Kamis, 23 Juni 2016

Bangsa dan Pangan

Bangsa Maori adalah bangsa Polinesia pertama yang mendiami Selandia Baru

Mereka terbiasa berperang sengit antar suku satu dengan suku lain, tapi perang antar suku tersebut hanya melawan suku terdekat

Perang suku Maori sangat dibatasi oleh kemampuan produksi agrikultur mereka

Tanaman pangan pokok suku-suku Maori ini adalah ubi jalar yang hasil panennya terbatas

Jadi mustahil memberi makan satu pasukan besar dan menjamin kelangsungan kampanye perang dalam jarak ratusan kilometer hanya dengan bertani ubi jalar

Perubahan terjadi ketika orang Eropa datang ke Selandia Baru, mereka membawa serta mengenalkan kentang dan senjata api ke suku Maori




Māori started growing potatoes soon after Europeans brought them to New Zealand. Potatoes looked like kūmara and were grown in the same way – but, unlike kūmara, they could grow in cooler areas and produced large crops.

Dengan segala keunggulan kentang, bangsa Maori sekarang mampu menumbuhkan cukup pangan untuk memasok ransum selama perang berminggu-minggu

Hasilnya dalam periode 1818-1833 suku Maori yang telah mendapat senjata api dan kentang mampu menyerang suku lainnya yang berjarak ratusan kilometer


Perang Abad ke-19 di Selandia Baru

Produktivitas pangan melimpah (kentang) telah melenyapkan keterbatasan suatu suku (dalam hal berperang)

Kasus yang mirip terjadi pada bangsa Maya

Selasa, 14 Juni 2016

Mencicipi Coklat Rempah Kerok

Jika biasanya kita menikmati coklat rasa strawberry atau vanilla

Kali ini ada produk coklat yang rasa rempah

Yup, rasa rempah asli Indonesia!

Mungkin ini adalah inovasi yang jarang kita dengar, tapi sebenarnya sangat cocok sekali

Secara Indonesia adalah penghasil coklat no 3 terbesar di dunia dan pusat rempah dunia sejak dulu kala

coklat rempah merk kerok, satu kemasan besar isi 6 sachet
anda bisa kontak adi wibowo untuk mendapatkannya secara online
tinggal pesan dikirim sampai depan rumah

Rabu, 08 Juni 2016

Menyimpan Benih Labu Botol

Berkat kebaikan dari ibu Olive, sepulang berkunjung ke Jalan-jalan Kebun Ibu Olive saya mendapat buah tangan berupa labu botol yang sudah tua

Layaknya labu lain, labu botol ini ketika muda bisa dimasak untuk dijadikan sayur

Tapi karena keunikan bentuknya, kebanyakan ditunggu sampai tua dan mengering untuk dimanfaatkan menjadi kerajinan

Yang paling populer tentu saja dijadikan botol minuman seperti pendekar-pendekar silat yang sering kita lihat ditelevisi


Sebelum kita membuat kerajinan dari kulit labu, mari kita simpan dulu benih labu botol ini

 labu botol yang telah mengering sempurna

Kamis, 02 Juni 2016

Produksi dan Konsumsi Panganmu Sendiri

Manusia akan selalu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selama ia hanya dapat menghasilkan barang yang cukup untuk kebutuhan pribadi atau konsumsi keluarganya sendiri maka pertukaran kerja tidak akan terjadi

Di kondisi ini semua orang adalah produsen dan berada ditingkat ekonomi yang sama, tidak ada pembagian kerja seperti, buruh, karyawan, tenaga ahli, atau majikan karena setiap individu mampu memenuhi kebutuhannya sendiri

Ketika produktivitas kerja manusia mengalami peningkatan dan membuat suatu surplus produk sekecil apapun, seketika itu pula terdapat kelebihan barang dari yang mampu dia konsumsi


Dan segera akan akan terjadi perjuangan bagaimana untuk membagikan kelebihan produksi tersebut

Sejak saat itu kerja seseorang terbagi menjadi dua, satu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan satu bagian lagi untuk membuat surplus produk

Lalu bagaimana jika produk yang dihasilkan sama? Si A ingin menukar produk surplusnya berupa jagung dengan si B, tentu si B harus membawa produk selain jagung agar A mau menyerahkan jagung kelebihan panennya

Ini berarti setiap orang tidak boleh terlibat dalam memproduksi barang yang sama, pembagian kerja dan kemunculan tenaga ahli pun terjadi

Jika A membawa jagung maka B akan membawa baju agar pertukaran bisa terjadi, awalnya hanya kadang kala, sedikit demi sedikit hal ini meluas melibatkan C produsen sabun, D produsen ayam, dll menimbulkan ketergantungan dan terjadi petukaran permanen


Komoditas, suatu produk yang diproduksi untuk tidak dikonsumsi sendiri tapi ditukar atau dijual ke individu lain.

Sekarang ketika pertukaran antar produsen sudah sering tejadi dan permintaan komoditas semakin tinggi, seorang produsen memerlukan tenaga kerja untuk membantunya bekerja memproduksi barang yang lebih banyak

Individu yang memproduksi barang dalam jumlah kecil, hanya mempunyai alat produksi atau perkakas seadanya, dan kalah bersaing akan segera bekerja bagi individu yang bermodal besar dan mempunyai alat produksi lengkap

Dia akan melepas semua kemampuan produksinya untuk membantu produksi pemodal besar

Apakah individu kecil ini masih punya komoditas? Tentu, komoditasnya adalah tenaga kerja....kerja yang dia jual untuk mendapat ganti beberapa lembar uang demi bertahan hidup!


Seumur hidupnya akan dihabiskan untuk bekerja melayani para pemodal besar, tuan tanah, atau pemilik pabrik

Uang yang dia dapatkan dari ganti kerja kerasnya akan dibelanjakan membeli sabun Juragan A, baju Juragan B, atau beras dari Juragan C

Singkatnya dia menjual tenaganya kepada kelas pemodal UNTUK membeli produk kelas pemodal demi bertahan hidup

Sementara para juragan-juragan akan menggunakan keuntungannya untuk membeli bahan mentah yang lebih banyak, alat yang modern, pabrik yang lebih luas, dan merekrut lebih banyak pekerja-pekerja lain

Yang miskin tetap miskin, yang kaya makin kaya!

Sadarkah kita selama ini kita diasingkan dari kemampuan produksi kita sendiri?

Rabu, 01 Juni 2016

Mencicipi Gembili

Ketika Kopdar Tales (Berkunjung ke Budidaya Tanaman Karnivora Solo) kemarin Ibu Ester Tien membawa semacam ubi sebagai kudapan

Yang dibawa adalah Gumbili rebus, ubi yang sekarang sudah jarang kita temui

Menurut informasi online, gumbili ini adalah

Gembili (Dioscorea esculenta L., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, namun berukuran lebih kecil.
Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.
Gembili dianggap sebagai tumbuhan berpotensi besar pada masa depan. Berbagai penelitian untuk melestarikan keragaman hayati dan pengolahan umbinya (dibuat menjadi etanol atau minuman beralkohol) telah dilakukan.
https://id.wikipedia.org/wiki/Gembili

Penasaran dengan bentuk dan rasanya?

Mari kita cicipi bareng-bareng



 nah ini dia namanya Gumbili
mirip dengan ubi jalar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...