Rabu, 27 April 2016

Nalico Srawung Oganik Kembali ke Desa di Padepokan Lemah Putih

Matahari

Sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi sejarah dipenuhi dengan lukisan, ukiran, dan kepercayaan yang menggambarkan atau memuja Matahari

Ini bisa kita mengerti karena Matahari muncul setiap pagi, memberi cahaya, kehangatan, membuka dunia dari gelap dan dinginnya malam


Horus "Tuhan Matahari" dari Mesir sekitar tahun 3000 SM dikisahkan mempunyai musuh bernama Seth yang merupakan kiasan dari kegelapan, setiap pagi Horus akan memenangkan pertempuran melawan Seth dan ketika malam tiba sebaliknya Seth akan mengalahkan Horus sang Tuhan Matahari dan membawa kegelapan menyelimuti bumi

Pertarungan ini diceritakan oleh peradaban kuno untuk mewakili dari proses datangnya siang dan malam hari atau dikiaskan menjadi "Cahaya Melawan Kegelapan", "Kebaikan Melawan Kejahatan"

Ini adalah salah satu mitos budaya terbesar yang terpengaruh oleh Matahari, dan dipercaya oleh masyarakat sampai sekarang bahwa kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan (tidak, saya tidak percaya kebaikan akan selalu menang)

Selain dari segi budaya, matahari juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat kuno, mereka percaya dan paham betul tanpa Matahari tidak akan ada kehidupan yang berlangsung di muka bumi ini

Matahari menyinari tanah dan lahan mereka, tanah pun menumbuhkan tanaman, hewan dan manusia akan memakan tanaman tersebut, tak lupa manusia juga memakan hewan itu untuk kebutuhan nutrisi tubuh, memakai kulit atau bulunya untuk pakaian, menggunakan kayu dari pohon untuk membuat api, api untuk memasak, menghangatkan badan maupun alat membela diri

Dengan ilmu dan pemahaman waktu itu, wajar jika Matahari dianggap sebagai wakil dari Sang Pencipta atau Tuhan yang memberi dan mengatur kehidupan

Di masa modern dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih tinggi, kita menemukan bahwa Matahari ternyata menyimpan energi yang luar biasa dan sekali lagi akan mempengaruhi budaya maupun perkembangan teknologi saat ini

browsur acara Srawung Organik 23 April 2016 kemarin
silahkan add FB resmi Nalico untuk mengikuti acara-acara selanjutnya

Ya betul...cadangan minyak bumi, batubara, dan gas adalah energi dari Sinar Matahari Purba yang tersimpan diperut bumi dan akan mengubah peradaban manusia

Energi fosil itu terbuat dari sisa jasad hewan maupun tanaman purba yang dulunya hidup berkat mengolah sinar matahari untuk tumbuh besar dan berkembang biak

Minyak, batu bara, gas telah mempermudah manusia dalam memproduksi pangan (pupuk kimia, pestisida, alat pertanian), begitu juga dalam dunia industri mesin, transportasi, pakaian, dll Kita melakukan semuanya dengan bantuan energi matahari yang tersimpan diperut bumi 3-400 juta tahun yang lalu

Berkat kemajuan besar-besaran industri berbasis energi fosil, populasi manusia berkembang pesat

Dari 1 milyar jumlah manusia sebelum tahun 1800an, berlipat menjadi 2 milyar jiwa di tahun 1930, dan mencapai 3 milyar jiwa hanya dalam kurun waktu 30 tahun sesudahnya yaitu sekitar tahun 1960, dan sekarang di tahun 2016 mencapai 7 Milyar Jiwa! Human Population: Population Growth

Tanpa kita sadari, Kita Hidup Dari Matahari!

Yang menjadi konsen generasi sekarang adalah untuk bersiap-siap jika energi fosil habis

Kita harus kembali mengolah energi langsung dari matahari, beberapa teknologi sudah bisa melakukan itu

Tapi layaknya perubahan api ke bola lampu, transisi ini tidak akan mudah, akan membutuhkan waktu beberapa tahun dan dana yang tidak sedikit

Sudahkah anda mencoba menghitung kebutuhan rumah anda untuk menkonversi energi listrik ke energi matahari (solar panel), masih sekitar 5-10 juta untuk merk dan daya yang berkualitas sedang

Untuk keluarga berpenghasilan menengah, biaya tersebut bisa untuk tarif lisrik 2-4 tahun lebih! (asumsi sebulan habis 200.000 untuk listrik)

Sementara jika dibelikan solar panel, dalam jangka waktu tersebut kita tidak tahu apakah alat masih berjalan normal, belum kalau masuk musim penghujan dimana sinar matahari bersinar sangat minim

