Minggu, 31 Desember 2017

Panen Kebun Hari Ini Desember 2017

Update beberapa panen kebun saya selama 1-2bulan terakhir

Musim hujan seperti ini memang paling tepat untuk menanam sayur

Saran saya tetap berhati-hati ketika tahap penyemaian

Karena hujan deras dan angin kencang biasanya membuat bibit mudah rusak

Taruh pot atau tray semai ditempat yang tidak terkena langsung air hujan tapi tetap mendapat sinar matahari pagi (saya taruh diteras)

Selanjutnya, jika anda menanam cabai, tomat, atau terong, beri jarak antar tanaman agak lebar

Dimusim hujan, beberapa tanaman ini rawan terkena jamur yang menyebabkan buahnya mudah busuk

Untuk sayur daun seperti bayam, kangkung, sawi, jangan terlalu khawatir

Musim hujan adalah saat terbaik menanam sayur daun, tanam saja yang banyak he3x

instalasi vetikultur dari PVC saya masih berjalan dengan baik


karena pot yang dipakai kecil jadi sayur yan ditanam pun terbatas
kangkung, sawi, selada, atau bayam

sementara jika anda tidak punya lahan kosong lagi
saya sarankan memakai vertikultur dengan botol bekas
selain hemat tempat (mepet tembok) juga bahan2nya murah dan awet bertahun-tahun
medianya juga tanah, jadi bisa anda pakai berulang kali tanpa membeli lagi
(selesai panen dikompos ulang dengan sisa sayur, daun-daun, atau kotoran ayam)

Minggu, 24 Desember 2017

Budidaya Ikan di Selokan Klodran Karanganyar

Anda pasti pernah melihat foto viral tentang selokan di Jepang yang jernih dan penuh ikan


Saya sendiri tidak begitu kaget, melihat selokan penuh ikan seperti itu

Karena dekat rumah saya, sudah dari dulu selokan dijadikan tempat budidaya ikan

Mungkin bedanya orang Jepang memang tidak memakan ikan dari selokan jadi ikannya dibiarkan tumbuh alami tanpa ada yang mengganggu

Sementara ditempat kita selokan memang dijadikan lokasi pembesaran ikan konsumsi

Jika anda lewat daerah Klodran Karanganyar, perbatasan Solo-Karanganyar

Anda akan melihat bahwa selokannya lebar-lebar juga berair jernih, karena masih untuk pengairan sawah yang banyak di Klodran

Di Desa Ini, Selokan Sampah "Disulap" Jadi Berair Jenih dan Penuh Ikan

Selokan lebar dan jernih ini dimanfaatkan warga sekitar, ujung-ujungnya diberi sekat jaring lalu tengahnya dipelihara ikan konsumsi

Yang biasa dipelihara adalah ikan nila, jadi ketika anda melintas sepanjang kampung anda akan melihat warna-warni ikan disepanjang pinggir jalan. Bagus sekali!


ikannya benar-benar dipelihara didepan rumah warga
mungkin kalau di Solo, ikan-ikan ini sudah habis dijaring orang ha3x

saya belum bisa bertemu warga sekitar untuk menanyakan 
teknis pemberian pakan, biaya perawatan, cara menjual hasil panen, dll
nanti kalau sudah berhasil bertemu dan diskusi tentang budidaya ikan diselokan ini
akan saya update lagi ke blog

Klodran adalah kota yang berkembang, dulu masih banyak tanah lapang, kebun tebu, dan sawah
sekarang mulai dibangun perumahan-perumahan yang menggeser sawah warga
tapi kita masih bisa menikmati beberapa keindahan alam disekitar sini
seperti hamparan rumput yang indah ini, jika musim rumput seperti ini
banyak muda-mudi yang memanfaatkan untuk berfoto dan menguploadnya di social media

Minggu, 17 Desember 2017

Mengenal Sekolah Pagesangan Gunung Kidul di Rumah Banjarsari

Gunung Kidul adalah salah satu wilayah yang tandus, kekurangan air, dan tidak subur

Hal tersebut mengakibatkan banyak remaja setelah lulus sekolah pergi meninggalkan desa kelahirannya untuk mengadu nasib ke kota

Sementara yang bertahan di Gunung Kidul harus siap untuk menghadapi kerasnya alam dan tradisi

Mereka harus mengolah lahan tandus untuk ditanami pangan, juga banyak remaja yang putus sekolah dan dinikahkan ketika masih berusia dini

Tingginya angka urbanisasi dan putus sekolah ini menginspirasi Ibu Diah Widuretno untuk mendirikan Sekolah Pagesangan

video dari Youtube

Sekolah ini terletak di Dusun Winatos, Desa Girimulya, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Diambil dari kata "Gesang" yang berarti "Hidup", Sekolah Pagesangan adalah Sekolah Kehidupan yang tidak hanya mengajarkan mata pelajaran secara teori

Tapi juga mengajarkan anak-anak dusun Winatos tentang wirausaha, permainan tradisional, menanam pangan sendiri, dll

Karena sekolah ini bukan sekolah resmi, maka pertemuan diadakan 3x seminggu setelah anak-anak selesai sekolah resmi

Ibu Diah berusaha menggali potensi lokal yang bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi


Anak-anak desa diajari cara urban farming, bagaimana menanam tanaman pangan lokal ditanah yang tandus dengan sistem permaculture

Membuat pupuk kompos sendiri, mengolah tanah, membuat grow bed, tumpang sari, menghemat air dalam menyiram, dll

Hasil menanam ini nanti akan diolah bersama, mereka juga belajar membuat dan mengemas tepung gaplek, tiwul, tempe koro supaya bisa dijual lagi

