Senin, 28 Maret 2016

Selamat Datang Kembali Okra

Banyak dari kita yang percaya maupun tidak percaya, apakah Global Warming benar-benar terjadi?

Ataukah itu bualan para ilmuwan untuk menghambat perkembangan industri negara dunia ketiga?

Kenyataannya suhu dunia semakin tahun semakin bertambah, saya pribadi benar-benar merasakan perbedaanya

Bulan Februari tahun 2016 tercatat sebagai bulan terpanas dalam sejarah


Dan saya sering bercakap-cakap dengan para petani yang sudah puluhan tahun akrab dengan cuaca dalam menentukan masa tanamnya

Kebanyakan mengatakan musim sudah bergeser atau salah mangsa kalau orang Jawa bilang

Perhitungan Pranata Mangsa sebagai acuan aturan menanam sekarang susah diterapkan

Suhu bumi mulai menghangat, anda pasti berpikir itu bagus buat pertanian karena berarti pertumbuhan tanaman semakin cepat

Mungkin benar, untuk daerah yang berada jauh dari khatulistiwa dengan suhu dingin maka menghangatnya suhu bumi akan menambah sedikit hasil panen mereka

Tapi untuk daerah sekitar khatulistiwa yang memang dari sononya sudah panas akan semakin bertambah panas

Tanaman pangan akan susah tumbuh, sumber air banyak yang mengering, belum ketika banjir besar datang merusak ladang

Negara atau kota yang berbatasan dengan laut akan merasakan akibatnya karena es dari kutub meleleh dan menaikkan permukaan air laut

Selasa, 15 Maret 2016

Tanam Hijau dan Pasar Sehat Bersama Nalico dan Parklight Project di Gulon Jebres Solo

Apa yang dilakukan nenek moyang kita untuk bertahan hidup ketika mendiami tempat baru?

Pertama mereka akan berburu dan meramu, mencari pangan liar yang mudah didapatkan disekitarnya

Ubi, talas, buah-buahan, dan ayam hutan atau burung sebagai sumber protein mereka

Persediaan pangan dari alam yang melimpah akan membuat populasi semakin bertambah, dan seiring bertambahnya populasi maka semakin banyak mulut menuntut makanan

Leluhur kita pun mulai mengembangkan pertanian, berkebun, menjinakkan hewan liar untuk dikembang-biakan

Darimana teori ini didapat?

Para peneliti biasanya mengambil contoh dari sisa sampah dapur, tulang belulang hewan yang dimakan, dan jika beruntung mendapat fosil sisa kotoran untuk dianalisa apa saja jenis makanan yang dikonsumsi

Dicocokkan dengan hitungan radiokarbon maka bisa diketahui umur dari sisa sampah dapur tersebut

Dan seperti yang saya singgung diatas, timeline atau garis waktu pola makan para leluhur kita bisa diketahui

Saya akan mengambil sedikit contoh dari buku karya Jared Diamond berjudul Collapse yang membahas runtuhnya peradaban dunia, karena sesuai dengan tema yang akan saya bahas kali ini

Di buku ini Jared Diamond banyak mengulas peradaban dunia terkenal yang hancur, Paskah, Maya, Viking, dll

Kebanyakan dari peradaban yang hancur ini karena mereka tidak merawat sumber daya alam, dan perilaku ini bisa dilacak dari pertanian dan pola makan mereka

poster acara Tanam Hijau oleh Nalico
anda bisa mengikuti page facebooknya di Nalico
yuk lanjut lagi tulisannya.....


Senin, 14 Maret 2016

Mewalik di Solopos 26-02-2016

Jumat tanggal 26 February kemarin Mewalik berkesempatan untuk sedikit nongol di rubrik Agro koran Solopos

Sungguh terhormat disandingkan dengan komunitas besar lainnya seperti Tales, Kampung Sayur Ngemplak, dan Sukodono Sragen

Semoga dengan ini masyarakat yang tertarik menanam sayur sendiri dirumah semakin banyak dan bisa mengurangi ketergantungan pangan kita akan pangan import


yeaayyy....

