Selasa, 28 April 2015

Pameran batu Mulia Solo 2015

Ok....ok....

Saya bukan pecinta akik dan tidak ikut-ikutan kena wabah bisnis akik atau batu mulia ini

Cuma saya suka melihat gejala sosial yang sering mewabah ini

Seperti Jenmani, Lou Han, Love Bird, dan yang terbaru Akik

Banyak yang bilang ini model bisnis Monkey Business

Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp50.000 per ekor. Padahal, monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.

Saya kira semua juga sadar kalau model Monkey Business sering terjadi dimasyarakat kita

Pertanyaannya siapa yang membuat, seberapa kuat dana yang dibutuhkan untuk membuat satu tren booming, dan kenapa semua orang tetap terseret?

Kadang saya juga berpikir apakah wabah-wabah bisnis ini direstui oleh Pemerintah?

Untuk menstabilkan peredaran uang yang berlebih misalnya, memberi kesibukan pada rakyat agar tidak protes akan gejolak politik (ini kata salah satu penjual akik kenalan saya), atau...atau....atau apa? (silahkan isi sendiri)

5-8 maret 2015 kemarin diadakan pameran Gemstone besar dikota Solo, dan saya penasaran seberapa banyak masyarakat kita rela mneghamburkan uang hasil peras keringatnya demi membeli sebuah batu mulia yang tidak bisa dikonsumsi

Ternyata membludak....mari kita lihat

 no komen ya
karena saya gak hapal jenis batu-batuan takut salah memberi penjelasan
silahkan melihat-lihat demam batu akik 2015
lumayan buat sekedar arsip 5-7tahun kedepan :)














 fiuhhh...
setelah satu jam didalam kerumunan penuh sesak orang
dan abu rokok yang memenuhi ruangan
saatnya keluar dan mampir di wedangan akringan
bisnis kuliner yang terbukti bertahan selama puluhan tahun :p

untung lokasi pameran didekat taman yang cantik
bisa nyantai sambil lihat jalan utama kota Solo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...