Rabu, 01 Juni 2016

Mencicipi Gembili

Ketika Kopdar Tales (Berkunjung ke Budidaya Tanaman Karnivora Solo) kemarin Ibu Ester Tien membawa semacam ubi sebagai kudapan

Yang dibawa adalah Gumbili rebus, ubi yang sekarang sudah jarang kita temui

Menurut informasi online, gumbili ini adalah

Gembili (Dioscorea esculenta L., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, namun berukuran lebih kecil.
Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.
Gembili dianggap sebagai tumbuhan berpotensi besar pada masa depan. Berbagai penelitian untuk melestarikan keragaman hayati dan pengolahan umbinya (dibuat menjadi etanol atau minuman beralkohol) telah dilakukan.
https://id.wikipedia.org/wiki/Gembili

Penasaran dengan bentuk dan rasanya?

Mari kita cicipi bareng-bareng



 nah ini dia namanya Gumbili
mirip dengan ubi jalar


 bentuknya besar-besar dan kulitnya mudah dikelupas

 ketika dibuka dagingnya putih bersih
rasanya enak mirip ubi tapi tidak terlalu manis
cocok buat teman minum teh disore hari

oh iya lupa karena tuan rumah adalah orang Padang
maka jamuan kopdar kali ini adalah masakan Padang yang pedas dan sedap!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...