Minggu, 18 Oktober 2015

Hello Food Festival Solo #2

Warga di kota Solo terkenal akan kemampuannya untuk berwisata kuliner

Mulai dari wedangan yang ada di tiap gang, warung bakso, ayam bakar, dan restoran untuk kalangan menengah keatas

Semua pasti ramai dikunjungi warga Solo, sampai ada istilah warga Solo merawat warisan kulinernya dengan jajan ditempat-tempat makan

Berbeda sekali dengan kebiasaan saudara dekatnya, Jogja. Yang lebih suka merawat warisan kulinernya dengan memasak dirumah

Dan bulan September kemarin ada event Food Fesival yang diadakan Hello Market di mall Paragon Solo

Kebetulan juga ada stand Sushi dari Okasan Kitchen milik ibu Yaya

Ibu yaya dulu pernah berkunjung ke kebun saya, jadi sekarang saatnya saya berkunjung ke stand nya

Mari kita kemooon

poster Hello Food Fest #2


jam 11 an saya kesana
masih belum terlalu ramai karena siang yang terik di Solo

beberapa stand minuman

stand makanan

ketika waktu mulai sore pengunjung pun berdatangan

ada tempat untuk bersantai menikmati makanan
dan berfoto-foto

dekorasinya pun lucu-lucu ^_^
aksi bartender yang kewalahan melayani antrian pemesan
harga-harga tiap stand makanan/minuman termasuk standard, rasanya pun oke dilidah
mie setan, salah satu stand yang ramai pengunjung
karena perut saya yang bermasalah, saya cuma lewat saja
gak berani pedas euy
 stand Okasan Kitchen ibu Yaya
mari kita cicipi

kebetulan ini pengalaman pertama saya makan sushi
kalau ramen atau onigiri sudah berkali-kali
ayo sikaattt...!

zoom in sushinya
harga murah, isi banyak, rasa enak
dimakan berdua sampai gak habis!

pesanan kedua pun datang
takoyaki!

zoom in takoyaki nya
menggiurkan bukan? hi3x

penutupnya cari minuman manis di Sunday Tropical Drinks
sama seperti stand lainnya, kami harus antri panjang 
karena membludaknya pengunjung

tampak enak sekali bukaan??
nyam..nyam...slupruuttt!

eh, tak disangka ketemu mbak Dilla dan teman-temannya
ternyata beliau mengadakan workshop di event ini
keren!
kali ini tema workshopnya adalah Lino Cut Block Printing
membuat cetakan print dikain secara manual dengan teknik pahat 
CMIIW

kereen bukan hasilnya?
ah...next sepertinya saya harus ikut workshop mbak Dilla cs 
dan membuat liputan khusus tentangnya

2 komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...