Senin, 27 Mei 2013

Senjata Untuk Berkebun?




Kemarin saya download percakapan dalam radio di youtube tentang berkebun dengan topik2 menarik.

Ada satu topik yg sangat menggelitik, ketika pembawa acara bertanya ke narasumber "Do you need a gun to garden?"

Saya mengernyitkan dahi, pistol eh? pistol atau senjata api untuk berkebun? kalau senjata tajam sih iya, arit ato parang buat bersih2 rumput he3x


I was at a local shop talking with the owner about carrying the DVD in his store.  He was congenial enough, but looked me right in the eye and told me “I will never need to grow food”.  

I told him that you never knew what was coming and being able to grow food could be a crucial skill.  He flatly told me he would never have to grow food.  

I asked him why, and he said “because I have this”, and from under the counter he pulled out a big black semi-automatic gun.


I stared at the gun not understanding, and I asked him ‘What do you mean?”

“Well, if anything happens” he said, “it is like this; with this gun I can get all the food I need from people like you who grow it”.

Several customers who had been listening in on the conversation agreed with the shop owner.  They were ordinary looking people and I would have never guessed they would have this kind of thinking. 
Hmmm...benar juga kalau dipikir, untuk apa susah2 menumbuhkan sayur atau buah sendiri kalau kita bisa mengambil paksa dari petani lain?

Mungkin anda berpikir, ah....itu kan di luar negeri, kalau disini kan aman gak ada yg pegang senjata api
Lagipula juga banyak polisi ditiap daerah

Eitss, jangan salah. Masih ingat ketika harga cabai mencapai Rp 100.000 per kilo?

Perampok Bersenpi Gasak 24 Karung Cabai


Itu di Indonesiaaaa looo......

Lalu bagaimana solusinya? 
Okelah kita punya self-defense yang mencukupi untuk melindungi keluarga kita, tapi kalau kasusnya rampok bersenpi kayak diatas? 
Sementara warga sipil di Indonesia dilarang mempunyai senjata, masak iya kita hadang itu rampok pakai parang atau pacul?

Menurut saya sih kita harus membentuk komunitas, menjalin hubungan yg baik dengan tetangga kanan-kiri. Minimal jika itu yg terjadi kita bisa saling mengawasi antar rumah dan memberi peringatan awal bila ada tindak kejahatan di lingkungan kita.

Minggu, 26 Mei 2013

Menanam di Karung Bekas

Kebetulan karung bekas kompos saya sisa banyak sekali, bingung juga mau diapain.

Mau dibuang kok sayang...eh, nemu gambar ini di inet


Sedikit utak-atik dengan gunting dan rafia;


 
 kebetulan punya sisa semaian cabe dan terung


Proyek Vertikal Garden (3)


Semua rencana pasti ada hambatannya, ibarat sekolah perlu ujian untuk menentukan kelulusan kita.

Dan minggu kemarin saya mendapat ujian itu, hujan deras datang. Karena ketinggian tanah di kebon lebih rendah dari got depan rumah maka air pun mengalir deras masuk ke kebon.

Alhasil kebon kebanjiran, raised bed saya tersapu banjir (padahal cabai sudah umur 2 minggu). PVC saya pun rontok :(


Tapi saya anggap ini ujian dari alam, ternyata konstruksi saya tidak sempurna.

Berikut beberapa kelemahan konstruksi saya;

Drum tadah hujan tidak terikat kuat, walaupun air lancar masuk dan tertampung sempurna tapi karena drum tidak ada pegangan maka drum pun terguling kedepan karena kepenuhan air.
PVC saya pun rontok, pot2 berjatuhan. Tanaman sawi, bayam, bawang yg sudah 2 minggu jatuh dan hanyut kena banjir.

Raised bed tersapu banjir,
ada kesalahan fatal dari saya disini.
Raised bed tidak saya kunci dengan pasak kayu, hanya papan kayu berbetuk persegi saya letakkan diatas tanah.
Walhasil ketika banjir, berat jenis papan kayu yg ringan pun kalah dengan banjir. Ketika papan terankat maka tanah dan tanaman tersapu banjir.

Setelah 2-3 hari dilakukan konstruksi ulang, ada sedikit modifikasi agar tidak terjadi kejadian serupa


penambahan paku+kawat untuk drum

 alhamdulilah lancar, 2 hari hujan drum 4biji hampir penuh

Raised bed diganti dengan polybag


Saya lupa satu lagi, PVC saya ikat dengan kabel ties untuk mencegah jatuh karena goncangan. Sayang belum ikut kefoto :)

Jumat, 24 Mei 2013

Happy Birthday to me....

Minggu lalu saya Ulang tahun, maklum bujangan, keluarga juga jauh maka tidak ada hingar-bingar ultah seperti orang lain.
Lagi pula saya juga malas kalau ultah harus makan2 atau pesta-pora, boros...he3x

Maka saya memutuskan untuk membuat window garden seperti gambar dibawah ini, lumayan buat kado diri sendiri (ngenes banget ya)


Bahannya
  • Siku dan paku beton sisa kemarin
  • Papan kayu 2meter = Rp 15.000
  • Pot tanah liat = @Rp 1.400
  • Tanaman @4.000an

hasilnya, gak bagus2 amat sih...tapi lumayan untuk space kosong dibawah jendela



Proyek Vertikal Garden (2)

Oke, sekarang saatnya belanja dan merakit

Di post pertama saya bilang ada perubahan desain, perubahan itu karena keterbatasan dana dan alat

Sedikit perubahan tersebut adalah;