Memasak menu-menu lokal seperti pecel, nasi merah, nasi tiwul, dsb

Dengan mengolah potensi pangan lokal, bu Diah berharap para generasi muda dusun Winatos bisa memajukan desanya tanpa harus meninggalkan desa ketempat lain

Kebetulan sekali bulan kemarin ibu Diah dan Sekolah Pagesangannya mampir ke Solo untuk menularkan virus kemandirian dan kreatifitasnya

diskusi diadakan di Rumah Banjarsari
Rumah Banjarsari adalah ruang terbuka untuk seni dan budaya yang 
bebas dikunjungi oleh masyarakat umum
jika anda ingin mengadakan pemutaran film atau tari karya sendiri, 
anda bisa menghubungi pengurus Rumah Banjarsari
pun jika anda pencinta seni dan ingin melihat karya-karya seniman lokal 
bisa update jadwal Rumah Banjarsari
alamatnya di Jl Syamsurizal no 10 Banjarsari Solo (area taman banjarsari, dekat pasar Legi)

Rabu, 13 Desember 2017

Otomatisasi Kerja dan Telur Orak Arik

Beberapa waktu lalu di grup WA saya sedang seru membahas soal otomatisasi kerja

Munculnya usaha-usaha baru yang mulai mengadopsi robot atau sistem otomatis untuk operasionalnya membuat kita terhenyak

Hotel di Singapura Luncurkan Layanan Robot "Housekeeping"
Dengan Teknologi, Jack Ma Teror Restoran Konvensional

Kebanyakan pasti merasa senang, bahwa kita mulai memasuki jaman baru yang serba robot, otomatis, canggih

Sebagian juga akan tersenyum sinis, berharap bahwa pekerja-pekerja tidak lagi demo menuntut tunjangan atau kenaikan gaji karena akan segera diganti mesin/sistem

Tapi hanya sedikit yang sadar bahwa jika kedepan semua pekerja digantikan mesin, hal ini akan menambah penderitaan rakyat kelas menengah ke bawah

Mari kita lihat lagi secara teliti

Bayangkan suatu masyarakat dimana 100% kerjanya telah otomatis, mulai dari pabrik besar, sampai restoran, dan minimarket semua memakai mesin atau robot




Kerja manusia telah dihilangkan sampai titik ekstrim dari semua bentuk produksi dan layanan jasa

Apa yang terjadi? Tidak demo pekerja, tidak ada pemblokiran jalan tol, tidak ada keluhan di medsos lagi tentang pelayan minimarket yang kurang sopan, dsb

Kita tinggal nonton tv seharian, pekerjaan rumah beres, kulkas selalu penuh makanan, tidak ada gelandangan

Bayangkan lagi dengan jernih....

Yang paling masuk akal adalah, semua manusia menjadi pengangguran! Kerja manusia 100% telah digantikan oleh mesin

Distribusi uang akan terhenti karena tidak ada yang menerima gaji, sementara pabrik-pabrik, pertanian,  perkebunan, akan beroperasi menghasilkan ribuan produk tiap harinya tanpa ada pembeli


kelebihan produksi jeruk yang dibuang ke tempat sampah, pasar Gede Solo

Barang-barang akan menumpuk tanpa ada pembeli, rakyat kelaparan tepat ditengah kelimpahan barang seperti tikus mati dilumbung padi

Kerusuhan akan terjadi, negara kacau, pemberontakan, dll





Tentu itu semua hanya angan-angan yang absurd, pemimpin negara dan para pemilik modal tidak begitu bodoh membiarkan hal itu terjadi karena itu sama saja bunuh diri

Yang paling mungkin terjadi adalah, mesin atau sistem otomatis ini akan digunakan untuk menekan biaya produksi

Beberapa sektor kerja akan tersingkirkan, beban kerja akan ditambah, gaji pekerja hanya mengalami sedikit kenaikan dibanding inflasi

Pasar akan dibanjiri oleh komoditas murah dari pabrik, masyarakat yang kekurangan uang mau tak mau akan mengkonsumsi komoditas tersebut karena tidak mampu membeli produk berkualitas

Otomatis usaha skala rumah tangga yang tidak mampu membeli peralatan modern akan tersingkir, karena produknya kalah bersaing harga

Kesenjangan sosial akan menjadi lebih lebar, yang kaya makin kaya dan yang miskin akan semakin hancur!

Di Indonesia, Kekayaan 4 Orang Terkaya Setara Kekayaan 100 Juta Penduduk Termiskin
Kesenjangan Sosial Ekonomi Berpotensi Makin Parah

okeee...cukup sudah mendongengnya
mari kita buat sarapan, hari ini kita akan buat scramble egg (telor orak-arik)
pertama kita ke kandang ayam belakang rumah 
jika anda punya sedikit tempat dirumah saya sarankan untuk memelihara ayam, kelinci, atau marmut
selain bisa untuk membantu ketahanan pangan dan mengurangi biaya belanja mingguan
mereka juga bermanfaat untuk pengolah limbah dapur, sisa-sisa nasi dan sayur

Minggu, 10 Desember 2017

Kopdar Tales di Rumah Kayu Kemuning

Acara komunitas Tales atau komunitas Lahan Terbatas Sebelumnya

Komunitas Tales -Tukar Sampah Dengan Bibit Tanaman (Hari Bumi 2017)
Kopdar Tales (Berkunjung ke Budidaya Tanaman Karnivora Solo)
Menanam di Bumi Laweyan Bersama Tales dan Gropesh Solo
Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (4)

