Rabu, 29 Juli 2015

Menu Hari Ini Terong Putih Crispy

Dilist benih eceran dan pouch saya ada benih terong berwarna putih

Sejatinya terong memang tidak hanya berwana ungu dan hijau, setahu saya ada terong putih dan terong hitam juga

Tapi selama ini saya hanya mendapat benih terong hijau, ungu, dan putih

Sama seperti kebanyakan dari pembaca blog ini, saya juga seumur-umur belum pernah melihat terong warna putih ha3x

Jadi mumpung punya benihnya saya tanam saja

Tidak ada yang berbeda dengan merawat terong lainnya, gampang tumbuh, suka panas, dan cepat berbuah

Juga seperti terong hijau atau ungu, terong putih rawan diserang hama aphids jadi anda harus rajin patroli mengusir itu kutu dibawah daun

Gak usah basa-basi segera petik terong putih dikebun anda dan mari kita masak terong crispyyyyy....!!

 putih mulus seperti kulit saya
hahahha

Selasa, 28 Juli 2015

Manfaat Menanam Bambu Di Kebun

Bambu adalah salah satu tumbuhan paling berguna bagi masyarakat, ditanam sebagai pagar atau peneduh

Kayunya dipakai untuk bahan membuat rumah dan berbagai perkakas rumah tangga, topi, tampah, tikar dinding, dsb

Menanamnya juga gampang tidak butuh tanah subur dan penyiraman rutin, tinggal tancap dimusim hujan dan ketika musim kemarau bambu anda sudah besar untuk selanjutnya tak perlu perawatan lagi

Dalam berkebun dengan alam, penambahan tanaman bambu sangat membantu sekali dalam pembentukan ekosistem yang bermanfaat

Rumpun bambu yang lebat sering dijadikan tempat hinggap burung dan kadal untuk mencari mangsa serangga-serangga yang mengganggu dikebun kita

Daunnya yang berguguran ketanah juga berperan membentuk kembali bunga tanah, tanah yang semula tak subur lama kelamaan tertimbun daun yang membusuk dan subur kembali

Khusus untuk kebun saya, saya memanfaatkan akarnya sebagai pencegah tanah terkena erosi ketika musim hujan deras tiba

Tunas muda atau rebungnya juga bisa anda sayur, pokoknya tanaman ini mempunyai beragam manfaat

Hanya saja anda harus rutin memangkas batangnya agar tidak mengganggu rumah tetangga dan menjaga rumpunnya tidak terlalu lebat supaya tidak dijadikan rumah ular

Kali ini saya akan membuat lanjaran atau tiang bagi tomat dan cabai saya menggunakan batang bambu hasil panen sendiri

 dulu saya beli di pasar Nongko
harganya Rp 30.000 berbentuk bonggol dan 3 buah batang dengan tinggi cuma 2 meter
jenisnya saya lupa hahahaha

Senin, 27 Juli 2015

Semai Jagung Manis (3)

Jangan bosan dengan postingan saya tentang menanam jagung ini

Semai Jagung Manis
Semai Jagung Manis (2)

Percayalah bagi anda yang pemula dalam berkebun (seperti saya), postingan ini akan sangat berguna nantinya sebagai referensi sederhana dalam menanam jagung

Kali ini saya akan menunjukkan cara mengatasi tanaman jagung muda yang suka rebah karena terkena angin kencang atau tertabrak kucing yang lewat

Jagung muda yang batangnya masih kecil dan akarnya tidak begitu kuat, gampang sekali jatuh dan rebah

Jika tidak ditangani dengan tepat maka akan menghambat pertumbuhannya

 tanaman jagung muda yang rebah
jangan takut dan jangan resah, mari kita perbaiki ini

Menghilangkan Goresan di Kaca Jam Tangan

subscribe kami di Youtube
Seperti yang sudah saya sampaikan dahulu, selain berkebun salah satu hobi saya adalah mengkoleksi beberapa jam tangan

Hunting Jam Vintage
Hunting Jam Vintage 2

Jadi tak heran kalau ada saudara/teman yang minta tolong sekedar untuk membetulkan settingan atau membersihkan jam tangan

Kali ini saya mendapat tugas untuk mengilangkan goresan atau scrath di jam casio ponakan

