Sabtu, 18 Januari 2014

Budidaya Kelinci di Rumput

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, selain bisa memenuhi produksi tanaman pangan maka project saya harus bisa memenuhi kebutuhan protein (daging) sendiri secara MANDIRI.

Agak lama saya berpikir, kalau saya budidaya bebek memang bisa pakan saya cari di warung-warung sebelah atau saya cari keong disawah.

Tapi itu berarti melanggar misi saya yang nomor satu, yaitu menekan tenaga manusia sekecil-kecilnya.

Belum kalau keong susah dicari, terpaksa saya harus mengeluarkan uang membeli pakan pabrikan

Kebetulan sekali saya membuka video lama, video 'Sang Petani Rumput' Joel Salatin


Si Salatin ini mempunyai peternakan tumpangsari, kenapa tumpangsari karena beliau mencampur berbagai macam ternak dalam lahannya.

Sedikit review dari saya;

Pertama padang rumput dikapling untuk dimasukkan Sapi, agar tidak keluar maka sapi dipagari kawat berlistrik.

Hanya satu hari maka sapi-sapi ini dipindah ke kapling lainnya. Kapling yang lama tentu banyak kotoran yang tertinggal, rumputnya pun tidak habis termakan karena hanya satu hari sapi mendiami satu kapling

Selang 3 hari kapling ini diisi dengan ayam, kenapa 3 hari? Karena dalam jangka waktu 3 hari diharapkan lalat akan datang dan bertelur di kotoran sapi yang tertinggal.

Ini akan menghasilkan maggot, maggot ini sumber pakan sempurna bagi ayam. Tentu selain maggot, ayam juga akan sedikit memakan rumput.

Rumput pun akan tumbuh kembali dengan sehat karena mendapat pupuk kandang gratis dari ayam dan sapi

Tapi ada satu kendala, sistem tersebut membutuhkan lahan luas. Bagaimana kalau lahan saya sempit?

Joel Salatin juga memberi ide, jika lahan kita sempit ternak kita ganti dengan kelinci atau marmut.


Dengan pertimbangan sifat dan jumlah daging yang dihasilkan maka kelincilah yang akhirnya saya pilih,


nb: kandang kelinci dalam gambar belum terwujud karena kekurangan dana,untuk menghindari predator sementara kelinci dimasukkan kandang ayam tiap malam

Jalur hijau itulah 'trek' berjalannya kandang kelinci (yg berwarna orange tua), tiap satu hari kandang kelinci saya pindah

Rumput tidak terbabat habis karena cuma satu hari, dalam 7-10 hari akan tumbuh kembali dengan lebat karena mendapat pupuk alami dari Kelinci

Praktis saya tidak mengeluarkan sepeserpun uang untuk membeli pakan

Kematian karena salah makan pun dapat ditekan, karena kelinci akan memilih sendiri jenis rumput apa yang dia suka

Dan alhamdulilah sudah hampir satu bulan lebih kelinci saya sehat2 saja, dulu sebelum pakai metode ini hampir pasti kelinci yang saya beli cuma bertahan satu minggu

Kendalanya populasi kelinci harus dikontrol, karena jika terlalu banyak maka rumput sebagai pakan alami dan gratis ini tidak akan mencukupi.

Perhitungan saya cuma 9 ekor kelinci nantinya yang dapat hidup nyaman sesuai luas lahan saya.

Sisanya? Sisanya akan memenuhi kodratnya sebagi ternak, yaitu kita sembelih untuk dimasak he3x


 kelinci tidak suka panas matahari langsung
beri penutup agar teduh

 ini rahasianya
agar mudah dipindah pakai pasak dari bambu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...