Rabu, 29 April 2015

Membuat Vertikultur PVC Bekas

Saya sering berkata kepada teman-teman agar menanam pangan sendiri, memproduksi pangan kita sendiri

Tapi sepertinya saya lupa, saya bisa berkata seperti itu karena saya beruntung masih mempunyai lahan kosong untuk ditanami bahan pangan

Saya baru sadar ketika berkunjung kerumah teman saya ditengah kota, ketika masuk gang demi gang saya melihat wajah Solo yang padat penduduk

Rumahnya sempit-sempit, bahkan halaman depan untuk parkir motor pun tak ada

Seketika timbul pertanyaan dari dalam diri "Mau menanam bahan pangan dimana kalau lahan saja tidak punya?"

Seakan ditampar dan saya baru sadar

Dari pertama saya memutuskan untuk aktif menulis diblog ini karena saya sadar kelas masyarakat yang paling rentan akan kekurangan pangan sehat adalah masyarakat ditengah kota yang padat

Masyarakat yang tidak punya perkakas dan tanah untuk memproduksi pangan mereka sendiri

Sepenuhnya menggantungkan dirinya pada uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari dari produsen

Jika terjadi goncangan ekonomi atau pemboikotan produsen pangan, masyarakat perkotaanlah yang paling cepat merasakan efeknya

Sementara masyarkat daerah desa lebih sedikit aman karena punya perkakas dan tanah untuk memproduksi pangannya

Lihat saja ketika harga cabai naik, bawang langka, atau gas langka

Yang terkena imbasnya masyarakat daerah perkotaan, dan jangan salah sangka masyarakat perkotaan tidak semua kaya!

Banyak yang hanya berprofesi sebagai pekerja, buruh, atau karyawan toko

Dengan rumah kecil bahkan ngontrak, masyarakat perkotaan sangat rentan terhadap perubahan ekonomi

Ini juga alasan saya tidak pernah posting menanam dengan pupuk atau hidroponik, karena cara itu membutuhkan pembelian bahan untuk menanam secara kontinyu

Dan ketika harga nutrisi/pupuk naik atau bahkan langka dipermainkan tengkulak maka ketahanan pangan kita akan runtuh

Bahkan untuk benih pun saya selalu menyarankan agar menyimpan benih sendiri, beli hanya pertama kali selanjutnya simpan benih sendiri!

Menyimpan Benih
Menyimpan Benih Pare
Menyimpan Benih Cabai
Menyimpan Benih Mentimun

Tapi masyarakat perkotaan punya keunggulan, mereka punya akses informasi lebih maju

Internet lewat modem, hp, atau diskusi lewat whatsapp, bbm

Untuk itu saya memutuskan untuk mendokumentasikan kegiatan produksi pangan saya ke blogspot, dengan harapan masyarakat kota bisa mengakses lebih mudah

Agar masyarakat perkotaan bisa sadar dan mulai bergerak untuk mengamankan stok pangan mereka sendiri

Kembali soal minimnya lahan diatas, mau tak mau masyarakat perkotaan harus mengakali dengan vertikultur

Dulu saya pernah posting cara menanam Vertikal

Tapi vertikal saya mahal dan rumit, gak cocok buat lahan sempit

Kali ini saya dapat ide lagi dari salah satu teman untuk membuat vertikultur dari bahan-bahan bekas

Ide yang sangat menarik, browsing-browsing sebentar dan dapat gambar-gambar yang bagus

https://buletinfaperta.wordpress.com/2011/02/18/3/

Mari kita buat, pakai bahan-bahan bekas saja biar irit


 mari belanja dulu
kalau di Solo anda bisa cari bahan-bahan bekas dibanyak tempat

Selasa, 28 April 2015

Pameran batu Mulia Solo 2015

Ok....ok....