Ini adalah kopdar yang diadakan para pencinta tanaman Solo yang tergabung dalam komunitas bernama Tanam Lahan Terbatas atau disingkat Tales

Dalam kopdar ini biasanya diadakan diskusi cara menanam yang benar, cara menanggulangi hama, tukar benih, dan ngobrol-ngobrol sesama anggota komunitas

Acara seperti sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan relasi

Karena para anggota komunitas selain hobi menanam biasanya juga tergabung dalam komunitas lain

Ada yang anggota komunitas reptil, pengolahan sampah, sugar glider, dll

Jadi ketika kita butuh info tentang dokter hewan untuk kucing kita dirumah misalnya, bisa bertanya ke salah satu anggota Tales yang tergabung dalam komunitas kucing

Kali ini kopdar atau kopi darat Tales yang kesekian kalinya diadakan di Rumah Kayu Kemuning milik ibu Kristi

Lokasi Rumah Kayu didaerah dataran tinggi Kemuning menawarkan pemandangan lahan pertanian yang asri dan sejuk, sangat sayang kalau tidak saya dokumentasikan di blog ini

karena ada halangan dijalan saya telat datang, acara ternyata sudah dimulai
terima kasih buat mas Sigma, salah satu pengurus Tales 
yang telah memberi saya tumpangan sampai dilokasi

Minggu, 03 Desember 2017

Mencicipi Rica Biawak Pak Madi Solo

Jika anda sudah bosan dengan tren makanan generasi milenial sekarang seperti takoyaki, bakso jumbo, mie super pedas, dll

Dan ingin mencoba kuliner yang lain, cobalah datang ke pasar Legi setiap sore hari

Disana ada penjual rica daging biawak, penjualnya memakai sepeda motor jadi anda harus rela muter-muter area pasar untuk menemukannya he3x



Kata beberapa orang daging biawak bisa untuk therapy penyembuhan penyakit kulit, apakah betul saya juga tidak tahu karena baru sekali ini makan daging biawak

Daging biawak juga sepertinya sudah jamak kita temukan dibeberapa kota lain

http://banyumasnews.com/82579/rica-rica-biawak-lezat-dan-berkhasiat/
https://news.detik.com/jawatimur/783774/tongseng-biawak-diyakini-buat--pria-tambah-greng-
https://lifestyle.okezone.com/read/2011/04/27/302/450562/rica-rica-biawak-lezat-berkhasiat

Tapi untuk area solo jarang sekali saya melihat penjual daging biawak, baru di pasar legi ini saya melihatnya

Untuk info sebelumnya, sampai saat ini saya tidak tahu apakah biawak adalah hewan yang dilindungi atau bukan
Jika ternyata ternyata biawak hewan yang dilindungi, infokan saja kepada saya dengan senang hati saya akan menghapus tulisan ini

karena penjualnya naik motor dan berpindah-pindah
anda bisa menghubungi nomor ini jika ingin membeli rica biawak
ada 3 olahan daging biawak yang dijual Pak Madi
Rica Daging Biawak, Rica Balungan atau Tulang biawak (biasanya buat cemilan), 
dan minyak biawak
harganya rica daging satu bungkusnya 20rb, untuk harga produk lainnya saya tidak tanya he3x

Minggu, 26 November 2017

Membuat Gel Lidah Buaya

subscribe kami di Youtube
Mewalik Jaya

Aristoteles pernah menyarankan kepada Alexander Yang Agung untuk menyerang dan menguasai Pulau Socotra yang terletak di Laut Arab

Karena di pulau ini terdapat sumber obat yang sering digunakan di medan perang

Ya, aloe vera atau lidah buaya adalah tanaman yang banyak terdapat di pulau Socotra waktu itu

356-323 SM lidah buaya digunakan untuk mengobati luka prajurit di medan perang, bahkan Alexander Agung mempunyai kereta khusus untuk mengangkut lidah buaya segar dalam konvoi militernya

https://www.aloe-medical-group.com/en/aloe-vera/history.html



Lidah buaya kaya akan kalsium, zat besi, zinc, magnesium, tembaga, kalium, dan mangan yang bersifat anti-inflamasi dan antibakteri yang membantu detoksifikasi tubuh dan mendukung sistem kekebalan tubuh

Dalam keluarga saya sendiri, sejak dahulu lidah buaya digunakan untuk membantu penyembuhan jika kulit terluka

Lidah buaya membantu mengurangi rasa perih, lebih adem, dan yang istimewa menutup luka dikulit tanpa bekas

Selain itu sejak dahulu lidah buaya juga jamak digunakan untuk kecantikan, menyuburkan rambut, atau menghaluskan kulit wajah

Tanaman dari Afrika dan Timur Tengah ini mudah dikembang-biakan, sekarang kita bisa mendapatkannya dimana saja

Berbagai produk dari kecantikan terkini banyak yang mengandung lidah buaya, harganya pun tidak murah

Padahal tanaman ini bisa sering kita temukan dikebun maupun halaman rumah tetangga

Kenapa tidak kita buat gel lidah buaya sendiri?

ambil lidah buaya dari kebun anda masing-masing
pilih tanaman yang sudah berusia 1-2 tahun
daunnya cukup besar untuk kita ambil dagingnya dan dijadikan gel

Minggu, 19 November 2017

Rumah Baca Teratai Sangkrah Solo


Kelurahan Sangkrah adalah salah satu kawasan di Solo yang mempunyai populasi warga terpadat

Lokasinya yang berdekatan dengan jantung ekonomi dan budaya (keraton) Solo membuatnya menjadi kawasan idola para pekerja untuk menetap

