Minggu, 24 Agustus 2014

Jamur Teh Kombucha

Dari dulu saya ngebet banget pengen budidaya jamur

Selain emang doyan juga karena tidak perlu tempat luas

Tapi setelah cari info kesana-sini, budidaya jamur di dataran rendah seperti kota Solo agak susah

Memang bisa tapi harus dengan perlakuan khusus untuk menjaga temperature dan kelembaban tetap stabil

Tak disangka nemu artikel tentang Jamur Teh Kombucha yang sepertinya mudah sekali dalam budidayanya

http://naturalwellnesskitchen.wordpress.com/2010/03/06/kombucha-tea-home-brew-how-to/

Setelah baca-baca lebih jauh ternyata Kombucha ini bukan jamur, tapi bakteri hidup yang memfermentasi teh

Oke deh...karena sudah kepalang tanggung akhirnya saya pesan teh dan biang kombucha sekalian untuk eksperimen

 teh fermentasi kombuchanya sendiri mirip rasa minuman siwalan
asem, segar, agak bersoda

minuman siwalan/lontar

 persiapan untuk memperbanyak kombucha
teh manis dan toples kaca disiapkan dulu

Mengatasi Benih Mati Layu

Tidak salah memang langkah saya menyediakan benih murah untuk anda yang tertarik bertanam pertama kali

Banyak sekali kita bertukar ilmu dan pendapat dalam menanam

Kadang saya memberi petunjuk-petunjuk dan tips dalam bertanam

Tak jarang pula saya yang mendapat ilmu dari teman-teman pembeli benih

Dan yang paling sering ditanyakan adalah

Bagaimana mencegah layu benih yang baru tumbuh?

Tanaman umur 1-15 hari adalah umur paling rentan dalam perkembangannya

Kalau terlalu banyak air akan busuk, dan sebaliknya kalau terlalu banyak terkena panas matahari akan layu dan mati

Trik yang sering saya gunakan adalah menempatkan tray benih mepet tembok yang menghadap timur

Jadi ketika matahari pagi masih mengeluarkan sinar lembutnya tray akan tersiram sinar matahari

Begitu sinar matahari sedang terik-teriknya (jam 11 keatas) maka tray otomatis tertutup bayang-bayang tembok

Dengan begitu kita tidak usah repot menjemur dan memasukkan tray ke dalam ruang berkali-kali

Mungkin anda punya tips yang lebih mak nyus? Mari kita berbagi disini

 cabai saya jam 9 pagi
anda bisa lihat matahari mulai menyinari secara perlahan

 Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah

Menu Hari Ini : Tumis Sawi Sendok

Sudah lama say gak update foto masak-memasak

Jadi hari ini pengen posting tumis sawi sendok + tahu hasil dari kebun sendiri

Hhmmmm......sedappp!

 panen...panen....

 dapat banyak

Budidaya Marmut

Ini adalah kelanjutan dari tulisan lebay saya sebelumnya
Hikayat Si Dayang

Setelah mendapat suntikan dana segar dengan menjual motor saya ke rongsokan saatnya membangun proyek saya selanjutnya

Budidaya Marmut!

Kenapa marmut?

Bukan kelinci?

Dulu saya pernah budidaya kelinci Budidaya Kelinci di Rumput , tapi kelinci ternyata mudah sekali stress dan mati

Yang bertahan hidup malah si marmut, dan sudah beranak

Seperti kelinci marmut juga gampang sekali perawatannya, tinggal dikasih rumput tiap pagi dan bekatul di sore hari.

Jangan salah, di Peru sana marmut dijadikan sumber protein utama lo...




Mudah, gak gampang sakit, murah pakannya (rumput liar).....klop dah dijadikan sumber daging untuk keluarga

Langkah pertama tentu membuat kandang untuk marmut, cekibrot!

Sabtu, 16 Agustus 2014

Hikayat Si Dayang

Alkisah saya punya motor bebek

Merknya Dayang warnanya merah

Kudapat 7 tahun yang lalu

Setia menemani segala kegiatanku

Mulai dari kerja di pabrik, mengurus bapak yang sakit, hingga daftar kuliah pertama kali

Hujan, panas, banjir, mogok kulalui bersama

Mesinnya awet, bandel, tak kenal lelah menerjang kerasnya hidup

Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun

Yang muda menjadi tua, yang kuat mulai lemah

Begitu juga Dayangku

Tak kuasa melawan kodrat Sang Waktu

Kulitnya sudah tidak mulus lagi, mesinnya sudah sering terbatuk-batuk, lampu-lampu

mulai redup

Hingga 6 bulan terakhir Sang Waktu menghempaskannya ke titik terendah

Dayangku mati.....

