, tenaga, dan materi demi sesama

Ya... komunitas ini bersifat nirlaba, semua kegiatan pelayanan dibiayai secara mandiri

Tidak seperti komunitas lainnya, komunitas yang melayani masyarakat berkebutuhan khusus mungkin tidak terlalu dikenal luas

Pertama karena kegiatan seperti ini tidak menghasilkan profit

Dan kedua karena alasan privasi, kegiatan ini tidak bisa kita unggah ke media sosial

Tidak semua masyarakat yang anggota keluarganya menyandang disabilitas mau dipublikasikan, kita harus bisa menjaga identitas dan kerahasiaan mereka

Tapi jangan khawatir, next saya akan buat postingan tentang kegiatan Respect Others yang sudah diedit supaya aman dipublikasikan

Sekarang mari kita belajar membuat kerajinan tanah liat bersama ibu-ibu dan bapak dari Respect Others

Kegiatan kumpul bareng ini biasanya dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sebelumnya dan merencanakan kegiatan selanjutnya

Jadi rapat kecil-kecilan sambil diisi kegiatan menarik, biar tidak membosankan


workshop tanah liat kali ini diadakan dirumah ibu Agnes
ibu Agnes adalah koordinator MPATI Solo (Masyarakat Peduli Autis)
yang konsen memberi pelayanan kepada keluarga atau saudara-saudara kita yang menyandang autis

langsung saja kita mulai acaranya
bahan utamanya tentu tanah liat
ada 2 jenis tanah liat yang dipakai, tanah liat berwarna kehitaman seperti ini
yang berasal dari Klaten

dan tanah liat coklat muda seperti ini
yang berasal dari Purwokerto

langkah pertama kita harus membulatkan tanah liat sebelum dibentuk

setelah bulat maka mulai proses pembentukan
karena yang akan dibuat adalah cangkir maka dilubang atasnya pakai jempol

dilebarkan lubangnya sampai membentuk cangkir
tanah liat dari purwokerto ini mempunyai tekstur liat agak keras dan tidak mudah hancur

langkah sama dilakukan untuk pembuatan mangkok
tanah liat dari klaten ini lebih mudah dibentuk tapi agak rapuh jadi kita harus sedikit berhati-hati

jika bentuk yang diinginkan sudah selesai
kita tinggal menghaluskan permukaan tanah liat dengan sapuan air
sambil digosok pelan-pelan, maka permukaan mangkok anda akan halus sendiri

sementara jika bentuk cangkir anda masih belepotan
kita bisa rapikan pinggir-pinggirnya dengan alat khusus sederhana seperti ini

proses penambahan gagang cangkir

sentuhan terakhir
dihaluskan permukaannya dengan air

taraaa...
cangkir kucing milik mbak Nurul sudah jadi

yang ini cangkir abstrak milik putra bu Agnes ^_^

sudah selesai semua
mari kita berfoto bersama


karya-karya ini tinggal diangin-anginkan lalu dikirim ke Studio Keramik untuk dibakar

mari kita istirahat sambil makan siang
dan ngobrol-ngobrol tentang rencana kegiatan komunitas selanjutnya

Jika anda penasaran tentang proses pembakaran di Studio Keramik
Saya punya sedikit dokumentasinya

oven pembakaran Studio Keramik ibu Novita dosen di UNS
lokasinya di UNS Fakultas Seni Rupa


cangkir yang sudah selesai dibakar
kalau tidak salah proses selanjutnya di glasir
tapi saya kurang tahu detailnya, maaf 

cangkir imut karya anka-anak TK
memang studio ini tidak hanya memproses karya mahasiswa UNS, 
umum juga bisa ikut berkarya disini
tentunya anda harus ijin dulu sama bu Novita he3x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...