Rumah-rumah warga saling berhimpitan satu sama lain, gang-gang sempit, dan warung-warung kecil menghiasi sepanjang jalan kampung

Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi ini juga menyebabkan tingginya masalah sosial, kekerasan, premasnisme, dan judi bukan hal yang asing lagi kita dengar

Kawasan ini juga menjadi salah satu inspirasi saya dalam membuat tulisan sebelumnya

Membuat Vertikultur PVC Bekas


Saya sering berkata kepada teman-teman agar menanam pangan sendiri, memproduksi pangan kita sendiri



Tapi sepertinya saya lupa, saya bisa berkata seperti itu karena saya beruntung masih mempunyai lahan kosong untuk ditanami bahan pangan

Saya baru sadar ketika berkunjung kerumah teman saya ditengah kota, ketika masuk gang demi gang saya melihat wajah Solo yang padat penduduk

Rumahnya sempit-sempit, bahkan halaman depan untuk parkir motor pun tak ada

Seketika timbul pertanyaan dari dalam diri "Mau menanam bahan pangan dimana kalau lahan saja tidak punya?"


Benar sekali, rumah teman saya tersebut berada di kawasan Kelurahan Sangkrah

Tapi beberapa pemuda Kelurahan Sangkrah tidak menyerah begitu saja, mereka ingin merubah kampung mereka menjadi lebih baik dan positif bagi perkembangan anak dan remaja penerus generasi selanjutnya

Adalah Rumah Baca Teratai Sangkrah, perpustakaan kampung yang dibangun bersama oleh pemuda dari kampung Dadapsari Sangkrah

Awalnya Rumah Baca ini memakai pos ronda sebagai lokasi, dan menyediakan buku yang bisa dibaca untuk umum

Semakin lama dan semakin berkembang, maka aneka kegiatan positif telah diselenggarakan disini



Seperti pelatihan membatik, mural kampung, edukasi kesehatan, workshop photography, dan berbagai kegiatan positif lainnya yang didokumentasikan dengan rapi dan bisa anda lihat di http://rumahbacasangkrah.com

Ketika Hari Literasi Dunia atau disebut juga Hari Buku Sedunia area Soloraya diadakan di Rumah Baca Sangkrah, saya berkesempatan berkunjung langsung kesana

Hari Literasi Dunia bertujuan untuk mempromosikan aksara sebagai alat untuk pemberdayaan individu, komunitas, atau masyarakat

Atau lebih singkatnya, untuk mengajak generasi muda agar lebih giat membaca

alamat Rumah Baca Sangkrah adalah 
Rt3/4 Sangkrah, Pasr Kliwon, Surakarta
atau lebih mudahnya terletak dibelakang Luwes Loji Wetan, 
anda tinggal masuk jalan belakang Luwes Loji Wetan
dan bertanya kepada warga sekitar lokasi Rumah Baca Sangkrah

Minggu, 12 November 2017

Jalan-Jalan ke Kebun Organik St. Pignatelli

Seri berkunjung ke kebun
Jalan-jalan ke Kebun Cabai Hias Bapak Shemmy
Berkunjung ke Farm Sebelah: Kebun Adi Wibowo
(Berkunjung ke Farm Sebelah) Cat Village Urban Farming
Jalan-jalan ke Kebun Ibu Olive
Berkunjung ke Farm Lele Sebelah

Seperti yang sering kita baca di media luar maupun dalam negeri, pangan adalah masalah yang harus kita hadapi di masa depan

Panglima TNI Perkirakan Akan Ada Perang Pangan dan Energi
Jokowi: Pangan Bisa Menjadi 'Panglima' di Masa Depan

Pangan dan Energi tepatnya, Energi karena semakin menipisnya sumber daya alam yang sudah bertahun-tahun dikeruk dari perut bumi

Sementara pangan yang produksinya sekarang sangat bergantung kepada Energi untuk pupuk, transportasi, mesin pengolah, dll otomatis ikut terancam dengan semakin langkanya energi

Beberapa negara besar sudah mulai beralih ke energi yang terbarukan, tapi ini juga masih teknologi yang mahal untuk perorangan

Kenapa sekelas Jenderal dan Presiden berbicara masalah kelangkaan pangan?

Karena produksi pangan dalam suatu negara adalah hal yang sangat vital, mari kita runut dari awal sekali....

Manusia mencari makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, kita membutuhkan kalori dari berbagai sumber

Pada awalnya orang-orang di dunia memperoleh pangan dengan berburu dan mengumpulkan dari alam

Tapi jangan dibayangkan kehidupan dahulu selalu keras atau rawan kelaparan

Kenyataannya dengan berburu manusia jaman dahulu bisa menyimpan tenaga dan waktu sisa untuk kesibukan lain, tanpa menghabiskan harinya bekerja mengolah tanah, menjaga ladang, memproses hasil panen, dll

Transisi dari pemburu menjadi petani tidak berlangsung dalam sekejap, manusia jaman dahulu tidak bangun dari tidurnya dan memutuskan untuk bekerja sehari penuh mengolah tanah dan menanaminya dengan sayur agar 1-3bulan lagi bisa panen

Lebih masuk akal dijaman itu untuk berburu hewan atau mengumpulkan sayur, jamur, umbi dari hutan agar keluarga dan suku mereka bisa makan hari itu juga

Lalu kenapa masyarakat terdahulu memutuskan untuk beralih dari berburu menjadi beternak atau pertani

Kita akan melihat salah satu contoh;

