Kamis, 02 Juli 2015

Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (3)

Dipostingan terakhir dari dokumentasi saya tentang Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo ini kita akan melihat bagaimana warga Ngemplak Sutan mengelola kebun sayurnya

Bagi anda warga Solo pasti bertanya, bagaimana ceritanya daerah Ngemplak Sutan bisa dijadikan lahan yang subur untuk bertanam sayur?

Daerah Ngemplak Jebres termasuk daerah yang tinggi di area Solo, otomatis air susah didapat

Bahkan selama perjalanan menuju Ngemplak saya memperhatikan dengan teman saya bahwa daerah disini hanya sedikit terdapat pepohonan, kebun warga kebanyakan ditanami pohon jati yang tahan kering

Sawah hampir tidak ada dan rumah-rumah warga yang masih mempunyai halaman luas menandakan daerah ini belum menjadi rebutan pengembang property, kemungkinan karena letaknya yang tinggi dan diujung timur Solo sehingga agak jauh dari fasilitas kota

Tapi itu semua berbeda ketika saya berkunjung kemarin, kebutuhan air sudah dapat dipenuhi dengan pembangunan sumur arteri oleh DPU dan dikelola oleh warga

sumur arteri yang memenuhi kebutuhan air warga Ngemplak Sutan
khusus untuk kebutuhan berkebun, air disediakan gratis

Sumur air dalam ini mampu memberi suplai air bersih ke warga Ngemplak Sutan, dari sumur inilah warga mulai bisa bercocok tanam sayur dihalaman rumah masing-masing

Satu masalah penting sudah teratasi, berikutnya tentang media tanam atau tanah

Karena sebelum Program Kebun Gizi ini dimulai tanah masih luas, sedikit dijadikan bangunan, dan hampir tidak ada sawah (seperti yang sudah saya singgung diatas)

Maka sudah jamak melihat warga memelihara ternak di daerah ini, hamparan padang rumput yang luas memang cocok sekali untuk menggembala kambing atau sapi

Dan tanpa disengaja ini adalah keuntungan besar untuk program Kebun Gizi, karena ternak yang banyak dipelihara warga maka melimpah pulalah kotoran hewan sebagai kompos yang kaya hara dan subur untuk bercocok tanam

Warga tinggal mengambil tanah dari kebun dan mencampur dengan kotoran hewan dari sapi/kambing, selesai sudah!

Murah, hampir tidak keluar biaya, organik, dan bisa budidaya sayur juga beternak bersamaan! Siapa yang tidak iri melihatnya?!

warga membuat campuran untuk media tanam
tanah dari kebun, sekam bakar, dan kohe dari kandang ternak

ternak kambing milik warga sekitar



 ternak sapi milik warga

2 masalah penting sudah teratasi sekarang anda pasti bertanya darimana warga mendapat dana untuk membeli benih dan polybag?

Sebagian besar memang diusahakan secara swadaya oleh para warga, atau istilah lainnya dengan uang dari kantong sendiri

Selain itu warga juga mendapat bantuan dari Rumah Zakat seperti yang sudah dibahas sebelumnya


Penjualan sayur organik hasil Kebun Induk ke warga sekitar juga membantu mengisi kas warga Ngemplak

Beberapa warga seperti Bapak Waluyo yang menemani dan menerangkan seluk beluk Kebun Gizi kepada saya juga berinisiatif untuk menjual bibit sayur hidup kepada yang membutuhkan, murah lo... cuma seribu rupiah satu polybag kecil

Jadi jika anda berkunjung kesini selain bisa foto-foto gratis, mendapat ilmu gratis, juga bisa memboyong sayur hidup murah dari warga untuk dibesarkan sendiri dihalaman rumah

 para warga juga menjual benih dan bibit sayur secara mandiri

 pak Waluyo dengan bibit sayurnya yang siap jual

 Pos Ronda tempat penyimpanan benih dan polybag warga

 berbagai benih sayur yang siap ditanam

Pos Ronda Rt1, juga terdapat penyimpanan benih yang siap dipakai bersama

Pemerintah? Dari keterangan warga, selama ini bantuan Pemerintah cuma benih sayur itu juga setelah warga bersusah payah mengajukan proposal

Padahal beberapa pejabat tinggi Solo sudah berkunjung kemari

Dari berbagai cerita warga saya bisa menangkap nada kekecewaan kenapa pemerintah tidak mau ikut memberi bantuan dana, padahal ini adalah kegiatan yang sangat positif

Membantu menjaga harga pangan tidak melonjak gila-gilaan dengan memproduksi bahan pangan sendiri, metode bertanam organiknya turut serta menyehatkan warga, dan memberi kesibukan positif bagi warga yang berarti ikut menjaga keamanan wilayah (coba kalau warga bukannya senang menanam tapi senang ndangdutan, kan repot)

Kedepan tentu harapan saya kegiatan warga ini bisa dikenalkan Pemerintah ke seluruh Solo dan diikuti oleh warga-warga lainnya

Tentu bahagia melihat anak-anak kita menghabiskan waktu luangnya bertanam di kebun, mengenal alam, dan belajar hal-hal positif lainnya

 konstruksi untuk pot sayur disamping rumah warga
dibangun dengan swadaya warga sendiri

 melihat kesibukan disalah satu rumah warga
sedang membuat konstruksi untuk pot sayur

 vertikultur dengan pvc di rumah salah satu warga
berapa rumah yang sudah saya masuki?
ah lupa...he3x

Dan sekali lagi bagi anda yang ingin berkunjung ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan silahkan hubungi Romadhon selaku salah satu warga Ngemplak Sutan

Dijamin banyak ilmu yang bisa anda dapatkan disini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...