Saya bukan pecinta akik dan tidak ikut-ikutan kena wabah bisnis akik atau batu mulia ini

Cuma saya suka melihat gejala sosial yang sering mewabah ini

Seperti Jenmani, Lou Han, Love Bird, dan yang terbaru Akik

Banyak yang bilang ini model bisnis Monkey Business

Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp50.000 per ekor. Padahal, monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.

Saya kira semua juga sadar kalau model Monkey Business sering terjadi dimasyarakat kita

Pertanyaannya siapa yang membuat, seberapa kuat dana yang dibutuhkan untuk membuat satu tren booming, dan kenapa semua orang tetap terseret?

Kadang saya juga berpikir apakah wabah-wabah bisnis ini direstui oleh Pemerintah?

Untuk menstabilkan peredaran uang yang berlebih misalnya, memberi kesibukan pada rakyat agar tidak protes akan gejolak politik (ini kata salah satu penjual akik kenalan saya), atau...atau....atau apa? (silahkan isi sendiri)

5-8 maret 2015 kemarin diadakan pameran Gemstone besar dikota Solo, dan saya penasaran seberapa banyak masyarakat kita rela mneghamburkan uang hasil peras keringatnya demi membeli sebuah batu mulia yang tidak bisa dikonsumsi

Ternyata membludak....mari kita lihat

 no komen ya
karena saya gak hapal jenis batu-batuan takut salah memberi penjelasan
silahkan melihat-lihat demam batu akik 2015
lumayan buat sekedar arsip 5-7tahun kedepan :)

Senin, 27 April 2015

Menyimpan Benih Mentimun

Mentimun adalah salah satu sayur yang paling gampang ditanam di iklim tropis Indonesia

Buahnya segar, bergizi, dan bisa juga buat kecantikan (masker mentimun)

Menurut catatan saya benih mentimun juga termasuk benih yang banyak peminatnya di Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah

Supaya kita tidak tergantung pada produsen benih, mari kita simpan benih mentimun kita sendiri

 pilih buah yang masak dipohon

Rabu, 22 April 2015

Menu Hari Ini Sawi Jepang dan Tomat Cherry

Sepulang dari Kebun Adi Wibowo dulu saya dibawain satu bibit sawi jepang



Setelah sebulan saya taruh kebun, eh sekarang sudah besar dan siap dimasak

Kebetulan juga buah tomat cherry sudah ranum

Jadilah hari ini masak tumis sayur campur aduk dengan tomat cherry hahahha

 saya taruh diember yang saya sulap jadi pot
dengan kapasitas menampung tanah lumayan besar
pot ember ini cocok sekali dengan sawi jepang, guede gan sawi saya :)

Selasa, 21 April 2015

Review Victorinox Recruit

Sebagai pecinta tanaman mempunyai pisau lipat kecil didalam kantong bagaikan suatu keharusan

Terkadang dijalan kita menemukan pohon yang menarik dan ingin memotong batangnya untuk distek dirumah

Katuk, kelor atau murbei misalnya

Selain itu potong-memotong pun bukan pekerjaan yang aneh lagi dalam berkebun

Memotong sayur, memotong tangkai terong, memotong tali lanjaran

Walaupun cuma hal sepele tapi akan sangat membantu kalau kita punya satu pisau berkualitas yang siap sedia dikantung kita

Dulu saya selalu membawa pisau lipat model buck (kw) dikantung tapi ukurannya yang terlalu besar dan tebal menyusahkan untuk memotong sayur



Maka saya putuskan untuk membeli Victorinox yang terkesan lebih "tools" (tidak menakutkan) dan mempunyai kualitas besi yang bagus

Harganya memang agak sedikit mahal, Rp 180ribuan untuk tipe yang sederhana

Tapi kualitas, tahan lama, dan beragam fungsinya saya rasa sepadan dengan harga jualnya


untuk area solo anda bisa melihat koleksi victorinox di swalayan Atria atau toko buku Sekawan
kebetulan saya pas belanja kebutuhan sehari-hari jadi beli di Atria :)