Jam Casio ini mempunyai kaca dari bahan mika atau resin glass

Bahan ini mudah sekali tergores dibandingkan mineral glass tapi menghilangkannya juga mudah

Kaca mika masih dipakai produsen jam tangan karena harganya yang murah dan tahan tekanan (dibanding bahan lain yang harganya sama)


 jam Casio termasuk jam yang tahan banting
hanya dengan harga 300an ribu anda mendapat jam tahan air, 10th baterai, alarm, stopwatch, dll
asal dirawat dengan baik maka jam ini awet bertahun-tahun
bahkan Osama Bin Laden pun memakai jam Casio

Jumat, 17 Juli 2015

Banjir Solo April 2015

22 April 2015 kemarin adalah puncak hujan musim ini di Solo, hujan deras turun tak henti-hentinya sepanjang hari

Dan seperti yang sudah dapat diduga banjir datang melanda wilayah Solo Utara

Banjir kiriman ini terakhir terjadi tahun 2009 lalu

Dulu warga masih mengira ini adalah kejadian luar biasa karena sebelumnya banjir yang melanda sampai Solo Utara cuma banjir besar tahun 1966

Tapi dengan datangnya banjir lagi dalam selang 6 tahun membuat para warga khawatir juga, jangan-jangan nanti banjir ini datang secara rutin?

Pertama 6 tahun sekali, lalu 4 tahun sekali, lama-lama kalau tidak ada tanggapan serius dari pemerintah bisa setahun sekali banjir!

Penyebabnya entah saya kurang tahu, mungkin gabungan antara semakin sedikitnya wilayah serapan air di Solo dan efek Perubahan Cuaca (Global Warming) yang meningkatkan intensitas hujan di area Solo dan sekitarnya

Ini adalah bencana besar kedua yang melanda kebun saya setelah abu gunung kelud (ketika banjir 2009 saya belum membangun kebun saya)

Sama seperti Gunung Kelud yang meninggalkan abu subur, banjir ini sebetulnya juga meninggalkan endapan lumpur sungai yang subur bagi tanah

Saya kadang berpikir bencana-bencana alam ini sebetulnya cara alam menyembuhkan dirinya dari kerusakan yang dibuat manusia

Ketika pohon-pohon ditebang, tanah kering, ekosimtem mati dan tidak ada kehidupan

Hujan deras yang datang meluapkan sungai dan seisinya tanpa ada yang menahan ke daerah tak-subur itu (yg kebanyakan berubah menjadi perumahan) 

Untuk meninggalkan endapan lumpur yang subur supaya ekosistem alam berputar kembali, tumbuhan, serangga, reptil, dan hewan-hewan lain bisa memulai kehidupan baru

Tapi manusia selalu merusaknya kembali, semakin hebat manusia merusak alam akan semakin hebat pula usaha alam memulihkan dirinya

Jika ini terus berlangsung tinggal kita lihat siapa yang bertahan, alam atau umat manusia?


 jam 23:30 air mulai menggenangi jalan depan rumah
mobil pak Rt saya segera diungsikan

Kamis, 16 Juli 2015

Semai Jagung Manis (2)

Seperti yang sudah saya janjikan di Semai Jagung Manis, saya akan berusaha mengupdate proses menanam jagung mulai dari semai hingga panen

Setelah kemarin kita melihat cara menyemai benih jagung dengan kain basah sekarang kita akan mengurangi populasi jagung yang berhasil tumbuh

Karena dalam satu lubang kita masukkan 2 biji untuk jaga-jaga kalau satu tidak tumbuh, maka terkadang 2 biji jagung itupun tumbuh semua

Kalau ini terjadi berarti kita harus membuang satu jagung agar tidak mengganggu tanaman jagung lainnya

Populasi jagung yang terlalu padat tentunya berakibat buruk dalam pertumbuhan karena akar berebutan nutrisi dari tanah dan daun tidak akan mendapat sinar matahari yang cukup

Kasus populasi yang padat seperti ini sering saya dapatkan dari cerita teman-teman yang menanam sayur terlalu banyak disatu pot/lokasi

Yang diharapkan mendapat banyak hasil panen apadaya malah sayurnya tidak tumbuh maksimal dan rentan terserang penyakit/hama karena kondisi tanaman yang kurang sehat (kekurangan nutrisi dan sinar matahari)

