Kamis, 07 April 2016

Menu Hari Ini Pepes Kepiting Sawah (Yuyu)

Jaman berubah, mengkonsumsi makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tidak bisa kita lakukan seenaknya

Perkembangan budaya, pengetahuan, dan moral membatasi manusia untuk mengkonsumsi makhluk dari spesies lain

Beberapa agama dan kebudayaan melarang pengikutnya mengkonsumsi hewan tertentu karena perintah yang tertulis dikitab sucinya

Kita juga masih ingat ketika masyarakat sempat ketakutan mengkonsumsi ayam atau sapi, karena takut terjangkit penyakit menular

Ada juga jenis hewan yang dilarang dikosumsi karena memang populasinya hampir punah

Dan yang terbaru adalah karena alasan moral, sebagian orang percaya bahwa mengkonsumsi hewan dengan tingkat kecerdasan tinggi adalah perbuatan yang paling rendah (dan tercela) bagi peradaban umat manusia

Anjing, kucing, lumba-lumba contohnya, kecerdasan mereka membuatnya bisa lebih ekspresif dalam menampilkan emosi (marahi anjing anda, dia akan meringkuk ketakutan seperti anak kecil)

Padahal sejak jaman dulu, di berbagai kebudayaan dunia banyak yang mengkonsumsi daging anjing

Cina, Korea, Yunani, Romawi, Aztec, dll

Ah, sudahi sajalah tulisan tidak jelas ini...mari kita masak kepiting sawah atau yuyu (jawa)

Yuyu ini melimpah populasinya disawah dan kadang mengganggu para petani karena sering membuat lubang yang merusak pematang sawah

Semoga dalam 2-3 tahun kedepan tidak ada penelitian yang menyebutkan kalau Yuyu mempunyai tingkat kecerdasan setara lumba-lumba (siapa tahu?)

........saya bisa-bisa diseret ke pengadilan karena postingan ini

 yuyu atau kepiting sawah
hasil buruan keponakan dan teman-temannya
senang rasanya melihat anak kecil masih aktif bermain disawah bukan didepan gadget
beebrapa info menyebutkan ada jenis yuyu yang tidak bisa dimakan, tapi saya belum jelas jenisnya



 dapat satu plastik sedang 
lumayanlah buat lauk siang ini

 geprek-geprek dahulu supaya cangkangnya terbuka

 campur dengan bumbu dan remas-remas
supaya bumbunya merasuk

setelah itu dikukus dengan daun pisang sampai matang
hmmm...dimakan dengan sambal mentah dan nasi hangat
nyusss sekali!!
rasanya mirip kepiting, amis, gurih, cuma dagingnya sedikit hi3x
jadi kita kunyah saya dan sesap-sesap kaldunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...