Senin, 20 April 2015

Semai Kangkung

Tidak seperti menyemai benih sawi yang relatif lebih mudah

Tinggal tutupi tanah dan siram air

Menyemai benih kangkung agak berbeda, kulit benihnya yang keras harus kita lunakkan terlebih dahulu

Caranya tinggal kita rendam semalam dalam air

Lalu selebihnya mirip dengan proses Menyemai Benih Dengan Kain Basah

Berikut langkah-langkahnya

 masukkan benih kangkung secukupnya ke mangkok berisi air

Kamis, 16 April 2015

Mencicipi Mie ala Jepang Popipop Solo

Di Solo mulai bermunculan warung makan yang menyediakan makanan Jepang

Beberapa tempat mulai dibuka warung ramen atau sushi

Saya melihat ini sebagai perkembangan ekonomi dan budaya yang meningkat

3-4tahun lalu anda jarang melihat orang Solo rela menghabiskan 20-25ribu untuk semangkuk mie

Dan jarang juga warga Solo yang familiar dengan ramen, sushi, wasabi, dll

Tapi sekarang hal-hal itu bukanlah aneh lagi, warung makan ala Jepang mulai rame diserbu warga Solo yang ingin menikmati sedapnya ramen atau sekedar penasaran menggigit sushi

Kali ini saya berkunjung ke warung mie ala Jepang didekat rumah, namanya Popipop

Popipop Noodles Soup
1. Nusukan (Jl. Adi Sumarmo 110 Komplang)
2. Metta Fm (Jl. Abdurrahman Saleh 17 Banjarsari Solo)
3. UNS (Jl. Mipitan Belakang kampus UNS)
4. UMS (Jl. Bulak Indah 12 Utara pondok Asaalam)


 saya berkunjung di warung Jl Adi Sumarmo
maaf kalau kali ini foto saya jelek, cuma pakai kamera HP

Rabu, 15 April 2015

Berkunjung ke Farm Sebelah: Jalan-jalan Bareng Bapak Oni (3)

Setelah mampir ke Jalan-jalan Bareng Bapak Oni dan
Jalan-jalan Bareng Bapak Oni (2)

Tujuan berikutnya melihat Balai Benih Utama Holtikultura Colomadu

Saya harus akui, relasi Bapak Oni di bidang pertanian sangat luas dan menarik

Dan saya sangat beruntung bisa diajak melihat berkeliling

Secara jujur Balai Benih Utama Holtikultura ini kurang terawat seperti lahan pemerintah kemarin

Ada beberapa tanaman dan fasilitas yang kurang terawat, mungkin karena kurangnya perhatian dari pemerintah

Tapi ada banyak hal menarik yang saya dokumentasikan disini, mari kita lihat

 lokasi di Karanganyar Colomadu, sebelah Akademi Fisioterapi

Selasa, 14 April 2015

Menu Hari Ini Tumis Okra Hijau

Ini adalah kali perdana saya memasak okra

Lebih spesial lagi karena okra hasil panen sendiri dari kebon belakang rumah

Yang dibesarkan dengan tangan dan keringat sendiri, tanpa bahan kimia pabrikan

Full organik!

NB= post ini berakhir tidak membahagiakan :(

yuk panen...panen.....

Senin, 13 April 2015

Pasar Sehat Solo (SELO)

Bulan kemarin saya dapat undangan dari mas Roy, salah seorang anggota komunitas Slow Food Solo

Undangan yang cukup menarik yaitu undangan untuk menghadiri Pasar Selo

Pasar Selo atau Pasar Sehat Solo ini adalah pertemuan rutin dari komunitas Slow Food Solo

Pasar Selo bertujuan untuk menyediakan bahan pangan organik nan sehat langsung dari produsen ke konsumen

Jadi harga bisa ditekan lebih murah

Menarik bukan? Cocok sekali untuk anda yang membutuhkan sayur atau bahan pangan sehat lainnya dengan harga ekonomis