Agar pertumbuhannya maksimal, mari kita potong satu persatu

 tanaman jagung muda
umur kira-kira 2minggu an

Selasa, 14 Juli 2015

Menu Hari Ini Jus Wheatgrass/Rumput Gandum

Setelah di postingan terdahulu saya menjelaskan cara menanam wheatgrass atau rumput gandum

semai wheatgrass

Maka kali ini saatnya kita mengolah hasilnya

Sudah jamak rumput gandum dikonsumsi dalam bentuk jus, bahkan saya belum menemui resep lain untuk mengolah rumput gandum

Ada yang suka mengambil sarinya saja tanpa serat rumput gandum (diperas, disaring, dll)

Ada juga yang mengkonsumsi sari rumput gandum dan seratnya sekalian, karena bagaimanapun serat sangat bermanfaat bagi usus kita

Dengan mengonsumsi banyak serat sayur atau buah dalam menu sehari-hari akan melancarkan pencernaan dan pembuangan kita

Dari buku "Makanan Sehat" tulisan dr. Kathleen, makanan yang mengandung serat tinggi memerlukan rata-rata 18jam untuk melalui usus besar, dan 24jam untuk melalui semua proses pencernaan

Sedangkan makanan berserat rendah  memerlukan waktu 72 jam atau bahkan lebih! (astronout Amerika sengaja diberi makanan berkadar serat rendah agar dapat menahan pembuangan sampai 6hari)

Bayangkan mulesnya perut anda tidak bisa buang air besar selama 3hari, badan gak enak, kepala pusing, susah konsentrasi, dll

Dan disetiap kita buang air maka terdapat 20-30% bagian dari feses yang berupa bakteri, dengan lebih cepat kotoran ini dibuang maka tubuh akan lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit

Jadi saya sarankan untuk mengonsumsi rumput gandum ini beserta serat-seratnya




 wheatgrass umur 10 hari
dengan media tanah tanpa pupuk atau nutrisi kimia 

Senin, 13 Juli 2015

Menyimpan Benih Oyong/Gambas

Selamat datang di seri postingan Menyimpan Benih

Menyimpan Benih Pare
Menyimpan Benih Mentimun
Menyimpan Benih Tomat Cherry
dll

Kali ini kita akan belajar menyimpan benih oyong atau gambas sendiri

Kenapa harus menyimpan benih sendiri?

Supaya anda tidak usah beli benih lagi!! ^_^

Untuk mendapatkan benih oyong memang harus agak sabar, kita harus menunggu buahnya matang dan mengering

Mengering dipohon tentu lebih bagus

Cukup dipilih satu buah yang besar dan paling bagus tanpa cacat untuk dijadikan benih, sisanya bisa anda sop dengan bakso seperti ini Menu Sup Oyong

Mari kita saksikan proses penarikan benih dari tempatnya, siapkan mental anda (halah)

 oyong yang telah kering dipohon
oyong yang siap diambil benihnya ketika dikocok berbunyi
pertanda benih sudah kering dan lepas dari daging buah

Kamis, 02 Juli 2015

Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (3)

Dipostingan terakhir dari dokumentasi saya tentang Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo ini kita akan melihat bagaimana warga Ngemplak Sutan mengelola kebun sayurnya

Bagi anda warga Solo pasti bertanya, bagaimana ceritanya daerah Ngemplak Sutan bisa dijadikan lahan yang subur untuk bertanam sayur?

Daerah Ngemplak Jebres termasuk daerah yang tinggi di area Solo, otomatis air susah didapat

Bahkan selama perjalanan menuju Ngemplak saya memperhatikan dengan teman saya bahwa daerah disini hanya sedikit terdapat pepohonan, kebun warga kebanyakan ditanami pohon jati yang tahan kering

Sawah hampir tidak ada dan rumah-rumah warga yang masih mempunyai halaman luas menandakan daerah ini belum menjadi rebutan pengembang property, kemungkinan karena letaknya yang tinggi dan diujung timur Solo sehingga agak jauh dari fasilitas kota

Tapi itu semua berbeda ketika saya berkunjung kemarin, kebutuhan air sudah dapat dipenuhi dengan pembangunan sumur arteri oleh DPU dan dikelola oleh warga

sumur arteri yang memenuhi kebutuhan air warga Ngemplak Sutan
khusus untuk kebutuhan berkebun, air disediakan gratis

