Jumat, 26 Juli 2013

Grow by Accident

Beberapa tanaman yg tidak sengaja tumbuh, entah karena benih tercecer atau tidak sengaja jatuh

Mereka malah tumbuh subur, tanpa disiram, tanpa dirawat




Meanwhile in Banjarsari Park

Gak sengaja lewat taman di Banjarsari, ternyata disana sudah dimanfaatkan oleh warga unutk menanam singkong, empon2, pepaya, dll

Keren!



Kamis, 25 Juli 2013

Masa Depan Pertanian

Salah satu video favorit saya, yang menyadarkan saya untuk bertanam secara alami


Disini diceritakan bagaimana dunia mulai memasuki krisis minyak (Peak Oil), dimana produksi minyak bumi dan kebutuhan akan minyak bumi mulai tidak seimbang

Sementara industri pertanian kita sangat membutuhkan minyak bumi dalam operasinya, mulai dari pupuk, pestisida, transportasi, bahan bakar mesin, dsb

Pokoknya bagus deh....selamat menikmati :)

Sabtu, 20 Juli 2013

Bertanam Gerilya (2)

Saya paling malas kalau cuma cuap2 doang, saatnya action!!

Hal pertama tentu kita harus menentukan metode mana yg akan dipilih untuk menanam, setahu saya ada beberapa metode yg sering dipakai
  1. Menanam benih
  2. Menanam tumbuhan dari pot
  3. Menabur bola benih (seed ball) nya Fukuoka

Nomor 1 dan 3 lah yang sebetulnya sangat mudah, murah, dan tidak perlu perawatan, karena kita hanya menabur benih/sed ball dan biarkan alam yang menyiram dan menjaganya

seed ball

Dengan kata lain no 1 dan 3 bisa diterapkan di segala jenis taman, tidak perlu kuatir apakah taman itu sering disiram atau tidak karena mengandalkan musim hujan agar tanaman bisa tumbuh dan berkembang

Tapi karena saya sudah 'ngebet' dan musim hujan masih lama maka saya putuskan mengambil metode no 2, dengan konsekuensi harus mencari taman yang rutin kena siram oleh dinas terkait.

Maka dipilihlah taman dipinggir jalan besar, yaitu taman disepanjang Jl. Adi Sucipto

 
Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Lihatlah taman yang gersang ini, bayangkan jika taman ini diisi tanaman buah saja...maka adik2 dan anak cucu kita akan bisa menikmatinya kelak


Jam 00:30 saya langsung bersiap diri

Namanya juga Bertanam Gerilya, maka proses penanaman akan dilakukan malam hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (dimarahi satpam, dll)

Tanaman sudah disiapkan 5 hari yang lalu, dipilih timun karena mudah tumbuh, relatif tahan penyakit, dan toleran terhadap panas tinggi

Sengaja memakai sepeda karena selain lampu motor saya yg rusak juga demi mempraktekkan Go Green (sekalian olahraga tentunya) he3x

Jangan lupa bawa
  • Sekop kecil
  • Air
  • Tanaman
  • Tag Name
  • Senter
  • Kamera untuk dokumentasi he3x
Setelah sampai dilokasi dan muter cari tempat yg sepi, akhirnya sukses juga melaksanakan hajat saya ahhh...leganya
tumbuh dan berbuahlah timun
beri makan orang disekitarmu

Pulangnya mampir wedangan sekalian menikmati hening dan sunyinya Solo di pagi hari, hmm....

Eh, sepertinya saya ketagihan nih. Besok lagi ahhh....

Bertanam Gerilya (Guerilla Gardening)


Selama kita hidup dalam sistem keuangan saat ini yang hanya berorientasi LABA jangan harap akan ada harga pangan murah

TIDAK akan pernah ada cerita kita hidup dengan pangan melimpah, murah, dan gemah ripah loh jinawi

Semua suplai pangan di pasar akan dibatasi, dibuat sedimikian rupa agar tercipta KELANGKAAN

Karena KELANGKAAN-lah yang meningkatkan LABA

Kelangkaan menjaga produk tetap bernilai

Memperlambat panen cabai akan meningkatkan harga cabai

Menjaga agar suplai bawang langka akan membuat harga tetap tinggi

Sementara suplai melimpah jika dilihat dari hukum penawaran dan permintaan adalah sesuatu yang buruk

Bayangkan jika suplai cabai dipasar bertambah 20x lipat saat bulan puasa seperti ini, itu berarti harga cabai akan jatuh dan hal itu tidak akan disukai para tengkulak

Ini berarti keberlimpahan tidak akan pernah terjadi dalam sistem laba, karena bertentangan dengan sifat dasar sistem keuangan; "Memperoleh LABA"

Karena itu tidak mungkin dunia bebas dari kelaparan dan kemiskinan jika tetap menjalankan sistem keuangan yang bobrok ini

                                 


Lalu...apakah mustahil kita hidup dengan kecukupan pangan?