Kegiatan ini diadakan tiap bulan sekali, dan saya berkesempatan untuk mengunjungi Pasar Selo yang diadakan kedua kali di Solo ini

 posternya

Kamis, 09 April 2015

Berkunjung ke Farm Sebelah: Jalan-jalan Bareng Bapak Oni (2)

Setelah kemarin jalan-jalan bersama Berkunjung ke Farm Sebelah: Jalan-jalan Bareng Bapak Oni

Pemberhentian kedua kali ini adalah lahan pertanian milik pemerintah di daerah Colomadu

Kebetulan pengelola lahan ini adalah teman dari bapak Oni, jadi kami diperbolehkan untuk melihat masuk kedalam

Di hari kedua ini sayang bapak Oni tidak bisa ikut karena harus kembali dinas ke kapal, dan beberapa teman juga tidak bisa ikut karena ada keperluan

Lahan pemerintah ini termasuk terawat dan produktif, biasanya jika lahan pemerintah lainnya terbengkalai disini ditanami berbagai sayur dan tanaman buah

Hasilnya akan disimpan sebagai kas pemerintah lokal

Yuk kita lihat apa saja yang dibudidayakan dilahan seluas kurang lebih 1 hektar ini

Awas banyak picture, bandwith killer!

 saya lupa nama tempatnya, tapi jika anda lewat jalan Colomadu dan ketemu perkebunan buah naga
disini tempatnya

Rabu, 08 April 2015

Budidaya Marmut (5) Mati Mendadak

Budidaya marmut saya  selama ini lancar-lancar saja

Pakan dari rumput, kotoran dijadikan kompos, marmut juga beranak pinak dengan bahagia

Sampai bulan ini ketika cuaca berubah ekstrik karena pergantian musim hujan ke musim kemarau

Awalnya cuma satu, lalu berturut-turut marmut saya mati lemas

Pokoknya ketika cuaca siang hari sangat terik, bisa dipastikan ada beberapa marmut yang mulai lemas

Tidak bisa bangun, mata melotot, dan badan kaku

Jika sudah terjadi seperti ini maka hanya menghitung jam saja marmut akan mati, total ada 10-12ekor marmut saya mati sia-sia

Usut punya usut, marmut saya kena serangan jantung karena kepanasan

Padahal air minum selalu saya jaga penuh tiap hari lo....kok masih kepanasan?

Ohhh.....ternyata karena konstruksi kandang saya yang salah

Dengan atap dari plastik dan dinding kawat tanpa penutup, marmut-marmut saya tidak bisa berlindung ketika panas menyengat

Aduhh.....langsung saja saya tambahin atap dan penutup biar gak musnah marmut sumber pupuk saya

kandang saya 
atap plastik, tanpa penutup dinding
ketiak siang hari panas luar biasa

Selasa, 07 April 2015

Menanam Okra Hijau

Okra Hijau

Sebetulnya sudah lama benih ini ada list saya

Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah

Peminatnya pun cukup banyak, setiap bulan benihnya pasti habis dan beli lagi ditoko pertanian

Tapi saya sendiri belum pernah melihat bentuk tanamannya dan merasakan buahnya ketika dimasak

Mentok cuma lihat buah okra dijual di supermarket, harganya tidak murah juga...cukup mahal

Padahal dari yang saya dengar dari teman-teman yang pernah nanam, tanaman ini gampang sekali hidup dan bandel

Tahan penyakit, berdaun lebat, dan berbuah terus menerus

Manfaatnya juga banyak sekali Okra , Sayuran Sehat Multi Manfaat

Bahkan jika anda sudah menonton Interstellar (film fiksi ilmiah paling keren tahun 2014), ada beberapa adegan yang menyebutkan tanaman pangan yang bertahan paling akhir adalah Okra dan jagung

salah satu adegan Interstellar

Setelah dua jenis tanaman pangan itu musnah karena hama, maka kehidupan manusia terancam  di muka bumi ini

