Senin, 18 Februari 2013

Sistem Hydroponic

Dalam Aquaponic ada 2 sistem yang berjalan yaitu aquaculture atau sistem budidaya ikan dan hydroponic atau sistem budidaya tanaman tanpa tanah.

Kali ini saya akan membahas sistem hydroponic terlebih dahulu, karena relatif lebih mudah dan simpel.

Di sistem ini kita tidak akan membahas suhu air, PH air, atau larutan nutrisi. Karena semua itu nanti akan dipenuhi dalam sistem budidaya ikan, itulah bedanya aquaponic dengan hydroponic biasa. Kalau hydroponic kita akan mengatur suhu air, PH, dan larutan nutrisi untuk tanaman.

Bahan-bahan konstruksi yang saya pakai adalah:

-Plastik lembaran
Plastik ini dapat dibeli ditoko bangunan, harganya saya lupa tapi lumayan murah. Lebar satu meter jika digunting bisa menjadi 2meter, karena bentuknya mirip sarung he3x
Jika ukuran grow bed kita 1x4m dengan ketinggian air 15cm berarti kita butuh paling minim lebar plastik 1m+15cm+15cm= 1,3m. tentu itu harus kita beri lebih untuk melipat disisi luar, ambil saja yg ukuran standard dijamin masih sisa plastiknya :)

-Styrofoam
Styrofoam ini fungsinya sebagai floating raft atau rakit apung bagi tanaman kita, saya perlu rakit apung karena saya memakai model deep water culture (DWC). Harganya murah, untuk 1x1m hanya Rp 12.000,- styrfoam bisa dilubang dengan solder atau kawat untuk tempat pot nanti.
Apa itu DWC? Apa keuntungan dan apa saja model hydroponic? Bisa dilihat di sini

-Paranet
Paranet ini penting karena saya tinggal di Solo yang intensitas cahaya matahari sangat tinggi, suhu juga luamyan panas. Agar tanaman tidak kering dan mati perlu ditutup paranet. Belinya di toko pertanian atau tanaman hias terdekat. Pasang diatas grow bed.

-Aerator
Aerator juga wajib karena hydroponic adalah sistem pertanian tanpa tanah, maka akar tanaman membutuhkan oksigen untuk mencegah pembusukan akar. Saya sarankan ambil yang silent mode walaupun agak mahal untuk mencegah bising yg mengganggu tetangga. Mungkin sekitar Rp 40 - Rp 50 ribuan.

-Cup agar-agar
Hydroponic biasanya memakai mini pot buatan pabrik, tapi untuk menghemat dana kita bisa memakai cup agar-agar yang banyak tersedia di toko roti. Harganya miring sekali, cuma Rp 100,- per biji. Lubangi bawahnya dengan solder

-Pasir malang
Media untuk tanaman bisa memakai busa, rockwool, atau pasir malang. Saya memilih pasir malang karena lebih mudah didapat dan murah, setengah karung Rp 8.000,- saja. Dulu pernah coba pakai busa untuk sofa tapi pertumbuhan tidak maksimal, akar tidak bisa menembus ke bawah dengan leluasa. Untuk rockwoll harganya agak mahal dan harus pesan dulu.


Jadi setelah semua terpasang, tinggal beli benih dan semai diatas pasir malang. Begini bentuknya setelah 1 bulan :)




Jual Benih Sayur Eceran Rp 1.000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...