Di Papua misalnya, tumbuhan asli papua sebagai sumber karbohidrat utama adalah talas, tanaman ini kaya akan karbohidrat tapi memiliki sedikit kalori
(yang sekarang malah bagus untuk diet pengganti nasi )

Ketika Ubi Jalar yang tumbuhan asli Amerika Selatan masuk ke dataran Papua (mungkin lewat Filipina dibawa oleh Spanyol) maka penduduk Papua segera membudidayakannya

Ubi jalar tumbuh lebih cepat, mudah diperbanyak dengan stek batang, bisa hidup didataran tinggi, dan lebih banyak hasil yang bisa dipanen daripada talas, maka stok pangan melimpah dan ledakan populasi terjadi


Ketika populasi semakin padat dan sumber pangan dari alam mulai menipis, mau tak mau suatu masyarakat harus bisa memproduksi pangan secara mandiri dengan bertani atau berternak

Lalu apa yang terjadi ketika suatu masyarakat sudah mampu memproduksi pangan dalam jumlah besar untuk menyokong populasi yang padat?

Begitu suatu masyarakat melebihi 10.000 orang, mustahil mencapai, mengelola, dan melaksanakan suatu keputusan bersama dengan mengumpulkan tiap warga, dimana setiap orang menyampaikan pikirannya masing-masing


Harus ada pejabat yang mengatur dalam suatu masyarakat agar tidak timbul perselisihan, pertengkaran, atau saling membunuh dalam suatu kelompok masyarakat tersebut

Harus ada pemimpin yang mengambil keputusan, eksekutif yang melaksanakan, dan birokrasi yang mengelola keputusan dan hukum

Para pejabat ini hidup disokong dari sisa hasil produksi pangan para petani (kita sebut "Pajak"), mereka mengabdikan seluruh waktunya untuk melayani masyarakat tanpa bisa lagi bekerja diladang atau peternakan

Negara tidak bisa ada sebelum adanya produksi makanan dan negara belum ada sebelum produksi makanan telah mampu menyokong populasi yang besar dan padat

Jika dalam masa depan suatu negara sudah tidak mampu memproduksi pangannya secara mandiri, bisa dipastikan akan timbul goncangan ekonomi, kerusuhan, bahkan mungkin juga hancurnya suatu negara

Kerusuhan akibat harga pangan di Aljazair
Ekonomi Jatuh, Hampir 90 Persen Warga Venezuela Tak Mampu Beli Bahan Pangan
Kepergok Curi Cabai, Dua Pemuda Asal Jember Dihakimi Massa

Sekilas penjelasan diatas menunjukan betapa pentingnya kemandirian produksi pangan disuatu negara termasuk Indonesia

Isu ini belum begitu disadari oleh generasi muda, tapi beberapa orang dan institusi sudah mulai bergerak untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya produksi pangan lokal

Salah satunya adalah ABA St Pignatelli, akademi yang mengajarkan bahasa asing ini dalam beberapa tahun terakhir mulai melebarkan sayapnya dalam bidang agrikultur

Mereka membuat CCTC atau Coffe and Cocoa Training Centre yang bertujuan memasarkan kopi dan coklat petani lokal agar mampu bersaing didalam negeri (besok akan saya ulas CCTC ini)

Dan akademi ini juga sudah membuat kebun sayur organik yang memproduksi berbagai sayur untuk dijual ke masyarakat umum

Mari kita lihat kebun organik ABA St Pignatelli tersebut

lokasinya dibelakang kampus Pignatelli
Jl Duwet Karangasem Laweyan Surakarta
atau anda bisa mencarinya di google map

Kamis, 09 November 2017

Mencicipi Sate Kuda SoloBalapan

Sate...sate....sateee....

Siang ini kita akan makan sate, setuju? Setujuuuu dong!

Tapi bukan sate kambing atau ayam seperti biasa, kita akan mencicipi sate kuda ho3x

Di Solo ada warung yang menyediakan aneka olahan daging kuda

Lokasinya dekat Stasiun Solo Balapan, maka itu warung ini bernama Sate Kuda SoloBalapan



Katanya daging kuda mempunyai aneka manfaat, untuk asam urat, diabetes, kolesterol, dll

Seperti yang sudah saya tulis berkali-kali, saya sendiri tidak percaya satu makanan super penyembuh aneka ria macam penyakit

Saya pribadi menganut kepercayaan, supaya badan sehat kita harus makan seimbang, rutin olahraga, dan tidur yang cukup

Tapi godaan mencicipi sate daging kuda tidak bisa kita abaikan begitu saja, mari berangkat!

alamat lengkap bisa anda baca sendiri di spanduk warung ini
ancer-ancernya lampu merah Stasiun Balapan ke utara, 
sebelum palang rel kereta belok kebarat, sekitar 30meter

Minggu, 05 November 2017

Workshop Urban Farming dan Pasar Sehat Nalico di Kerten Solo

Setelah kita mengunjungi berbagai aksi menanam di
Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (4)
Tanam Hijau dan Pasar Sehat Bersama Nalico dan Parklight Project di Gulon Jebres Solo
Pertanian Warga Kenteng Asri
Menanam di Bumi Laweyan Bersama Tales dan Gropesh Solo

Agaknya warga Solo makin banyak yang mulai sadar lingkungan dan melakukan penghijauan di kampung masing-masing

Kali ini kita akan melihat keseruan workshop atau pelatihan Urban Farming di kampung Kerten bersama ibu Ester Tien dari Cat Village Urban Farming

