Rabu, 01 Juli 2015

Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (2)

Ini adalah postingan kedua, kelanjutan dari Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo

Postingan kedua ini akan saya ulas tentang bagaimana pertama kali warga Ngemplak Sutan memulai program Kebun Gizi ini dan pembagian kebun perwilayah

Menurut keterangan dari warga, program Kebun Gizi adalah hasil kerjasama dengan Rumah Zakat

Kebun Gizi di wilayah Ngemplak Sutan mulai diwacanakan sejak awal tahun 2013. Hal itu bermula dari program-program pemberdayaan RZ di bidang kesehatan, yaitu mengenai penerapan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Hingga kemudian masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah mereka agar diolah menjadi kebun gizi mandiri.

https://www.rumahzakat.org/warga-binaan-rz-manfaatkan-lahan-sempit-dipekarangan-rumah/

Pertama kali hanya dibuat di satu Rt (Rukun Tetangga) yaitu Rt1, seiring dengan berhasilnya Kebun Gizi di Rt1 maka para warga lain pun ikut menanam sayur

Seperti yang sudah anda lihat di posting sebelumnya, hampir 85% warga Ngemplak Sutan berpartisipasi dalam program Kebun Gizi

Selain kebun sayur ditiap rumah warga dibangun juga Kebun Induk ditiap Rt, sampai sekarang total ada 3 Kebun Induk yang sudah dibangun warga
  • Yaitu 2 Kebun Induk tingkat Rt di Rt1 dan Rt2,
  • Dan satu Kebun Induk tingkat Rw (Rukun Warga) untuk seluruh warga Rw37 Ngemplak Sutan
Kenapa disebut Kebun Induk karena kebun ini dikelola bersama-sama oleh warga dan hasilnya dijual dengan harga murah ke warga setempat, hasil penjualan akan dimasukkan kembali ke kas untuk biaya operasional

Yang perlu dicatat, warga Ngemplak Sutan membudidayakan sayurnya secara ORGANIK tanpa sentuhan bahan kimia

Jadi hasil dari Kebun Induk yang dijual murah ke warga sekitarpun dapat dijamin bahwa semuanya sayur organik nan sehat

Sementara tanah yang dipakai untuk Kebun Induk adalah lahan tidur dari warga Ngemplak Sutan, tentunya dengan ijin pemilik lahan terlebih dahulu

Seperti dalam salah satu foto dibawah anda dapat melihat Kebun Gizi Rt1 yang terpaksa dipindah karena lahan tidur yang awalnya dipakai dijadikan rumah oleh pemiliknya

Tapi semua itu dilakukan dengan penuh musyawarah dan mufakat antar warga

 mejeng dulu didepan kebun induk Rt2


kebun ini dikelola bersama oleh warga satu Rt

 ada bayam, kangkung, tomat yang tumbuh subur
walaupun sepertinya tanamannya terlalu rapat he3x

Kebun Induk Rt1 yang baru pindah lokasi
karena lokasi lama sudah terpakai

 menuju Kebun Induk tingkat RW
tanah kosong disini masih luas
kalau ditengah solo mungkin agak susah mencari lahan tidur

 Kebun Induk Rw 37

 lihat perbedaannya, jika di kebun Induk tingkat Rt luasnya kira-kira 200meter
Kebun Induk Rw hampir 2-3 kali lipat, luas sekali kebunnya
terlihat gubuk penyemaian bibit ditengah kebun

 ada kubis, kol, brokoli, daung bawang, dll

 brokoli

 daun bawang

mendapat penjelasan dari bapak Paidi selaku warga yang bertanggung jawab 
dalam pemeliharaan Kebun Induk ini

 hamparan sayur sawi

 sudah siap panen
wihh...segar sekali warnanya

 lihat ada beberapa karung yang digantung diatas sayur
menurut pak Paidi karung ini berfungsi untuk menakut-nakuti burung 
yang suka memakan daun sawi 
jika terkena angin yang berhembus karung akan bergoyang-goyang menakuti burung
ilmu baru!!

 melihat gubuk pembibitan sayur

 sawi yang mulai tumbuh
sudah layak dipindah ke tanah

bibit cabai

 bibit cabai yang sudah agak besar
siap dipindah ke lokasi pembesaran

hamparan tanaman terong
keren sekali kebun induk ini, kebun saya tidak ada 1/4nya
 dalam hal luas maupun jenis sayur yang ditanam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...