Minggu, 13 September 2015

Jalan-Jalan ke Workshop Terrarium

Pernahkah anda mendengar teori Paradox Fermi?

Paradoks Fermi adalah kontradiksi antara perkiraan kemungkinan keberadaan peradaban ekstraterestrial yang tinggi dengan kurangnya bukti atau hubungan dengan peradaban semacam itu.
Umur alam semesta dan banyaknya jumlah bintang mengakibatkan munculnya pandangan bahwa pastilah ada kehidupan di luar sana

The Fermi Paradox - Where is Everybody

Saya sendiri percaya dengan teori tersebut, termasuk dalam lingkup kecil seperti kota Solo ini

Diantara 500 ribu lebih populasi jiwa di Solo, pasti ada individu-individu yang kreatif dan peduli akan lingkungan diluar sana

Untuk itu saya selalu rajin mencari informasi, dimana ada kegiatan atau individu yang peduli tentang lingkungan pasti segera saya kunjungi

Beberapa yang sudah saya dokumentasikan adalah;
Beliau-beliau ini bagi saya adalah orang hebat dan patut menjadi panutan, mereka mampu mewujudkan ide-ide kreatif menjadi hal nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri atau lingkungan sekitar

Dan salah satu sahabat yang saya kagumi atas kreatifitasnya adalah mbak Dilla

Pertama kali kenal mbak Dilla ketika dia membuat acara Pasar Selo (Pasar Sehat Solo), Pasar Selo ini bertujuan untuk menyediakan bahan pangan organik nan sehat langsung dari produsen ke konsumen jadi harga bisa ditekan lebih murah


Yang saya kagumi di usianya yang masih muda, mbak Dilla mampu mengumpulkan orang-orang yang mempunyai ide sama dan menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat

Dan baru-baru ini mbak Dilla beserta teman-temannya mengadakan workshop membuat Terrarium di salah satu cafe daerah Solo

Terrarium adalah media atau wadah yang terbuat dari kaca atau plastik transparan berisi tanaman, yang diperuntukkan bagi beragam kebutuhan, seperti untuk penelitian, metode bercocok tanam maupun dekorasi. Dapat dikatakan bahwa terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam. Sehingga terarium dapat juga dijadikan laboratorium biologi mini.
https://id.wikipedia.org/wiki/Terarium 

Singkatnya terrarium ini mencoba membuat ekosistem mini didalam gelas kaca, proses fotosintesis, penguapan, dekomposisi, semua terjadi di wadah kecil ini

Bahkan di luar negeri ada Terrarium yang mampu bertahan selama 40 puluh tahun tanpa dibuka atau disiram kembali! Luar biasa!
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2267504/The-sealed-bottle-garden-thriving-40-years-fresh-air-water.html

Yuk kita lihat saja workshop terrarium kemarin ^_^


acara diadakan hari minggu 30 Agustus kemarin
biaya workshop sudah termasuk material dan pelatihan dari ahli terrarium
kebetulan saya diundang sama pacar mbak Dilla, jadi gratis
dapat minum gratis lagi.....hi3x tengkyu mbak Dilla, semoga langgeng sampai anak cucu

lokasi acara di kafe KOBO dekat Selat Solo Mbak Lies
ketika saya datang, worksho sudah berjalan di group 2
penuh pesertanya!
mas dan mbak panitia

workshop dipandu langsung oleh ahli terrarium dari Jogja

terrarium buatan peserta yang sudah selesai di grup pertama tadi
ini tinggal ditaruh ditempat yang kena sinar matahari
nanti tidak usah disiram lagi, cukup sekali-dua kali saja
lihatlah embum air yang menguap dibotol kaca, mirip proses hujan di alam
karena keterbatasan waktu saya tidak bisa menunggu sampai acara selesai
jika anda tertarik dengan acara semacam ini silahkan kontak FB mbak Dilla
beliau sering membuat acara-acara kreatif lainnya

pulangnya mampir dulu beli oleh2 buat orang rumah
Liong Yen!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...