Sekaligus melihat aneka olahan sehat dari Pasar Sehat Nalico

Komplit kan, dapat ilmu menanam sekaligus bisa belanja sayur dan aneka makanan sehat


acara ini diadakan hari minggu, bertepatan dengan jadwal saya ikut bibit puisi di CFD Solo
jadi saya datang agak terlambat, workshop menanam sudah dimulai

bu Ester Tien yang sudah saya ulas sebelumnya di Cat Village
menjelaskan tentang menanam sayur dilahan sempit dengan alat barang-barang bekas
difoto nampak bu Ester menanam sayur kangkung dengan metode sumbu (wick)
alat yang dipakai styrofoam bekas dari toko buah dan gelas air mineral bekas
murah, mudah, dan bisa diaplikasikan oleh ibu rumah tangga

Minggu, 29 Oktober 2017

Panen Kacang Tanah

kelanjutan dari Menanam Kacang Tanah

Setelah berumur 4-5 bulan kacang tanah yang saya tanam dulu bisa dipanen

Jujur saja saya tidak begitu merawat tanaman ini

Pertama karena saya tumpangsarikan dengan tomat, jadi tomatnya yang lebih saya rawat he3x

Kedua karena tanamannya kecil tidak bisa tinggi, sering sekali diinjak-injak kucing untuk tempat mainan

Jadi ya begitulah....hanya beberapa yang bertahan


kacang tanah yang siap panen daun dan batangnya mulai mengering


supaya polong kacangnya terangkat semua
pelan-pelan kita gali untuk mengambil kacangnya

tidak besar-besar tapi lumayanlah
tanpa pupuk, pestisida, maupun perawatan intensif lainnya lo

walaupun polongnya kecil
tapi hampir semua isinya 3 biji lo

Kamis, 26 Oktober 2017

Minimarket Produk Sehat Club Sehat Solo

subscribe kami di Youtube
Siapa yang sering membaca artikel atau youtube tentang hidup sehat dari luar negeri?

Pasti anda sedikit mengerutkan kening ketika melihat bahan-bahan yang dipakai

Tepung tanpa Gluten, Chia Seed, kacang macadamia, Garam Himalaya, dsb apa pula itu? Garam dari pegunungan Himalaya, apa bedanya dengan garam cap Dangdut??

Diet keto, raw food, mayo, dll

Ya, kemajuan internet membuat jarak antar dunia semakin dekat



Tren-tren yang berkembang diluar negeri bisa merambah kota anda dengan secepat kilat

Jika anda ingin mencoba gaya hidup sehat terkini tapi bingung mencari bahan-bahan yang kebanyakan import itu

Jangan khawatir, sekarang ada minimarket khusus produk-produk sehat yang bernama CLub Sehat

Club Sehat ini ada di kota-kota besar Indonesia, dan di Solo juga sudah ada lo!

alamat Club Sehat adalah Jl Adi Sucipto no 56c
tepatnya sebrang SMA Regina Pacis (Ursulin) atau ruko sebelah timur Fave Hotel
buka tiap hari jam kerja, kecuali sabtu (hari sabat)
mau ngintip produknya? bisa via IG ClubsehatSolo

Minggu, 22 Oktober 2017

Mencicipi Soto Kalkun Mbak Uut Solo

Siapa yang suka Soto??

Hampir semua orang Indonesia suka kuliner khas satu ini, soto sudah menjadi makanan generik layaknya mie ayam atau bakso

Lapar tapi bingung mau makan apa? Jajan soto saja!

Di Solo kita bisa menemui warung soto disetiap pojok pasar atau kampung

Biasanya yang disajikan adalah soto daging sapi atau daging ayam

Bagaimana kalau kali ini kita mencicipi soto daging kalkun?

Yup, soto daging kalkun mbak Uut di jalan Gatot Subroto ini wajib untuk anda cicipi!

alamatnya Jl Gatot Subroto no 138
ancer-ancernya, dari Matahari Singosaren Solo ke arah selatan, perempatan ketiga
warung dipojok barat jalan, buka pagi sampai siang saja
kalau tidak salah dari jam 7:00 pagi dan jam 14:00 sudah habis

langsung saja kita pesan menu utama disini
seperangkat soto kalkun ditemani berbagai gorengan untuk lauk pelengkap

Minggu, 15 Oktober 2017

Melihat Wayang Potehi di Klenteng Tien Kok Sie Solo

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya di Jelajah Jazirah Arab Pasar Kliwon Solo bersama Laku Lampah

Ketika jaman Belanda, warga keturunan China dipisah dan diberi tempat sebelah utara Benteng Trade Centre

Maka jika anda perhatikan, sepanjang jalan RE Martadinata Solo bergeliat kehidupan ekonomi dari warga Solo keturunan China

Toko-toko milik warga keturunan China, warung yang menyediakan kuliner khas China, maupun tempat ibadah bagi warga Solo keturunan China

Salah satu tempat ibadah bagi penganut kepercayaan Tridharma (Tao, Konghucu, Buddha) yang terletak di Jl Re Martadinata adalah Vihara Avalokiteswara atau lebih dikenal masyarakat dengan nama Klenteng Tien Kok Sie

              klenteng ini terletak selatan Pasar Gede Solo
dengan alamat lengkap 
Jl. RE Martadinata No.14, Sudiroprajan, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah

Karena arti penting Klenteng ini bagi warga Solo, maka klenteng ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Walikota Surakarta tahun 2014

Beberapa sumber menyebutkan Klenteng ini dibangun berbarengan dengan Keraton Solo sekitar 1744

Selain untuk ibadah sehari-hari klenteng ini juga terbuka untuk umum, anda bisa datang dan melihat-lihat bangunan indah klenteng yang terletak persis di sebelah selatan pasar Gede Solo