Sumur air dalam ini mampu memberi suplai air bersih ke warga Ngemplak Sutan, dari sumur inilah warga mulai bisa bercocok tanam sayur dihalaman rumah masing-masing

Satu masalah penting sudah teratasi, berikutnya tentang media tanam atau tanah

Karena sebelum Program Kebun Gizi ini dimulai tanah masih luas, sedikit dijadikan bangunan, dan hampir tidak ada sawah (seperti yang sudah saya singgung diatas)

Maka sudah jamak melihat warga memelihara ternak di daerah ini, hamparan padang rumput yang luas memang cocok sekali untuk menggembala kambing atau sapi

Dan tanpa disengaja ini adalah keuntungan besar untuk program Kebun Gizi, karena ternak yang banyak dipelihara warga maka melimpah pulalah kotoran hewan sebagai kompos yang kaya hara dan subur untuk bercocok tanam

Warga tinggal mengambil tanah dari kebun dan mencampur dengan kotoran hewan dari sapi/kambing, selesai sudah!

Murah, hampir tidak keluar biaya, organik, dan bisa budidaya sayur juga beternak bersamaan! Siapa yang tidak iri melihatnya?!

warga membuat campuran untuk media tanam
tanah dari kebun, sekam bakar, dan kohe dari kandang ternak

ternak kambing milik warga sekitar

Rabu, 01 Juli 2015

Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo (2)

Ini adalah postingan kedua, kelanjutan dari Jalan-Jalan ke Kebun Gizi Ngemplak Sutan Solo

Postingan kedua ini akan saya ulas tentang bagaimana pertama kali warga Ngemplak Sutan memulai program Kebun Gizi ini dan pembagian kebun perwilayah

Menurut keterangan dari warga, program Kebun Gizi adalah hasil kerjasama dengan Rumah Zakat

Kebun Gizi di wilayah Ngemplak Sutan mulai diwacanakan sejak awal tahun 2013. Hal itu bermula dari program-program pemberdayaan RZ di bidang kesehatan, yaitu mengenai penerapan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Hingga kemudian masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah mereka agar diolah menjadi kebun gizi mandiri.

https://www.rumahzakat.org/warga-binaan-rz-manfaatkan-lahan-sempit-dipekarangan-rumah/

Pertama kali hanya dibuat di satu Rt (Rukun Tetangga) yaitu Rt1, seiring dengan berhasilnya Kebun Gizi di Rt1 maka para warga lain pun ikut menanam sayur

Seperti yang sudah anda lihat di posting sebelumnya, hampir 85% warga Ngemplak Sutan berpartisipasi dalam program Kebun Gizi

Selain kebun sayur ditiap rumah warga dibangun juga Kebun Induk ditiap Rt, sampai sekarang total ada 3 Kebun Induk yang sudah dibangun warga
  • Yaitu 2 Kebun Induk tingkat Rt di Rt1 dan Rt2,
  • Dan satu Kebun Induk tingkat Rw (Rukun Warga) untuk seluruh warga Rw37 Ngemplak Sutan
Kenapa disebut Kebun Induk karena kebun ini dikelola bersama-sama oleh warga dan hasilnya dijual dengan harga murah ke warga setempat, hasil penjualan akan dimasukkan kembali ke kas untuk biaya operasional

Yang perlu dicatat, warga Ngemplak Sutan membudidayakan sayurnya secara ORGANIK tanpa sentuhan bahan kimia

Jadi hasil dari Kebun Induk yang dijual murah ke warga sekitarpun dapat dijamin bahwa semuanya sayur organik nan sehat

Sementara tanah yang dipakai untuk Kebun Induk adalah lahan tidur dari warga Ngemplak Sutan, tentunya dengan ijin pemilik lahan terlebih dahulu

Seperti dalam salah satu foto dibawah anda dapat melihat Kebun Gizi Rt1 yang terpaksa dipindah karena lahan tidur yang awalnya dipakai dijadikan rumah oleh pemiliknya

Tapi semua itu dilakukan dengan penuh musyawarah dan mufakat antar warga

 mejeng dulu didepan kebun induk Rt2

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...