Selasa, 08 Maret 2016

Menu Hari Ini Tumis Terong Ungu Bulat

Baron Justus von Liebeg ahli kimia asal Jerman di abad ke 19 dalam monografinya berjudul -Chemistry in its Application to Agriculture (1840) mengarahkan pertanian berubah menjadi arah industri

Konsep kesuburan tanah yang berasal dari proses biologi cacing, cendawan, bakteri dan jutaan organisme lainnya yang hidup dalam tanah disederhanakan menjadi 3 unsur kimia yang sering kita jumpai sekarang

Nitrogen, Phosporus, dan Kalium atau biasa disingkat NPK

NPK adalah jawaban bagi pertanian Industri, tebarkan NPK dan hasil padi atau jagung yang melimpah akan kita dapatkan

Kita tidak perlu pusing memikirkan cacing, cendawan, atau humus lagi dalam pengolahan tanah

Kita tak perlu memikirkan bermacam-macam mineral dalam tanah yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan sehat, kalsium, magnesium, manganese, zinc, iron, dll

Dan ketika tanaman melemah karena nutrisinya tak terpenuhi, serangga dan jamur akan lebih mudah menyerang

Lalu petani kita berteriak kembali pada Industri, "Kami butuh Pestisida! Herbisida! Fungisida! Hormon penumbuh, Mineral Sintetis!"

Dan tentunya Industri akan dengan senang hati membuatkan itu semua dan menjualnya kepada Petani

Industri senang, petani kehabisan uang, konsumen meriang karena kenaikan harga pangan tiap tahun

Itulah sekilas wajah industri di dunia pertanian dan pangan sekarang

Dan itulah kenapa saya tidak menyarankan anda untuk menanam pangan dengan teknik-teknik selain organik yang murah dan sehat

Benih pun selalu saya anjurkan untuk menyimpan sendiri, sisihkan sedikit tanaman tiap panen untuk diambil benihnya
Menyimpan Benih Pare
Menyimpan Benih Mentimun
Menyimpan Benih Sawi Jepang

Maaf kalau prolognya terlalu panjang, mari kita masak terong saja!

 terung ungu yang berbentuk bulat nan lucu ini bisa anda dapatkan benihnya 

Senin, 07 Maret 2016

Random Shots (2)

Selain posting di blogspot saya juga aktif post di Instagram

Dan kebanyakan yang saya upload adalah kejadian atau momen single menarik yang tiba-tiba saya temui

Jadi karena tidak bisa dirangkai menjadi suatu cerita, terpaksa banyak foto menarik yang tidak masuk ke blogspot

Anda masih bisa mengaksesnya kok, via Instagram saya

Berikut sedikit jepretan yang saya pindah dari Instagram, lebih bersifat personal karena isinya tentang kehidupan saya sehari-hari ^_^

 pepaya berbuah oyong
atau oyong bertubuh pepaya?

Rabu, 02 Maret 2016

Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (4)

Kampung sayur Ngemplak Sutan Solo sekarang tambah besar dan mulai dilirik warga Solo maupun Jawa Tengah untuk dijadikan acuan mebuat kampung sayur ditempat lain

Selain sering mengikuti pameran-pameran bertema hijau

Kemarin kampung sayur ini juga dikunjungi langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Bp Ganjar

Keren sekaliiii!!!

Setelah dulu saya hanya berdua jalan-jalan keliling kampung sayur ini jalan-jalan 1, jalan-jalan 2, jalan-jalan 3

Sekarang saatnya ramai-ramai ikut rombongan komunitas Tales menyerbu dan mencari ilmu baru disini


 sebelum blusak-blusuk masuk kampung orang, pak wakil ketua om Wimgo
memberi perkenalan, visi misi, dan minta ijin dulu

Yuk ikutttt...cuzzzz
(AWAS Bandwith Killer!! banyak foto)
 
supaya lebih afdol, maka motor ditinggalkan dan semua anggota komunitas Tales berjalan kaki
pohon yang rimbun di kanan-kiri jalan memberi suasana adem dan teduh

Selasa, 01 Maret 2016

Mencicipi Nyoklat Doloe Solo

Ada satu kafe daerah Mt Haryono (dekat RS Brayat) Solo yang selalu ramai ketika saya melewatinya

Walaupun saya sedang menjalani pola makan sehat yang ketat, lama-lama penasaran juga dengan kafe tersebut

Apalagi namanya to the point sekali "Nyoklat Doloe"

Wah ini pasti menunya berbagai macam coklat apalagi melihat pengunjungnya yang membludak, pasti harganya bersahabat ini

Tak terasa air liur pun memenuhi mulut, daripada saya ngidam tidak bisa tidur tiap malam maka ketika jadwal cheat day datang saya pun segera meluncur ke TKP

Untuk mencicipi barang sedikit coklat panas dan kalau ada kue coklat yang lembut manis

Yukk....

 tempatnya besar, luas, dan nyaman
dipenuhi hiasan-hiasan unik yang tak membuat bosan mata kita memandang
 anda bisa follow IG nya di https://www.instagram.com/nyoklatdoeloe/

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...