Apakah mustahil dunia bebas dari kelaparan?

Tentu TIDAK!

Alam sudah menyediakan tanah, air, dan sinar matahari yang lebih dari cukup untuk manusia menumbuhkan sumber pangan

Sialnya kita sekarang lupa, kita lupa bahwa beras yang mahal itu tumbuh dari tanah yang kita injak, bawang yang langka itu dapat kita tanam ditanah sekitar kita

Coba tanya anak kecil disekitar anda yang hidup diperkotaan modern dan maju ini, pernahkan mereka melihat tanaman terung?

Pernahkah mereka memetik timun dari pohonnya? Sebagian besar pasti menjawab, tidak pernah!
                        
Untuk itulah kami mencoba untuk menyadarkan masyarakat darimana datangnya sumber pangan itu

                                  

Lihatlah taman2 kota disekitar anda, beratus2 meter tanah kita yang subur ini hanya di isi tanaman hias?

Padalah banyak mulut kelaparan diluar sana?

Ironis!

                                  

Kami tidak akan melakukan demo, kami tidak akan memblokir jalan, kami tidak akan berteriak2 didepan gedung Pemerintah

BERTANAM GERILYA inilah bentuk protes kami akan ketidak-mampuan pemerintah memberi pangan murah pada warganya

Yang akan kami lakukan hanyalah menanam, agar semua masyarakat dapat berkata;

PERSETAN HARGA PANGAN MAHAL, KITA TANAM SENDIRI PANGAN KITA!!


hosh...hos...mari kita lanjut ke post berikutnya :)

Bertani Dengan Alam

Kebetulan ada spot dikebun saya yg masih 'perawan' alias belum terjamah sabit saya, he3x

Jadi saya putuskan untuk mempraktekan cara bertanam dengan alam.

Di barat sono cara ini disebut "Permaculture" atau kalau di Jepang disebut "Natural Way Farming" karya petani legendaris Jepang, Masanobu Fukuoka

Intinya begini, pernahkan anda berjalan2 ke hutan?

Pernahkah anda bertanya dalam hati, kenapa pohon disana bisa tumbuh besar tanpa perawatan manusia?

Tanpa pupuk, pestisida, dan bahan kimia lainnya? Kenapa?

Karena alam yang mengurusnya!

Jadi dalam metode ini kita mencoba meng 'copy' apa yg terjadi dialam ke kebun kita

Ada beberapa prinsip dasar yg saya simpulkan dalam bertanam metode ini
  • Tanpa Pembajakan
  • Tanpa Pupuk
  • Tanpa Penyiangan rumput
  • Tanpa Pestisida

Sebenarnya ada satu lagi, tapi ini masih bisa dikompromi sih....
  • Tanpa Penyiraman

Hahh....bertani tanpa pembajakan? Mungkin metode yg lain sudah jamak anda dengar, tapi metode ini mungkin agak aneh

Jangan salah, metode ini juga dipraktekkan para suku Badui di Banten

Bayangkan tanah yang sudah bertahun-tahun mengalami proses pembusukan daun alami, organisme2, cacing2 yg tinggal didalam tanah tiba-tiba dibajak dan dibalik dengan mesin.

Organisme2 itu akan mati, cacing2 dilahap predator -kalau tidak akan dilahap pestisida-, dan tidak akan ada lagi yg memproses pembusukan daun atau sisa2 tanaman yg jatuh

Sudah pasti tanah itu tidak lama akan 'kering', dalam arti kering semua dari organisme2 mikro yg dibutuhkan tanaman

Itulah kenapa, sekali petani membajak tanahnya maka mereka harus membajak lagi secara terus menerus untuk musim tanam berikutnya.....karena tanah mereka akan semakin keras dan kering

Jika itu yang terjadi maka petani akan dipaksa untuk membeli pupuk, dan membeli lagi...membeli lagi...dan lagi


Tapi bukankah dengan pembajakan akan menggemburkan tanah, membuat oksigen masuk dan mempermudah akar menembus tanah?

Tidak, tanpa pembajakan pun akar akan bisa menembus tanah. Dan jangan kuatir soal oksigen, karena cacing2 didalam tanah akan membentuk rongga2 udara dengan sendirinya.

Lalu, bertanam tanpa penyiraman? Mati dong.....tidak juga, karena jika kita membiarkan tanaman2 pendukung disekitarnya maka tanah akan cukup lembab. Cukup dengan mengandalkan air hujan

Cobalah anda melihat tanah dibawah semak2 atau pohon, pasti akan lembab kan? Karena akar mereka yg mengikat air hujan yang turun

Sedikit yg sudah saya praktekkan di kebun saya, tanpa pembajakan tanah, tanpa pupuk, tanpa pestisida, tanpa penyiangan, dan tanpa penyiraman


timun saya ditengah semak belukar

tanpa saya siram, tanah tetap lembab
lihatlah akar keluar dari batangnya
 
berbuah juga!