6 bulan kupandangi motor kesayanganku ini

Hanya teronggok dipojok belakang rumah, tak ada yang boleh menyentuh, tak ada yang boleh mengganggu

Tapi hidup harus berjalan, sungai harus mengalir, burung harus terbang

Mereka yang hanya diam akan dilibas oleh kemajuan jaman

Keputusan pun kuambil

Kan kulahirkan kembali kau Dayangku

Menjadi sesuatu yang baru, menjadi perkakas yang berguna lagi!




eksekutor datang

dirongsokan

angkaatttt

siap dikilokan

langsung dibayar ditempat

selamat tinggal teman....:(

Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah

Jumat, 15 Agustus 2014

Sendratari Balekambang

Ini liputan kedua saya tentang Balekambang setelah

Ketoprak Balekambang
Solo Sepeninggal Jokowi (3)

Kali ini tentang sendratari yang digelar open stage

Berkisah tentang Ramayana, tepatnya cerita Anoman Obong

Karena diadakan ketika libur lebaran penonton ramai sekali

Silahkan lihat-lihat liputan saya

siangnya cek jadwal dulu.biar gak salah

 malamnya tinggal datang dan beli tiket
Rp 10.000 satu orang

 acara dibuka dengan tarian-tarian dari berbagai daerah Indonesia

 Sendratari dimulai dengan kemunculan Garuda

Pasar Batu Mulia Keraton Surakarta

Akhir-akhir ini saya doyan banget jalan-jalan di aneka pasar daerah Solo

Pasar Kabangan
Pasar Depok
Pasar Nusukan
Pasar Pagi Klitikan Notoharjo
Pasar Nongko

Menarik melihat bagaimana komoditas-komoditas diperdagangkan

Bagaimana sebuah benda yang tidak bernilai berubah menjadi benda yang mempunyai nilai jual di dalamnya

Proses tawar-menawar antara pedagang dan pembeli hingga terjadi suatu proses jual-beli

Semua hal-hal kecil itu menarik sekali jika kita perhatikan

Kali ini saya berkunjung ke Pasar Batu Mulia di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta

lokasi mudah ditemukan
tinggal parkir motor disamping trus masuk pasar

rame

Becak Warna Warni

Ada satu tempat rekreasi di Solo yang belum sempat saya sambangi selama ini

Yaitu arena Becak Warna-warni di Manahan Solo

Memang Stadion Manahan seakan tak pernah tidur menghibur warga Solo

Ketika pagi sampai sore dijadikan arena olahraga warga Solo

Ketika malam tiba, kegiatan olahraga di Manahan tergantikan dengan aktifitas malam warga

Wedangan, warung makan, tempat nongkrong anak muda, dll

Salah satunya ini, Becak Warna-warni

Sejak dulu saya ingin naik Becak Warna ini, tapi belum menemukan waktu dan teman yang mau untuk menemani

Akhirnya malam minggu kemarin saya dan teman berkesempatan untuk mencoba naik Becak Warna

Dan kebetulan dari kita semua belum ada yang pernah naik ini, klop dah!

suasana Manahan malam hari

bingung milih becak

akhirnya dapat juga
satu becak Rp 20.000 isi 4-5 kursi

Roti Aromatheraphy

Sering kalau jalan-jalan di mall kota solo saya lewat toko roti yang cukup terkenal


Setiap lewat pasti harum semerbak roti menggoda hidung para pengunjung mall untuk mampir

Dan setiap aroma harum roti itu menusuk hidung pasti saya beradu pendapat dengan saudara atau teman di sebelah

Apakah ini aroma roti asli yang keluar dari panggangan?

Atau hanya aroma sintetis yang disemprot untuk menarik air liur kita keluar?

Kebanyakan berpendapat ini aroma roti asli

Tapi saya masih penasaran, apa iya ini aroma roti asli?

Tak ingin batin ini tersiksa (halah)

Akhirnya saya iseng sendiri di rumah untuk menciptakan aroma roti

    essence vanila, coklat, lemon
    yg dapat anda beli dengan murah meriah di toko roti

nunggu malam dulu buat mencobanya
stelah seharian capek wira-wiri saatnya rileks ditemani tungku aromatherapy kesayangan saya


tak salah ternyata insting saya!
campuran vanila dan coklat menimbulkan bau semerbak roti di kamar saya
hmmm....

Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah

Kamis, 07 Agustus 2014

Pangan Yang Berlimpah

Pernahkah anda berpikir, kenapa orang bisa kelaparan di dunia modern ini?

Padahal teknologi pertanian sudah demikian majunya?

Tanah yang kering, lahan yang tandus sudah bisa diolah untuk dijadikan sumber pangan

Perkebunan, pertanian, peternakan, semua mencapai hasil panen tertingginya

Tapi kenapa masih banyak keluarga kelaparan? Kurang gizi?

Ironis, bagaikan tikus yang mati di lumbung beras

Kenapa?