Ini menunjukkan Okra tanaman yang bandel dan tahan penyakit

Eh, saya malah cerita pilem

Yukk kita lihat tanaman okra dikebun saya

 percobaan pertama tanam 4biji
semua hidup subur dengan minim perawatan

Senin, 06 April 2015

Menu Hari Ini Sup Oyong

Pagar kebun saya adalah display paling sukses untuk menarik tetangga dan orang yang lewat agar tertarik memulai berkebun

Tahun kemarin saya menanam pare yang sukses membuat tetangga selalu berhenti sebentar sekedar menyapa dan bertanya trik menanam


http://mewalik-jaya.blogspot.com/2014/06/share-your-surplus.html

Saya pun dengan senang hati menerangkan cara menanam, kenapa kita harus menumbuhkan pangan sendiri, dan tips menanam secara organik

Dan sering diakhir pembicaraan singkat itu saya petikkan satu-dua biji pare segar dari kebun untuk dibawa pulang

Saya kira cara ini lebih efektif daripada cara saya sebelumnya Bertanam gerilya

Supaya tidak bosan maka tahun ini giliran oyong/gambas yang saya tanam dipagar

Karakteristik oyong mirip dengan pare, tahan hama, tahan panas/hujan, lebat, dan banyak buahnya

Hanya saja kalau oyong harus agak sabar menunggu umur siap panen, agak lebih lama sedikit dan jumlah buahnya juga tak sebanyak pare

Tapi buahnya yang lebih besar dan panjang membuat kita lebih puas melihatnya bergandulan dipagar he3x

 dipilih yang besar untuk dimasak

Kamis, 02 April 2015

Berkunjung ke Farm Sebelah: Jalan-jalan Bareng Bapak Oni

Kali ini saya berkesempatan berjalan-jalan dengan Bapak Oni Wimbuh Mumpuni

Saya kenal beliau dari Kopdar Tanam Apa Saja di Lahan Terbatas kemarin

Inilah manfaatnya kita mengikuti komunitas atau kopdar, selain mendapat ilmu baru juga menjalin relasi baru

Dan kebetulan kopdar kemarin Bapak Oni yang menjadi narasumber pembicaranya

Beliau membagi pengalaman berkebun di atas kapal!

 kebun Bapak Oni diatas kapal


 subur juga ya!

Dan yang lebih hebat lagi beliau berkebun secara organik dengan tanah, bukan secara hidroponik yang relatif lebih mudah instalasinya

Bayangkan, memproduksi tanah dan kompos sendiri diatas kapal!

Tanahnya saja harus diambil dari tanah-tanah yang menyangkut di jangkar kapal (karena peraturannya dilarang membawa tanah dari daratan), sementara kompos hijau didapat dari rumput laut dan sisa dapur

Belum kendala cuaca, badai, gerakan kapal yang tidak stabil

Saya cuma bisa bilang..... Semangat berkebun yang LUAR BIASA!!

Kembali ke topik utama, kali ini saya dan teman-teman diajak untuk berkeliling melihat perkebunan milik Pemerintah dan kebun lokal milik teman Bapak Oni

Pertama kita akan melihat kebun pribadi milik teman Bapak Oni di daerah Sukoharjo

yuukkk.....

 berangkat bareng-bareng pas hujan deras


Rabu, 01 April 2015

Menu Hari Ini Jus Sawi Mentah

Menu hari ini, raw foooodddd......

Sayur Mentahhhhhh

Karena hanya ada sawi yang siap dipanen maka jus sayur mentah hari ini cukuplah sawi saja

Enak kok....bagi anda yang rutin mengkonsumsi sayur mentah pasti merasa ketagihan

Perut kenyang, badan segar, tidak kembung, aktivitas belakang lancar, dan kegiatan semakin bertenaga

Awas, ini bikin ketagihan!

 sudah siap dipanen
kalau telat nanti daunnya keras, liat

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...