Tindakan yang masuk akal adalah bergerak dilingkup yang lebih sederhana

Menanam beberapa sayur sendiri tanpa pupuk pabrik dan pestisida kimia misalnya, bersepeda ke tempat-tempat terdekat, mengganti bola lampu dengan LED, menyimpan air hujan untuk mencuci/menyiram

Atau jika anda tidak ada waktu dan terlalu sibuk, anda bisa ikut berkontribusi menyelamatkan alam demi anak cucu dengan mendukung organisasi yang bergerak dilingkungan

Organisasi atau LSM ini biasanya diisi oleh pemuda dan pemudi yang beroperasi dengan biaya minim tapi efektif dan mendatangkan perubahan besar

Memang benar ada banyak organisasi besar yang bergerak dilingkungan, WWF misalnya dengan anggaran rata-rata 300 juta dolar pertahun http://www.worldwildlife.org/about/financials

Tapi jika kita sadari dana itu dipakai cabang-cabang WWF dilebih dari 100 negara untuk menyelamatkan spesies dari tumbuhan dan hewan di habitat darat dan laut, maka kita akan mahfum bahwa dana yang dipakai WWF lebih kecil daripada biaya iklan Coca-Cola selama setahun! 3 Milyard dolar pertahun!

Dan salah satu organisasi di Solo yang getol bergerak dilingkungan adalah Nalico Solo, komunitas ini sering mengadakan pelatihan atau pasar organik di Solo

Be Healthy With Veggie Nalico di Paragon Solo
Tanam Hijau dan Pasar Sehat Bersama Nalico dan Parklight Project di Gulon Jebres Solo

Dalam acaranya selalu mengajak pakar menanam atau bakul sayur organik disekitar Solo

Jadi selain memberi kesempatan masyarakat untuk mendapat produk pangan sehat, Nalico juga memberdayakan produsen-produsen lokal dalam setiap acaranya

Ini bagus sekali karena selama ini banyak yang bertanya pada saya dimana mendapat produk organik, kebanyakan mengambil dari supermarket besar dengan harga yang tidak murah

Jika konsumen bisa ditemukan langsung dengan produsen seperti ini, selain mendapat harga yang lebih masuk akal juga bahan pangan yang didapat lebih segar

Tentunya kalau konsumen puas dan produsen juga puas dagangannya laris, maka diharapkan semakin banyak masyarakat yang mulai mengkonsumsi pangan organik, itu berarti para produsen lokal akan menggenjot produksinya, harga pun bisa makin ditekan agar terjangkau masyarakat luas

Kali ini Nalico membuat acara Srawung organik, bekerjasama dengan belasan bakul (ya mereka menyebutnya bakul, biar lebih alami mungkin he3x) dan artis dari dalam maupun luar negeri

Ada pasar organik, pelatihan menanam, dan penampilan kesenian untuk pengunjung

Tiket HTM cuma 25rb, 50rb kalau anda ingin ikut pelatihan-pelatihannya

Langsung saja kita kemonnn....

 Setelah muter-mute beberapa menit, ketemu juga lokasi acaranya

 sepertinya masih kepagian, baru beberapa yang datang

 menjelang siang acara sudah dimulai dengan tari tradisional

 jam 11 workshop atau pelatihan urban farming yang dipandu ibu Ester Tien dimulai
beberapa pengunjung terlihat antusias dan berbagai pertanyaan dilontarkan

 materi yang dibawakan adalah menanam dengan sistem wick
cocok untuk anda yang tidak ada waktu untuk menyiram tanaman secara rutin

 setelah satu jam, waktunya istirahat
panitia sudah menyediakan camilan yang ber-suasana desa sekali
kacang rebus, ubi rebus, dan pisang rebus dalam pincuk daun pisang

 minumnya teh manis yang disajikan dalam bumbung-bumbung bambu
kerenn!!

 workshop kedua yaitu Swedish Message oleh ibu Ellen Begw Jordan

 pijat ini berfungsi merelaksasikan tubuh setelah kerja sepanjang hari
menggunakan ramuan-ramuan alami, seperti olive oil atau minyak kelapa
ayo ibu-ibu....dipijat mukanya biar kembali muda 20 tahun hehehehhe