Nah....setiap tahun disini diadakan pertunjukan Wayang Potehi (po tay hie) atau sering disebut wayang China untuk memperingati kelahiran Dewi Kwan Im

Potehi berasal dari kata pou (kain), te (kantong), dan hi (wayang), jadi wayang potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain

Cara memainkannya, tangan sang dalang akan masuk ke wayang menggerakkannya layaknya wayang lain (mirip wayang golek)

Bulan Juli kemarin saya berkesempatan melihat pertunjukan wayang potehi yang diadakan dihalaman Klenteng Tieng Kok Sie

Pertunjukan digelar gratis, anak-anak, remaja, bapak, kakek, boleh ikut menonton tanpa dipungut bayaran

Bahkan disediakan pula makanan dan minuman gratis untuk menemani menonton Wayang Potehi

pertunjukan dimulai dari siang sampai malam
istirahat sebentar ketika masuk jam ibadah Sholat Maghrib
setelah istirahat inilah ramai warga datang melihat karena memang bertepatan waktunya ketika kegiatan kerja atau sekolah sudah usai dan saatnya bersantai

Kamis, 12 Oktober 2017

Musim Hujan Oktober 2017

Menurut ramalan BMKG seharusnya musim hujan datang akhir bulan Oktober

BMKG Prediksi Musim Hujan Akhir Oktober atau Awal November

Tapi di Solo sendiri, hujan sudah mengguyur kota sejak akhir september kemarin

Dan awal oktober intensitas hujan mulai bertambah

Saatnya kita mulai menanam lagi!

Mari kita menyemai sawi, bayam, terong, selada, dll

bulan-bulan awal musim hujan saat terbaik kita mulai menanam sayur
karena curah hujan dan sinar matahari masih berimbang
nanti setelah masuk desember-februari biasanya curah hujan meningkat tajam
cuaca mendung seharian, tidak ada sinar matahari
tanaman pun tidak bisa berfotosintesis dan mudah membusuk
ini adalah semaian benih kelor
anda bisa mendapat benih kelor dengan harga seribuan di 

tomat, terong, cabe

Senin, 09 Oktober 2017

Menu Hari Ini Dadar Katuk

Sudah lama saya tidak update tanaman katuk ya, beberapa post saya sebelumnya tentang katuk

Katuk
Menu Hari Ini Sayur Daun Katuk

Katuk dikebon tumbuh sangat subur, selain saya konsumsi sendiri juga sering saya stek kembali di pot kecil untuk dibagikan waktu Bibit Puisi

Bagi Bibit Gratis di Bibit Puisi CFD Slamet Riyadi Solo

Katuk termasuk tanaman sayur yang mudah tumbuh, mudah ditanam kembali, dan bersifat tahunan

Artinya anda bisa terus menerus panen daunnya sepanjang tahun tanpa perlu menanam ulang



Anehnya masih jarang rumah tangga yang menanam katuk, sepertinya karena julukan katuk sebagai sayur pelancar ASI maka yang mengkonsumsi haruslah ibu menyusui

Seakan-akan semua takut kalau memakan katuk, nanti payudaranya tiba-tiba keluar ASI

Padahal remaja, bapak, anak kecil, dari berbagai usia sah-sah saja mengkonsumsinya, selain rasa daunnya yang enak (seperti kacang) katuk juga mengandung vit A, vit C, dll

ISI KANDUNGAN GIZI DAUN KATUK - KOMPOSISI NUTRISI BAHAN MAKANAN

Ok, kali ini kita panen katuk dari kebun belakang dan mengolahnya untuk lauk keluarga

Supaya tidak bosan, akan saya kreasikan menjadi dadar telur katuk

potong 1/4 batang saja dari paling atas
supaya nanti bisa cepat tumbuh lagi dan bisa kita panen

Minggu, 01 Oktober 2017

Menanam di Bumi Laweyan Bersama Tales dan Gropesh Solo



Kali ini kita akan bergabung dengan Gropesh dan Tales untuk menanam di kelurahan Bumi, kecamatan Laweyan, Surakarta

Seperti yang sudah sering saya ulas sebelumnya, komunitas Tales atau Tanam di Lahan Terbatas adalah komunitas yang terdiri dari berbagai macam pencinta tanamanan

Komunitas Tales -Tukar Sampah Dengan Bibit Tanaman (Hari Bumi 2017)
Kopdar Tales (Berkunjung ke Budidaya Tanaman Karnivora Solo)

Sementara Gropesh Solo atau Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup adalah gerakan yang di Solo diketuai oleh ibu Denok Marty Astuti

Gropesh sendiri sudah sering mengadakan pelatihan dalam mengolah sampah menjadi barang bermanfaat, dan juga mengadakan pameran karya-karya hasil olahan mereka sendiri

https://gropesh.wordpress.com/
Ayo Mulai Peduli Sampah Bersama Komunitas Gropesh
Pegiat Lingkungan Solo: Kita Adalah Penjajah Ibu Pertiwi

Dari sepengetahuan saya dalam beberapa tahun terakhir, Gropesh adalah gerakan yang paling aktif mengadakan penyuluhan atau workshop kepada sekolah, instansi, maupun masyarakat Soloraya

Dan sekarang 2 komunitas ini akan berkerja-sama untuk menghias kelurahan Bumi agar menjadi semakin cantik, dengan memanfaatkan sampah botol mineral yang telah disulap menjadi pot

Didakan hari minggu pagi, Gropesh, Tales, dan warga berkerja bakti untuk menghijaukan kelurahan Bumi

lokasi menanam kali ini
diadakan tepat dibelakang kantor kelurahan Bumi, Laweyan

para ibu dan bapak warga kelurahan bumi
dibantu Gropesh dan Tales mulai menanam botol air mineral bekas dengan tanaman hias