Sistem penyiraman
,
rencana awal memakai mini float valve untuk penyiraman otomatis tanpa listrik. Tapi karena susahnya mendapat mini float valve di Solo terpaksa saya memakai penyiraman manual
Banyak teman yg menyarankan agar saya memakai mesin pompa air seperti di akuarium, tinggal naikkan air ke PVC teratas maka air akan mengalir sampai bawah.
Tapi karena misi saya adalah 'free energy' saya tidak mau bersinggungan dengan hal yang berbau listrik, apalagi tarif PLN naik mulu :(

Global Bucket Sytem
Karena tidak ditemukannya mini float valve maka terpaksa Global Bucket tidak bisa dilaksanakan, sebagai penggantinya saya memasang Raised Bed biasa.
Sedikit kerja keras untuk menyiram tiap hari, tapi biaya konstruksi lebih murah dan cepat :)

Sedikit foto2 saat pembangunan, terima kasih buat teman2 saya yg sudi membantu mewujudkan impian saya. KAMSIAAAA...!!

 thanks to Juragan Big Jhon untuk armada pengangkutnya

 thanks to JotyCorp untuk bantuan tenaga dan idenya

 thanks buat Mas Ayub untuk ketrampilan tangannya

 karena keterbatasan dana, drum tadah hujan hanya 4 biji he3x

 tadaaaaa......!!

Grow bed, pengganti Global Bucket

Kamis, 23 Mei 2013

Proyek Vertikal Garden

Halooo......maaf saya lama gak update, baru selesai mengerjakan proyek baru lagi he3x

Tentunya masih berhubungan dengan tanam-menanam, proyek baru saya adalah vertikal garden dengan PVC

Kenapa harus vertikal garden?
Karena lahan saya tidak terlalu luas, dengan lahan sempit target saya harus bisa menanam cukup sayur untuk dimakan satu keluarga.

Jadi kriteria saya untuk proyek ini adalah;
  • Harus bisa menanam ratusan sayur dalam lahan sesempit-sempitnya
  • Harus bisa meminimalisasi penggunaan air
  • Konstruksi awet dan tahan lama, kalau bisa bertahun2 tidak jebol
  • Harus punya sumber air sendiri (tadah hujan)


Setelah browsing sana-sini dan sedikit coret2 di kompi akhirnya jadi gambaran kasarnya;



Dalam rancangan pertama saya diatas saya menggunakan PVC yg dilubang dan diberi cup plastik agar bisa muat banyak tanaman dan menghemat penggunaan air, tanaman diharapkan dapat menyerap air yg dialirkan didalam PVC (sistem wick)

Sementara sistem penyiraman menggunakan mini float valve seperti ini;



Jadi mini float valve ini dipasang ditiap ujung PVC, ketika air berkurang terserap tanaman maka valve akan otomatis turun dan air akan masuk ke PVC sampai penuh dan valve tertutup otomatis.

Dan sumber air ditampung di tandon berwarna biru disisi PVC

Untuk tabung hijau dibawah maksud saya menggunakan sistem Global bucket yaitu masih menggunakan prinsip wick dengan PVC dan mini float valve sebagai pengatur level airnya, sementara potnya menggunakan ember untuk menanam cabai. Seperti ini;



Tabung hijau tinggi didepan tandon itu maksudnya manusia, hanya sebagai perbandingan tinggi saya dengan tinggi vertikal PVC nya he3x

Setelah saya hitung2, tinggi dan lebar vertikal PVC yg memadai agar bisa mudah dijangkau dengan ukuran tangan saya adalah 80cmx180cm



Untuk tabung biru dibelakang vertikal PVC itu adalah drum tandon hujan yg disambung dengan pipa dibawah tanah

Rencananya sih begitu, keren dan kompleks tapi semua berubah ketika negara api...halah!

Semua berubah ketika keterbatasan dana dan peralatan he3x

Tunggu update berikutnya ya :)

Rabu, 01 Mei 2013

Taman Gantung Erlanda

Seminggu yg lalu saya ditelpon oleh sohib saya, masbro Erlanda.

Gak ada angin, gak ada hujan tiba2 saya diajak ke Paragon Mall.
Saya sih oke-oke aja, soalnya nanti pasti mampir ke kedai kopi yg isinya orang2 kaya itu :p

Ternyata disana teman saya tertarik dengan salah satu stand vertical garden, sayang saya gak bawa kamera (padahal SPGnya yahud juga) bentuknya kurang lebih seperti ini.



Mau tahu harganya???

1 juta lebih per/meter persegi!!!
Ajeee...gilee!

Akhirnya setelah setengah jam observasi (dengan modus tanya2 mau beli), kami pulang dengan setumpuk informasi yang mencukupi untuk membangun vertikal garden sendiri.

Mari kita bangun sendiri!

yang asli pakai alas glasswoll ,karena gak nemu akhirnya pakai karpet biasa
32ribu/meter

pemilihan jenis tanaman harus tepat
rata2 @ 5 ribu


 ujicoba beberapa tanaman dulu
(karpet akhirnya dijahit dengan mesin)

media selain tanah memakai rockwoll agar menyimpan 
air dengan sempurna
70ribu satu slab besar

Kebutuhan
  • Karpet 2 m/persegi = Rp 64.000
  • Jahit karpet = Rp 25.000
  • Rockwoll = Rp 70.000
  • Tanaman = Rp 50.000

TOTAL = Rp 209.000,00

Murah kan? 

Mungkin kalau full tanaman sekitar Rp 300.000 untuk 2m/persegi, berarti cuma Rp 150.000,00 per/meter persegi!! 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...