Sistem perekonomian kapitalis menjelaskan paradoks ini menjadi dapat dipahami

Saudara-saudara kita kelaparan bukan karena kekurangan bahan pangan, tapi karena kekurangan UANG!

Sistem kapitalis bagaikan rimba alam liar

Mereka yang kuat akan mendapat potongan daging lebih besar

Mereka yang lemah, tidak mempunya pengetahuan yang cukup, kekurangan perkakas akan mati terserak di pinggir hutan

Bayangkan banyaknya perusahaan di bidang pangan yang beroperasi sekarang, mereka menghasilkan ribuan ton bahan pangan tiap tahunnya

Bahan pangan yang melimpah!

Tapi pangan yang melimpah ini di suatu titik akan tidak menemui pembelinya

Stok gudang menumpuk, pengusaha merugi!

Mesin-mesin pertanian macet, traktor-traktor masuk parkir, mesin pemeras susu berhenti berjalan

Dan pekerja akan diberhentikan

Pekerja yang satu-satunya sumber penghidupannya dengan menjual tenaga kepada para pengusaha akan kekurangan uang

Tepat saat ini para pekerja akan masuk lubang kemiskinan dan mati kelaparan di tengah melimpahnya bahan pangan!

Grown Your Own Food and Eat It!

tempat pembuangan sampah di salah satu pasar daerah Solo
berkilo-kilo jeruk dibuang hanya karena tidak menemukan pembeli
yang mempunyai cukup uang untuk membelinya

sebagian besar masih bagus dan layak pangan
mungkinkah dibuang untuk menjaga kestabilan harga jeruk dipasar?

Surplus Cabai (2)

Kelanjutan dari pos saya kemarin

Surplus Cabai

Sekarang  cabainya sudah kering

Saatnya proses penggilingan dimulai

 cabai yang sudah kering

 masukin ke blender

 blender sampai lembut

 hasilnya

 baunya...pedess
kalau mau masak tinggal tabur sedikit

simpan ditempat tertutup dan kering

Lebaran Ketupat

Tradisi makan ketupat di Solo ketika lebaran agak berbeda dengan kota lainnya

Di Solo, bakdho tupat atau lebaran ketupat diadakan H+7 Idul Fitri sebagai penanda dan wujud syukur berakhirnya Puasa Sunnah 6 hari Syawal

Jadi ketika Lebaran anda akan jarang lihat ketupat dimeja makan orang Solo

Ketupat akan bermunculan setelah H+7

Kebetulan sepulang dari Pasar Pagi Klitikan Notoharjo dan sarapan Cabuk Rambak saya lewat Pasar Legi

Para pedagang sudah bersiap menyambut Lebaran Ketupat hari Minggu lalu, CMIIW

 daun kelapa mulai berjejeran di sepanjang jalan

 pedagang menurunkan daun kelapa di pinggir jalan

langsung di anyam menjadi ketupat ditempat

 satu iket Rp 5.000,00 isi 10 ketupat



Kuliner Cabuk Rambak

Pulang dari Pasar Notoharjo saya mampir ke kawasan Pasar Gede tepatnya di sepanjang Jl. RE Martadinata

Di sini tiap pagi masih ada penjual kuliner khas Solo favorit saya

Cabuk Rambak

Pepaduan antara irisan tipis-tipis ketupat disiram kuah wijen spesial dan dimakan dengan karak nasi

Rasanya....nyemmmmmm3x

 antri

 satu pincuk Rp 3.000,00

Iseng-iseng tanya mau beli sambalnya

Seperempat kilo Rp 25.000,00

Weeeww.....mahal juga

Jual Benih Biji Sayur Eceran Rp 1.000 Murah 

Pasar Pagi Klitikan Notoharjo

Salah satu pasar yang sukses direlokasi oleh Pak Jokowi dimasa pemerintahannya tanpa konflik

Pasar Klitikan Notoharjo

Memimpin Solo Ala Jokowi

Tapi kali ini saya mau mengangkat wajah lain dari Pasar Notoharjo

Yaitu Pasar Pagi di Notoharjo

Ketika siang hari memang pasar ini dipenuhi oleh kios-kios pedagang yang berjualan dengan rapi tertata

Tapi di pagi hari pasar ini dipenuhi oleh pedagang-pedagang yang menggelar dagangannya di lantai pasar

Beragam barang bekas maupun barang baru digelar di pagi hari

Pembeli pun berjubelan memilih barang yang dikehendaki untuk dibawa pulang

Sensasinya berbeda dengan pasar di siang hari, karena di pagi hari ini barang dagangan lebih beragam dan juga harga lebih miring

Bagi anda yang hobi koleksi barang antik dan suka melihat keriuhan tawar-menawar pasar tidak salah untuk mampir sebentar disini

Anda bisa datang sekitar 06:00-8:30 pagi

 parkir membludak

 ruameee

 bermacam barang bekas

 tosan aji

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...