Referensi yg wajib dibaca (semua isi blog ini wajib dibaca!)


Natural Farming with Masanobu Fukuoka 

Insectisida Organik

Kali ini saya berusaha membasmi aphids/kutu daun dengan insectisida organik

Setelah brosing-brosing didapatlah resep
  • cabai
  • bawang putih
  • daun mint
  • tembakau

Semua diulek jadi satu dan direndam satu malam, seperti ini bentuknya

 baunya, hmmm....

 disaring dulu

 
campur dengan air bersih

semprot dah ke tanaman

Menanam di Karung Bekas (3)

Update tanaman di karung saya, kali ini panen mentimun

Buat teman lalapan, segerrr....




Senin, 15 Juli 2013

Berburu Kepik

Salah satu musuh utama jika kita berkebun organik, APHIDS!!


Hewan kecil ini mudah sekali hinggap di tanaman kita, gak peduli itu terung, cabai, kacang panjang, semua disikat!

Efeknya tanaman menjadi layu dan mati.

Ada beberapa cara dalam membasmi Aphid
  • Semprot dengan air sampai rontok
  • Semprot dengan air sabun
  • Sapu dengan jari kita
  • Mengandalakan predator alam 
  • Insektisida organik

Percobaan pertama saya memilih predator alami untuk mengenyahkan aphids, pilihannya jatuh ada kepik atau ladybugs

Sama kasusnya kayak dandelion, saya pun berburu kepik di sekitar sawah.

Setelah dapat beberapa saya bawa pulang dan lepas di kebon


Eh, ternyata itu bukan kepik!!!

Itu adalah Tortoise beetle, dan mereka memakan daun! Sial!

Habis Kangkung saya diserang


Hampir saya menyerah, sampai kemarin sore waktu saya mau mandi saya melihat penampakan di daun terung.


Berburu Tanaman Liar (Dandelion)

Sering kita terpaku bahwa tumbuhan pangan selalu berasal dari benih yang kita beli di toko pertanian, ada satu lagi sumber pangan yang bisa kita ambil; ALAM LIAR.

Yak...ada beberapa jenis tanaman liar yg bisa kita makan, kebanyakan dianggap tanaman pengganggu padahal tanaman liar ini bisa untuk dikonsumsi

Salah satunya DANDELION, betul dandelion bunga liar yg banyak tersebar di pojok kebun atau rumah ini bisa kita konsumsi daun dan bunganya

 


Jadi seminggu lalu tiap sore saya muter2 di daerah sawah yg masih banyak tanaman perdu nya untuk mencari dandelion, tapi sialnya saya gak pernah ketemu bunga ini.

Padahal kalau gak dicari saya sering lihat dandelion ini dipinggir jalan!

Pucuk dicinta ulam tiba, sabtu kemarin waktu saya pergi kondangan ke sahabat saya lha kok di pojokan panggung tiba2 beterbangan bunga dandelion yg tertiup angin.

Setelah acara selesai langsung saja saya cari sumbernya


kondangan ke sahabat saya yg telah melepas masa lajang

teronggok di pojokan rumah

 sudah habis kena angin

benih yg berhasil diselamatkan

Sampai rumah langsung disemai dan semoga bisa sprout 



Bakar!!

Mau tahu cara paling praktis membersihkan lahan?

BAKAR...BAKAR....BAKAR!!!


 
 
Tumpukan daun dan sampah langsung bersih...he3x

Menanam di Karung Bekas (2)

Karena project tanaman dalam karung saya berhasil maka saya memutuskan untuk memborong puluhan karung kompos lagi, 2 becak penuh karung kompos saya beli dari toko tanaman hias

 

Karena karung ini sudah siap untuk dipakai, maka tinggal dilubang atas dan bawah (untuk drainase) maka karung siap digunakan.

 


Jangan lupa diinjak2 dulu waktu di tanah agar karung bisa memadat dan rata

Penyakit Misterius

Beberapa hari ini tanaman saya di teras pinggir rumah diserang penyakit misterius, daun penuh bintik2 putih lalu tidak lama gosong dan rontok

Hampir semua tanaman yg berjejeran kena semua, tomat cherry, basil, jeruk nipis, bahkan rumput2 liar dan semut pun kena! :tepok_jidat:

 daun totol2 putih


 rumput pun kena

semut2 berjatuhan
Apa ya...?
Kalau kena semprot obat nyamuk juga sepertinya bukan, karena saya gak pernah obat nyamuk (semprot maupun asap)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...