 Padepokan Lemah Putih ini selain untuk berbagai kegiatan
juga sering dijadikan tempat berfoto, untuk wedding maupun lainnya
hutan mininya yang masih alami sangat kontras dengan suasana kota Solo yang sudah penuh jalan aspal dan debu

 ibu Olive dan Ibu Nurul dari komunitas Tales asyik berfoto ria, lumayan buat diunggah ke FB


 berfoto dulu bareng komunitas Tales yang ikut mengisi workshop urban farming tadi

 jika anda membayar HTM maka anda akan mendapat goodie bag
dan kupon belanja diskon 10%

 mari kita lihat isi dari goodie bag
ada gelang etnik cantik, gantungan kunci, dan roti sehat dari Semar

roti ini rendah gluten dan tanpa campuran telur dan pengembang
rasanya enak, tapi karena tidak ada telur sebagai perekat, rotinya mudah hancur he3x

 setelah selesai mengikuti pelatihan menanam dan massage saatnya turun ke pasar organik
mari kita lihat apa saja yang ada disini


 stand sayur organik Cinta Sehat yang menyediakan berbagai bahan pangan organik
setiap minggu juga membuka lapak di CFD dan Manahan Solo
anda bisa hubungi ibu Mia 085-728-415-558 jika tertarik dengan sayur organik


ada beras hitam, beras merah, dan mie sayur
yang saya pegang ini mie sayur arang padi, wah penasaran juga cara membuatnya


sayur organiknya segar sekali, harga juga masih terjangkau kantong

selain hutan mininya yang adem, padepokan ini juga dihiasi berbagai pernak-pernik 
yang menambah kesan etnik
seperti tumpukan batu yang mirip piramid ini, entah apa maknanya saya kurang paham 


stand gropesh dan tales yang menyediakan kerajinan dari barang bekas juga benih sayur murah
ada orang-orangan sawah yang diperankan oleh orang beneran
mirip cosplay tapi versi desa hahahaha


 bir Mataram dari Urban farming Kebun Kita, ini adalah minuman khas Jogja

fuchsia kombucha, minuman sari kombucha dan campuran herbal
anda bisa melihat postingan saya dulu tentang budidaya kombucha dirumah
budidaya kombucha, budidaya kombucha 2
 

walaupun hutan mini ini lebat pepohonan tapi tidak ada serangga yang berkeliaran
ternyata karena sudah dipasangi dupa dibeberapa sudut
jadi selain menambah suasana terkesan etnik, dupa ini berguna juga untuk anti serangga


Diamond Matcha yang menyediakan berbagai produk olahan teh
mulai dari teh untuk minuman hingga produk kecantikan


contoh daun teh yang digunakan
ada green tea, white tea, mint tea, dll semua menggunakan daun teh yang berkualitas
dan campuran herb asli tanpa essence dari kimia


jika anda tertarik dengan produk olahan teh, silahkan hubungi kontak email ini

 di siang yang terik ini cocok sekali mampir di stand minuman dingin
kali ini ada Elixir Cold pressed juice, wah apapula ini?


 oh ternyata sari sayur yang dipress (bukan juss) dan disajikan segar tanpa ampas
ada bermacam-macam jenis yang dijual, tinggal pilih


 saya pilih yang warna hijau, campuran sari bayam, timun, dan apel
walau tanpa gula tapi rasanya benar-benar segar
untuk yang terbiasa minum raw juice (jus sayur mentah), coldpress ini menyajikan rasa 

yang baru, enak, dan unik
(kelihatan kan alamat IG dan no hpnya? ^_^)

 untuk yang belum terbiasa minum jus sayur mentah, mungkin agak sedikit kaget
seperti ibu-ibu komunitas Tales yang penasaran dan saling bertukar botol Elixir untuk icip-icip

silahkan tebak dari ekspresinya hihihi

Reina Cafe milik mbak Made, yang dulu pernah memberi workshop membuat jamu di Paragon
segala macam produk jamu tersedia disini, cocok buat anda yang suka minum dan memakai produk dari rempah


mbak-mbak bule (kasar tidak kalau saya pakai kata "bule"?) yang membuka stand raw food
di luar negeri sono memang ngetrend makanan sayur mentah (rawfood)
kalau di jawa mungkin trancam kali ya, jenis makanan yang memakai sayur mentah


 jarang-jarang lihat bule masak langsung bukan lewat tipi hehehhe
"ini lettuce, oh...sawi"
"yes, pakai belimbing!"
ucap si mbak sambil terbata-bata menerangkan ke pembeli


lewat siang hari, pengunjung mulai padat
tari-tarian dan musik etnik pun ditampilkan untuk menambah meriahnya suasana


dari skala luasnya acara, keragaman pertunjukan, bakul-bakul yang ikut serta, dan penataan ruang
(ada lebih banyak stand yang tidak terekam dalam kamera saya)
acara ini keren dan hebat! layak anda kunjungi!
semoga tahun depan semakin besar dan semakin sukses mengajak masyarakat ke pola hidup sehat dan menghargai lingkungan

Bahan: "Zitgeist" oleh Peter Joseph

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...