Rabu, 20 September 2017

Mencicipi Kerupuk Antor Khas Tegal

Beberapa waktu lalu saya mendapat oleh-oleh dari Saudara saya yang asal Tegal

Tiga buah kerupuk bawang ukuran besar berwarna putih semburat coklat

Awalnya saya tidak begitu tertarik, karena oleh-olehnya ada banyak saya sibuk mencicipi yang lain dulu he3x

Ketika tiba waktu makan malam, tak lengkap rasanya menyantap sepiring nasi sayur tanpa teman kerupuk

Lidah orang Indonesia memang unik, selain cita rasa kita juga membutuhkan suatu tekstur dalam kuliner

Jadi sambil makan nasi sayur (plus sambal) tengok-tengoklah saya mencari kerupuk yang bisa dimakan kriuk-kriuk


nama lokalnya adalah kerupuk antor
tapi merk dagangnya berbagai macam, ini merk kerupuk antor yang dibawa saudara saya
anda bisa mendapat berbagai macam merk lain dipasaran
(setelah kerupuk ini habis, saya sudah mencoba beli merk lain, tapi merk Berkah Murni ini yang paling cocok dengan lidah saya)

Karena adanya kerupuk antor oleh-oleh Tegal ini, apa boleh buat saya sikat saja

Kesan pertama ketika kemasannya dibuka, Waooww...!!

Aroma minyak bawang menyeruak kuat sekali menusuk hidung, persis bau minyak bawang pada kemasan mie instan

Gigitan pertama tak mengecewakan, krupuknya ternyata kerupuk yang digoreng tanpa minyak

Semacam kerupuk yang disangrai dengan pasir, jadi teksturnya sangat crunchy dan lembut

Rasa bawangnya, gurih dan sedappp.....

Berasa makan indomie goreng tapi dengan tekstur kriuk-kriuk, setengah bungkus besar saya habiskan sendiri!

Malam itupun saya mendapat pengalaman mencicipi rasa baru dalam hidup saya, sensasi rasa kerupuk Antor

Akhir kata, untuk anda yang mampir Tegal atau punya saudara dari Tegal jangan lupa untuk titip oleh-oleh kerupuk antor

Rasanya mantap!


enyaaaakkkkk....!!!!!!!!!

Sabtu, 09 September 2017

Jelajah Jazirah Arab Pasar Kliwon Solo bersama Laku Lampah

Jika anda sudah bosan wisata ke pegunungan atau jalan-jalan di mall yang penuh sesak orang

Dan ingin wisata lain yang bermanfaat, cobalah ikut Laku Lampah


Laku Lampah adalah komunitas wisata asal Solo yang memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kearifan lokal budaya suatu kampung/wilayah

Laku Lampah pertama diadakan tahun 2012, dulu bernama "Blusukan Solo" tapi karena lokasi jelajah yang makin meluas tidak hanya dikota solo maka namanya berubah menjadi Laku Lampah

Kegiatan wisata Laku Lampah tidak seperti tur wisata lainnya yang berkunjung ke spot-spot wisata ternama, disini anda akan diajak masuk ke gang-gang, kampung ke kampung, rumah tua, situs-situs lokal yang sudah terabaikan, dan hal menarik lainnya

foto; Laku Lampah 

Juni kemarin Laku Lampah mengadakan acara jalan-jalan melihat kampung arab daerah solo, tepatnya di pasar Kliwon

Peserta diajak masuk ke gang-gang Pasar Kliwon dan sekalian belajar sejarah keturunan arab yang ada disana

Berikut beberapa aktifitas selama Laku Lampah yang berhasil saya dokumentasikan, apa yang saya sampaikan disini adalah penjelasan dari pemandu Laku Lampah

catatan; karena saya mendengar penjelasan pemandu secara samar-samar (tertutup suara bisingnya motor), mohon dikoreksi bila ada kesalahan penyebutan sejarah atau nama lokasi situs

acara dimulai sekitar jam 16:00 dari Kelurahan Kedunglumbu
peserta Laku Lampah dibatasi sekitar 30 orang
jadi jika anda tertarik ikut, selalu rutin pantau FB resmi Laku Lampah
dan segera reservasi ketika pendaftaran dibuka

Senin, 04 September 2017

Grow By Accident (Semangka)

Setelah Grow by Accident
Grow By Accident (Terong Pokak)

Tanaman yang tumbuh tanpa sengaja dikebon saya adalah semangka



Awalnya karena keluarga kami membuang sisa kulit dan biji semangka ke kebon

Dengan harapan akan membusuk dan menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman lain

Entah kenapa ada beberapa biji semangka yang berhasil tumbuh dan menjadi besar

Tapi karena semangka ini sudah keturunan yang keberapa-kali maka buah yang dihasilkan tidak sempurna

Saya bisa menduga, semangka yang kami makan dan buang dahulu adalah jenis hibrida

Tanaman hibrida adalah persilangkan dua induk yang memiliki sifat berbeda, dan diharapkan keturunannya akan menjadi tanaman unggul dengan mengambil sifat unggul masing-masing induknya

Ketika bijinya ditanam untuk kesekian kalinya (biasanya 2-3kali) maka sifat tanaman tidak seperti keturunan pertama


saya tidak menyarankan anda menanam tanaman yang merambat ditanah
seperti semangka, waluh, melon, jika lahan anda sempit
karena tanaman seperti ini memakan ruang yang besar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...